Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Gejala Batu Amandel, Bukan Cuma Bau Mulut ya!

10 Gejala Batu Amandel, Bukan Cuma Bau Mulut ya!
ilustrasi batu amandel (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Batu amandel sering menyebabkan bau mulut, rasa mengganjal, dan bintik putih di tenggorokan.

  • Gejalanya bisa ringan, tetapi juga dapat mengganggu makan, menelan, bahkan membuat orang tidak percaya diri.

  • Banyak gejala batu amandel mirip dengan radang tenggorokan, sehingga sering tidak disadari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Batu amandel atau batu tonsil terbentuk ketika sisa makanan, lendir, sel mati, dan bakteri terjebak di lekukan amandel, lalu mengeras seiring waktu. Ukurannya bisa sangat kecil seperti pasir, tetapi ada juga yang cukup besar hingga terlihat jelas saat bercermin.

Pada sebagian orang, batu amandel tidak menimbulkan keluhan apa pun. Namun, pada sebagian lainnya, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gejala yang mengganggu, mulai dari bau mulut sampai rasa sakit saat menelan.

Ketahui apa saja gejala batu amandel, coba periksa apakah kamu memiliki salah satu atau beberapa di antaranya.

Table of Content

1. Bau mulut

1. Bau mulut

Bau mulut adalah gejala batu amandel yang paling umum. Bahkan, banyak orang baru mengetahui dirinya punya batu amandel karena punya masalah bau mulut yang tak kunjung hilang walaupun sudah rajin menyikat gigi.

Penyebabnya adalah bakteri yang hidup di batu amandel menghasilkan volatile sulfur compounds, yaitu senyawa sulfur yang baunya tajam dan tidak sedap. Bau ini sering digambarkan seperti telur busuk atau makanan basi.

Batu amandel mengandung bakteri anaerob yang menghasilkan sulfur dalam jumlah tinggi. Karena itu, batu amandel sering menjadi salah satu penyebab halitosis (bau mulut) kronis atau bau mulut yang menetap

2. Rasa mengganjal di tenggorokan

Banyak orang dengan batu amandel merasa ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan. Sensasinya bisa ringan, tetapi juga bisa cukup mengganggu, terutama saat menelan.

Rasa mengganjal ini biasanya muncul karena batu berada di celah amandel dan menekan jaringan di sekitarnya. Semakin besar ukuran batu, semakin terasa sensasinya.

Pada beberapa orang, rasa ini bisa memicu kebiasaan terus-menerus berdeham atau menelan ludah karena merasa ada benda asing yang belum keluar.

3. Sulit atau nyeri saat menelan

Seorang perempuan mengenakan sweter biru memegang lehernya dengan ekspresi tidak nyaman, menggambarkan kesulitan menelan.
ilustrasi sulit menelan (freepik.com/kroshka__nastya)

Batu amandel juga bisa menyebabkan nyeri saat menelan, terutama jika ukurannya cukup besar atau letaknya berada di bagian amandel yang sensitif.

Nyeri biasanya terasa ringan dan lebih dominan di satu sisi tenggorokan. Ada orang yang menggambarkannya seperti menelan makanan yang tajam atau seperti ada luka kecil di dalam tenggorokan.

Jika batu amandel menyebabkan peradangan di sekitarnya, rasa sakit bisa menjadi lebih jelas dan bertahan beberapa hari.

4. Bintik putih atau kuning di amandel

Bagian dalam mulut seseorang dengan panah biru menunjuk ke batu amandel berwarna putih di area tonsil.
Batu amandel (commons.wikimedia.org/Phreezinc)

Salah satu tanda yang paling mudah terlihat adalah munculnya bintik putih, krem, atau kekuningan di permukaan amandel.

Bintik ini sering disalahartikan sebagai nanah akibat radang tenggorokan. Padahal, pada batu amandel, warnanya biasanya lebih padat, lebih keras, dan menempel di celah amandel.

Kadang, batu tidak terlihat dari depan karena tersembunyi di bagian belakang atau dalam lipatan amandel. Karena itu, seseorang bisa punya gejala batu amandel tanpa melihat adanya bintik putih yang jelas.

5. Tenggorokan sering sakit

Batu amandel bisa membuat tenggorokan terasa nyeri berulang meski tidak sedang flu atau infeksi.

Rasa sakit ini biasanya tidak separah radang tenggorokan berat, tetapi cukup mengganggu. Ada yang merasa tenggorokannya seperti gatal, ada juga yang merasa perih atau tidak nyaman saat menelan.

Karena gejalanya ringan, banyak orang mengira penyebabnya adalah alergi, kurang minum, atau iritasi biasa.

6. Batuk ringan yang terus muncul

Batuk ringan yang tidak jelas penyebabnya juga bisa menjadi tanda batu amandel.

Batu yang menempel di amandel dapat mengiritasi tenggorokan dan memicu refleks batuk. Biasanya batuknya berupa batuk kecil, seperti ingin membersihkan tenggorokan.

