ilustrasi gejala kencing batu (freepik.com/freepik)
Dalam kasus tertentu, batu dapat menyumbat aliran urine sepenuhnya, menyebabkan kesulitan atau bahkan ketidakmampuan untuk buang air kecil.
Sumbatan ini dapat meningkatkan tekanan di dalam ginjal, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.
Gejala ini sering disertai nyeri hebat dan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Gejala kencing batu saling berkaitan dan dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh. Dari nyeri hebat, perubahan urine, hingga gejala sistemik seperti mual dan demam. Memahami gejala-gejala ini penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Jika mengalami kombinasi gejala di atas, terutama nyeri hebat dan perubahan urine, sebaiknya segera mencari bantuan medis. Penanganan yang cepat tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga mencegah komplikasi jangka panjang.
Referensi
Margaret S. Pearle et al., “Medical Management of Kidney Stones: AUA Guideline,” The Journal of Urology 192, no. 2 (May 20, 2014): 316–24, https://doi.org/10.1016/j.juro.2014.05.006.
Türk, Christian, et al. “EAU Guidelines on Urolithiasis.” European Urology (2016). Diakses Maret 2026.
Gary C. Curhan, “Epidemiology of Stone Disease,” Urologic Clinics of North America 34, no. 3 (August 1, 2007): 287–93, https://doi.org/10.1016/j.ucl.2007.04.003.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. "Kidney Stones." Diakses Maret 2026.
Mayo Clinic Proceedings. “Kidney Stones and Complications.” Diakses Maret 2026.
R C Smith et al., “Diagnosis of Acute Flank Pain: Value of Unenhanced Helical CT.,” American Journal of Roentgenology 166, no. 1 (January 1, 1996): 97–101, https://doi.org/10.2214/ajr.166.1.8571915.
American Urological Association. "Guidelines on Urolithiasis." Diakses Maret 2026.