Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Mudik bagi Orang yang Punya Penyakit Jantung

7 Tips Mudik bagi Orang yang Punya Penyakit Jantung
ilustasi mudik Lebaran (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Orang dengan penyakit jantung tetap bisa mudik aman asal berkonsultasi dulu dengan dokter, menyesuaikan obat, dan memahami batas kondisi tubuh sebelum perjalanan jauh.
  • Menjaga pola makan rendah garam, cukup hidrasi, serta membawa obat dan dokumen medis lengkap jadi langkah penting agar jantung tetap stabil selama perjalanan.
  • Hindari duduk terlalu lama, gunakan pakaian nyaman atau stoking kompresi bila perlu, kenali gejala darurat jantung, dan atur aktivitas ringan setelah tiba di kampung halaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mudik Lebaran adalah tradisi yang melibatkan perjalanan panjang, suasana kampung halaman, dan pertemuan dengan kerabat. Bagi orang dengan penyakit jantung, perjalanan mudik yang sering kali memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari butuh persiapan matang.

Perjalanan panjang bisa memicu berbagai risiko kesehatan, mulai dari kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan sirkulasi darah. Orang dengan penyakit jantung sebenarnya tetap bisa bepergian dengan aman, asalkan melakukan perencanaan yang tepat dan memahami batasan kondisi tubuhnya.

Sebuah penelitian menyebut bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian alami paling umum pada orang yang sedang bepergian. Karena itu, mengenali risiko dan melakukan pencegahan menjadi langkah penting sebelum memulai perjalanan jauh.

Berikut panduan lengkap agar mudik tetap aman bagi orang dengan penyakit jantung.

Table of Content

1. Konsultasi dengan dokter sebelum berangkat

1. Konsultasi dengan dokter sebelum berangkat

Berkonsultasilah dengan dokter atau dokter spesialis jantung sebelum melakukan perjalanan jauh. Dokter dapat mengevaluasi kondisi kesehatan terkini dan menentukan apakah perjalanan aman dilakukan.

Beberapa pasien mungkin memerlukan penyesuaian obat, pemeriksaan tambahan, atau rekomendasi khusus selama perjalanan. Dalam beberapa kondisi tertentu, misalnya setelah serangan jantung, dokter bahkan dapat menyarankan menunda perjalanan. Menurut sebuah tinjauan klinis, sebagian pasien sebaiknya menunggu setidaknya sekitar dua minggu setelah serangan jantung sebelum melakukan penerbangan.

Selain itu, pasien juga perlu mendiskusikan jenis perjalanan yang akan dilakukan, apakah menggunakan mobil, kereta, kapal, atau pesawat. Setiap moda transportasi memiliki tantangan berbeda bagi jantung.

2. Siapkan menu sahur atau berbuka sendiri, jaga hidrasi dan pola makan

Bekal makanan sehat untuk dibawa orang dengan masalah jantung mudik.
ilustrasi bekal berisi makanan sehat (pexels.com/Antoni Shkraba)

Perjalanan menuju kampung halaman bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan mungkin lebih dari satu hari. Kalau mudik dengan kendaraan pribadi atau bus atau kereta, kamu mungkin membeli makanan di warung atau rumah makan. Akan tetapi, itu belum tentu bersih dan sehat.

Jika memungkinkan, disarankan untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka puasa sendiri dari rumah. Pilih yang tahan lama dan simpel, misalnya ubi kukus, telur rebus, roti gandum, atau buah-buahan.

Perhatikan asupan garam selama perjalanan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Hindari makanan tinggi garam.
  • Batasi makanan olahan dan camilan asin.
  • Pilih makanan yang lebih ringan dan sehat.

Bagi pasien dengan gagal jantung, konsumsi garam berlebihan dapat memicu penumpukan cairan dan memperburuk gejala.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan hidrasi. Dehidrasi dapat memperburuk kerja jantung karena membuat darah lebih kental dan meningkatkan beban sirkulasi. Oleh karena itu, minum air yang cukup selama perjalanan sangat penting.

Hidrasi yang cukup selama perjalanan juga membantu menjaga sirkulasi darah tetap baik dan mengurangi risiko pembekuan darah.

3. Pastikan obat dan dokumen medis lengkap

Perjalanan panjang bisa mengubah jadwal minum obat. Karena itulah pasien penyakit jantung sebaiknya membawa semua obat yang diperlukan untuk seluruh perjalanan, bahkan dengan cadangan tambahan jika terjadi keterlambatan perjalanan.

Pastikan untuk:

  • Membawa obat dalam jumlah cukup untuk seluruh perjalanan.
  • Menyimpan obat di tas yang selalu dibawa (bukan di bagasi).
  • Membawa obat dalam kemasan asli dengan label lengkap.
  • Membawa salinan resep obat atau daftar obat yang digunakan.