Gejala ini sering muncul bersamaan dengan rasa mengganjal atau sensasi ada benda asing di tenggorokan.

7. Nyeri telinga

Seorang perempuan memegang telinganya dengan ekspresi kesakitan, mengenakan kaus bergaris di latar belakang polos berwarna terang.
ilustrasi nyeri telinga (freepik.com/karlyukav)

Meski letaknya ada di tenggorokan, batu amandel kadang bisa menyebabkan nyeri telinga.

Hal ini terjadi karena saraf di tenggorokan dan telinga saling terhubung. Ketika amandel mengalami iritasi atau peradangan, rasa nyerinya bisa “menjalar” ke telinga meski sebenarnya telinga tidak mengalami infeksi.

Biasanya nyeri telinga akibat batu amandel hanya terasa di satu sisi, sesuai sisi amandel yang bermasalah.

8. Amandel tampak lebih besar

Pada beberapa orang, batu amandel dapat membuat satu sisi amandel terlihat lebih besar dibanding sisi lainnya.

Pembengkakan ini biasanya ringan, tetapi bisa terasa mengganggu jika batu cukup besar atau jika ada peradangan di sekitar amandel.

Jika amandel tampak terus membesar, terutama hanya di satu sisi dan disertai nyeri hebat atau perdarahan, kondisi ini sebaiknya diperiksa lebih lanjut oleh dokter THT.

9. Keluar batu kecil saat batuk atau berkumur

Beberapa orang tiba-tiba menemukan benda kecil putih atau kuning keluar saat batuk, bersin, berkumur, atau menyikat gigi.

Teksturnya biasanya lunak atau rapuh, kadang seperti serpihan keju kecil, dan baunya sering sangat tidak sedap. Setelah batu keluar, banyak orang merasa tenggorokannya lebih lega dan bau mulut sedikit membaik.

Gejala ini sebenarnya cukup khas untuk batu amandel karena tidak banyak kondisi lain yang menyebabkan keluarnya benda kecil berbau dari tenggorokan.

10. Tidak percaya diri dan cemas

Gejala batu amandel bukan hanya fisik. Bau mulut kronis, rasa tidak nyaman di tenggorokan, dan ketakutan bahwa orang lain bisa mencium baunya sering membuat seseorang menjadi kurang percaya diri.

Sebagian orang jadi lebih sering mengunyah permen, memakai mouthwash, atau menghindari berbicara terlalu dekat dengan orang lain. Ada juga yang merasa cemas karena mengira dirinya punya penyakit yang lebih serius.

Padahal, batu amandel umumnya tidak berbahaya. Namun, dampaknya terhadap kualitas hidup tetap bisa cukup besar jika gejalanya muncul terus-menerus.

Kapan gejala batu amandel perlu diperiksa?

Tenaga medis memeriksa tenggorokan seorang pasien perempuan dengan alat pemeriksa mulut di ruang perawatan klinik.
ilustrasi pemeriksaan amandel (freepik.com/stefamerpik)

Sebagian besar batu amandel bisa membaik sendiri atau keluar dengan sendirinya. Namun, periksa ke dokter jika:

  • Bau mulut tidak membaik.
  • Batu amandel terus muncul berulang.
  • Sulit menelan.
  • Nyeri tenggorokan makin berat.
  • Amandel sering bengkak.
  • Keluar darah.
  • Demam atau tanda infeksi.

Dokter THT dapat membantu memastikan apakah keluhan benar-benar disebabkan batu amandel atau ada kondisi lain seperti radang amandel kronis, refluks asam lambung, atau infeksi.

Batu amandel sering dianggap sepele karena ukurannya kecil. Namun, gejalanya bisa cukup beragam dan mengganggu, terutama bau mulut, rasa mengganjal, dan tenggorokan yang tidak nyaman.

Makin cepat gejalanya dikenali, makin mudah juga mengatasinya. Menjaga kebersihan mulut, membersihkan lidah, cukup minum, dan rutin memeriksa kondisi gigi serta tenggorokan dapat membantu mencegah batu amandel muncul berulang.

Referensi

“Tonsil Stones: Symptoms, Causes, Removal & Treatment.” Cleveland Clinic. Diakses April 2026.

“Tonsillitis: Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses April 2026.

Midori Tsuneishi et al., “Composition of the Bacterial Flora in Tonsilloliths,” Microbes and Infection 8, no. 9–10 (July 4, 2006): 2384–89, https://doi.org/10.1016/j.micinf.2006.04.023.

Mesolella M, Cimmino M, Di Martino M, Criscuoli G, Albanese L, Galli V. Tonsillolith. "Case report and review of the literature." Acta Otorhinolaryngol Ital. 2004 Oct;24(5):302-7. PMID: 15871614.

“Halitosis (Bad Breath).” Cleveland Clinic. Diakses April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
Nena Zakiah
3+
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Related Articles

See More