Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Gejala Kencing Batu yang Sering Diabaikan
ilustrasi nyeri akibat kencing batu atau batu saluran kemih (freepik.com/freepik
  • Gejala kencing batu bisa sangat bervariasi, dari tanpa keluhan hingga nyeri hebat mendadak.

  • Nyeri kolik adalah tanda khas, tetapi bukan satu-satunya gejala penting.

  • Deteksi dini krusial, karena komplikasi bisa terjadi jika batu menyumbat saluran kemih.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kencing batu, atau istilah medisnya adalah urolitiasis atau batu saluran kemih, sering datang tanpa peringatan yang jelas. Batu kecil bisa terbentuk secara diam-diam di ginjal, lalu tiba-tiba menimbulkan nyeri hebat saat bergerak melalui saluran kemih. Inilah yang membuat kondisi ini terasa seperti mendadak, padahal prosesnya sudah berlangsung cukup lama di dalam tubuh.

Yang sering mengecoh, gejala kencing batu tidak selalu langsung terasa berat. Pada beberapa orang, tanda awalnya bisa ringan atau bahkan tidak disadari. Namun, ketika batu mulai mengiritasi atau menyumbat saluran kemih, gejalanya akan terasa lebih jelas.

Berikut ini gejala-gejala kencing batu yang perlu kamu waspadai.

1. Nyeri hebat (kolik renal)

Nyeri merupakan gejala paling khas dari kencing batu, terutama saat batu bergerak dari ginjal ke ureter. Nyeri ini disebut kolik renal, yang biasanya muncul tiba-tiba dan terasa sangat intens.

Lokasinya nyeri sering dimulai dari punggung bawah atau sisi pinggang, lalu dapat menjalar ke perut bagian bawah hingga selangkangan.

Menurut penelitian, nyeri kolik terjadi akibat kontraksi kuat otot ureter saat mencoba mendorong batu keluar. Tekanan yang meningkat di dalam saluran kemih juga berkontribusi pada rasa sakit yang ekstrem.

Yang membedakan nyeri ini dari nyeri biasa adalah sifatnya yang datang dan pergi (intermiten) tetapi sangat tajam. Banyak pasien menggambarkannya sebagai salah satu nyeri terparah yang pernah dirasakan.

2. Nyeri saat buang air kecil

ilustrasi nyeri saat buang air kecil (freepik.com/Jcomp)

Selain nyeri di area pinggang, kencing batu juga dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil (disuria), terutama jika batu sudah mendekati kandung kemih atau uretra.

Iritasi pada dinding saluran kemih akibat gesekan batu memicu peradangan, yang kemudian menimbulkan sensasi terbakar atau perih saat urine keluar.

Gejala ini sering kali disalahartikan sebagai infeksi saluran kemih (ISK), sehingga diagnosis bisa tertunda jika tidak dilakukan pemeriksaan lanjutan.

3. Kencing darah (hematuria)

Adanya darah dalam urine juga bisa menjadi gejala kencing batu. Warna urine bisa berubah menjadi merah muda, merah, atau cokelat, tergantung jumlah darah yang bercampur.

Hal ini terjadi karena batu melukai lapisan dalam saluran kemih saat bergerak. Bahkan batu kecil sekalipun dapat menyebabkan perdarahan mikroskopis yang hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.

Hematuria adalah salah satu indikator penting dalam evaluasi pasien dengan dugaan batu saluran kemih.

4. Frekuensi buang air kecil meningkat

ilustrasi buang air kecil (IDN Times/Novaya Siantita)

Orang yang memiliki kencing batu sering merasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya, meskipun jumlah urine yang keluar sedikit.

Gejala ini terjadi karena iritasi pada kandung kemih atau ureter bagian bawah, yang memicu sinyal penuh secara terus-menerus.

Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan sering disertai rasa tidak tuntas setelah buang air kecil.

5. Mual dan muntah

Kencing batu tidak hanya memengaruhi sistem kemih, tetapi juga dapat memicu respons pada sistem pencernaan. Banyak pasien mengalami mual bahkan muntah, terutama saat nyeri sedang intens.

Hal ini terjadi karena hubungan saraf antara ginjal dan saluran pencernaan. Nyeri hebat dapat mengaktifkan refleks yang memengaruhi pusat muntah di otak.

Studi menunjukkan bahwa gejala gastrointestinal sering menyertai kolik renal, terutama pada fase akut.

6. Urine keruh atau berbau

ilustrasi laki-laki sedang buang air kecil (IDN Times/Novaya)

Perubahan warna dan bau urine juga bisa menjadi tanda kencing batu, terutama jika disertai infeksi.

Urine yang keruh biasanya mengindikasikan adanya nanah atau partikel lain akibat peradangan. Bau yang tidak biasa juga dapat menjadi petunjuk adanya infeksi sekunder.

Infeksi yang menyertai batu saluran kemih merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.

7. Demam dan menggigil

Demam bukan gejala langsung dari batu itu sendiri, tetapi merupakan tanda adanya infeksi pada saluran kemih atau ginjal.

Jika batu menyebabkan sumbatan, bakteri dapat berkembang di area tersebut, memicu infeksi yang bisa menyebar ke ginjal (pielonefritis).

Kondisi ini dianggap sebagai darurat medis. Kombinasi batu dan infeksi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk sepsis.

8. Kesulitan atau bahkan tidak mampu untuk buang air kecil

ilustrasi gejala kencing batu (freepik.com/freepik)

Dalam kasus tertentu, batu dapat menyumbat aliran urine sepenuhnya, menyebabkan kesulitan atau bahkan ketidakmampuan untuk buang air kecil.

Sumbatan ini dapat meningkatkan tekanan di dalam ginjal, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

Gejala ini sering disertai nyeri hebat dan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Gejala kencing batu saling berkaitan dan dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh. Dari nyeri hebat, perubahan urine, hingga gejala sistemik seperti mual dan demam. Memahami gejala-gejala ini penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Jika mengalami kombinasi gejala di atas, terutama nyeri hebat dan perubahan urine, sebaiknya segera mencari bantuan medis. Penanganan yang cepat tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga mencegah komplikasi jangka panjang.

Referensi

Margaret S. Pearle et al., “Medical Management of Kidney Stones: AUA Guideline,” The Journal of Urology 192, no. 2 (May 20, 2014): 316–24, https://doi.org/10.1016/j.juro.2014.05.006.

Türk, Christian, et al. “EAU Guidelines on Urolithiasis.” European Urology (2016). Diakses Maret 2026.

Gary C. Curhan, “Epidemiology of Stone Disease,” Urologic Clinics of North America 34, no. 3 (August 1, 2007): 287–93, https://doi.org/10.1016/j.ucl.2007.04.003.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. "Kidney Stones." Diakses Maret 2026.

Mayo Clinic Proceedings. “Kidney Stones and Complications.” Diakses Maret 2026.

R C Smith et al., “Diagnosis of Acute Flank Pain: Value of Unenhanced Helical CT.,” American Journal of Roentgenology 166, no. 1 (January 1, 1996): 97–101, https://doi.org/10.2214/ajr.166.1.8571915.

American Urological Association. "Guidelines on Urolithiasis." Diakses Maret 2026.

Editorial Team