Langkah ini penting karena jika terjadi keadaan darurat, tenaga kesehatan dapat segera mengetahui obat apa saja yang dikonsumsi pasien.

4. Hindari duduk terlalu lama

Sejumlah pemudik sedang menunggu keberangkatan bus di area tunggu penumpang Terminal Jatijajar, Kota Depok.
Sejumlah pemudik sedang menunggu keberangkatan bus di area tunggu penumpang Terminal Jatijajar, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Salah satu risiko terbesar dalam perjalanan panjang adalah imobilitas, kondisi duduk terlalu lama tanpa bergerak. Kondisi ini dapat memperlambat aliran darah di kaki dan meningkatkan risiko pembekuan darah, terutama saat perjalanan jauh.

Para ahli menyarankan untuk berdiri atau berjalan setiap 1–2 jam jika memungkinkan. Pada perjalanan darat, berhenti sejenak untuk berjalan ringan juga sangat dianjurkan.

Gerakan sederhana seperti menggerakkan pergelangan kaki atau meregangkan kaki juga dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar selama perjalanan.

5. Gunakan pakaian nyaman dan pertimbangkan stoking kompresi

Pakaian yang nyaman dan longgar membantu menjaga sirkulasi darah tetap baik selama perjalanan. Sepatu yang terlalu sempit atau pakaian yang terlalu ketat dapat memperlambat aliran darah di kaki.

Jika melakukan perjalanan jauh, dokter kadang merekomendasikan penggunaan stoking kompresi. Stoking ini memberikan tekanan ringan pada kaki sehingga membantu mencegah pembentukan bekuan darah, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko seperti penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah. Namun, penggunaan stoking kompresi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

6. Kenali gejala darurat jantung

Seorang pasien penyakit jantung berkonsultasi dengan dokter.
ilustrasi pasien penyakit jantung berkonsultasi dengan dokter (pixabay.com/RazorMax)

Meskipun sudah melakukan persiapan dengan baik, tetapi kondisi darurat tetap bisa terjadi. Karena itu, penting bagi pasien dan keluarga untuk mengenali tanda-tanda serangan jantung.

Berikut ini gejala yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri dada yang menetap lebih dari 15 menit.
  • Nyeri menjalar ke leher, punggung, atau bahu.
  • Sesak napas.
  • Pusing atau lemas mendadak.
  • Keringat dingin.

Jika gejala tersebut muncul selama perjalanan, mencari bantuan medis sesegera mungkin dapat meningkatkan peluang keselamatan secara signifikan. Jadi, pastikan untuk mengetahui lokasi rumah sakit terdekat selama perjalanan.

7. Atur aktivitas saat sampai di tujuan

Setelah tiba di kampung halaman, banyak orang langsung mengikuti berbagai aktivitas Lebaran. Mulai dari silaturahmi, perjalanan antar rumah, hingga kegiatan wisata. Sayangnya, bagi orang dengan penyakit jantung, tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri setelah perjalanan panjang.

Para ahli menyarankan agar aktivitas fisik dilakukan secara bertahap, terutama pada hari pertama setelah perjalanan. Istirahat cukup, tidur berkualitas, serta menjaga pola makan tetap penting agar kondisi jantung tetap stabil.

Pasien penyakit jantung tetap dapat menikmati mudik Lebaran selama perjalanan direncanakan dengan baik. Kuncinya adalah mengenali batas kemampuan tubuh dan tidak memaksakan diri. Dengan persiapan yang tepat dan kewaspadaan terhadap gejala darurat, perjalanan mudik dapat tetap aman dan nyaman bagi kesehatan jantung.

Referensi

American Heart Association. “Travel and Heart Disease.” Diakses Maret 2026.

American Heart Association News. “A Vacation After a Heart Attack or Stroke Needs Some Extra Planning.” Diakses Maret 2026.

Cleveland Clinic. “Planning to Travel? Don’t Let Heart Disease Stop You.” Diakses Maret 2026.

Harvard Health Publishing. “Travel Tips for People with Heart-Related Risks.” Diakses Maret 2026.

Mayo Clinic. “Planning to Travel with Atrial Fibrillation.” Diakses Maret 2026.

ScienceDaily. “Don’t Ignore Heart Attack Symptoms, Especially While Traveling.” Diakses Maret 2026.

Beth Israel Deaconess Medical Center. “Traveling Safely with Heart Disease.” Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nena Zakiah
Nuruliar F
Nena Zakiah
EditorNena Zakiah
Follow Us

Latest in Health

See More