Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Takut Berlebihan saat Melihat Reptil Mungkin, Itu Tanda Herpetophobia

Takut Berlebihan saat Melihat Reptil Mungkin, Itu Tanda Herpetophobia
ilustrasi fobia reptil (unsplash.com/Michaela Kliková)

Herpetophobia adalah ketakutan irasional terhadap semua jenis reptil atau binatang melata. Paling sering adalah terhadap ular dan kadal. Ketakutan berlebihan bisa muncul hanya dengan memikirkan, membicarakan, mendengarkan, bahkan saat melihat gambar atau video reptil.

Fobia ini merupakan jenis gangguan kecemasan yang dapat menimbulkan rasa cemas atau takut yang luar biasa, bahkan dapat menyebabkan serangan panik pada penderitanya saat dihadapkan dengan reptil. Seperti apa gejala, penyebab, serta cara mengatasi herpetophobia? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Gejala herpetophobia bervariasi pada setiap penderitanya

ilustrasi ular (unsplash.com/Eliza Diamond)
ilustrasi ular (unsplash.com/Eliza Diamond)

Herpetophobia dapat memengaruhi penderitanya secara psikologis maupun fisik. Gejala yang ditimbulkan dapat bervariasi dari orang ke orang, begitu pula tingkat keparahannya. Seseorang mungkin merasa sangat ketakutan saat membicarakan reptil, tetapi yang lainnya mungkin masih bisa menoleransinya.

Secara psikologis, herpetophobia dapat menyebabkan rasa takut atau kecemasan yang tidak proporsional dengan ancaman yang ditimbulkan saat berhadapan dengan reptil. Sedangkan secara fisik, herpetophobia dapat menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Peningkatan detak jantung
  • Gemetar
  • Sesak napas
  • Merasa pusing, atau pingsan
  • Sesak dada
  • Perut tidak tenang atau mual
  • Bereaksi berlebihan, seperti teriak sambil menangis saat “berhadapan” dengan reptil
  • Serangan panik
  • Selalu berusaha menjauhi atau menghindari reptil. Di mana kondisi ini dapat berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari

Tak hanya orang dewasa, fobia reptil juga dapat dialami oleh anak-anak. Gejala yang ditimbulkan mungkin berupa anak menangis, mengamuk, ingin terus “menempel” dengan orang tua, atau terdiam “membeku” saat ditunjukkan reptil atau gambarnya saja.

2. Penyebab herpetophobia

ilustrasi reptil (unsplash.com/Timothy Dykes)
ilustrasi reptil (unsplash.com/Timothy Dykes)

Dilansir Verywell Mind, ada sebuah teori yang menjelaskan bahwa herpetophobia merupakan fobia evolusioner. Para ahli teori berpendapat bahwa nenek moyang kita cenderung takut pada hewan, baik vertebrata maupun invertebrata, yang dapat menyebabkan kerusakan. Jadi, banyaknya reptil berbisa di lingkungan bisa menyebabkan herpetophobia berkembang seiring waktu.

Namun, penyebab pasti herpetophobia tidak diketahui secara jelas. Beberapa faktor berikut diperkirakan berkontribusi menyebabkan fobia reptil, termasuk:

  • Pengalaman buruk
  • Budaya, misalnya persepsi terhadap ular sebagai hewan mitologi, cerita rakyat, dan teks agama di seluruh dunia
  • Genetika yang dapat diturunkan dari orang tua yang memiliki ketakutan pada hal yang sama
  • Pemrosesan rasa takut, di mana setiap orang memiliki cara sendiri dalam memproses perasaan, seperti cemas dan takut. Orang yang secara alami lebih cemas atau takut dapat membuat mereka lebih mungkin mengembangkan fobia

3. Bagaimana cara mengatasi herpetophobia?

ilustrasi kadal (pixabay.com/invitro)
ilustrasi kadal (pixabay.com/invitro)

Pengobatan herpetophobia biasanya melibatkan terapi dan obat-obatan, seperti terapi eksposur (paparan), terapi perilaku kognitif, dan beberapa obat-obatan psikiatri.

Terapi eksposur dilakukan dengan meningkatkan secara bertahap tingkat ekspos (paparan) terhadap reptil dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya untuk mengurangi kepekaan terhadap ketakutan yang dialami, di mana semakin sering terpapar, semakin rendah juga hal itu menyebabkan gangguan

Pengobatan lain yang juga sangat umum adalah terapi perilaku kognitif. Ini sering kali dilakukan secara bersamaan dengan terapi eksposur yang bertujuan untuk mengidentifikasi mengapa seseorang merasa ketakutan pada hal tersebut.

Perawatan dengan obat-obatan sangat jarang digunakan. Ini biasanya diresepkan untuk mengatasi gejala dalam waktu singkat. Obat-obatan seperti benzodiazepin, beta-blocker, dan penghambat reuptake serotonin selektif adalah beberapa jenis yang dapat membantu.

4. Upaya lain yang dapat membantu mengatasi kecemasan karena herpetophobia

ilustrasi meditasi (unsplash.com/Benjamin Child)
ilustrasi meditasi (unsplash.com/Benjamin Child)

Selain mendapatkan perawatan seperti yang disebutkan sebelumnya, penderita juga bisa melakukan upaya lain untuk mengatasi gejala, seperti:

  • Yoga dan meditasi untuk menurunkan stres dan membuat diri menjadi lebih tenang
  • Menghindari stimulan seperti kafein yang dapat memicu perasaan cemas
  • Menerapkan gaya hidup sehat
  • Jangan ragu untuk membicarakan ketakutan maupun kecemasan dengan orang lain, seperti dengan tergabung pada kelompok pendukung tertentu yang memiliki ketakutan pada hal yang sama.

5. Kapan harus menemui profesional?

ilustrasi konsultasi dengan psikiater (pixabay.com/Sozavisimost)
ilustrasi konsultasi dengan psikiater (pixabay.com/Sozavisimost)

Fobia spesifik seperti herpetophobia biasanya membutuhkan bantuan profesional ketika gejala yang dialami sudah sangat mengganggu kehidupan, misalnya:

  • Menurunkan produktivitas
  • Adanya hubungan yang tegang dengan lingkungan, seperti teman atau keluarga
  • Berdampak pada interaksi atau aktivitas sosial
  • Mengganggu melakukan tugas sehari-hari

Itulah beberapa informasi menarik mengenai fobia reptil atau herpetophobia. Ada yang mengalami jenis fobia ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Pilih Warna Kamar Tidurmu, Ini Dampaknya ke Psikologis

04 Apr 2026, 04:50 WIBHealth