Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hiperpituitarisme: Gejala, Penyebab, Penanganan

Hiperpituitarisme: Gejala, Penyebab, Penanganan
ilustrasi kelenjar pituitari (rush.edu)
Intinya Sih
  • Hiperpituitarisme adalah kondisi ketika kelenjar pituitari menghasilkan kelebihan hormon hipofisis.
  • Kondisi ini memengaruhi banyak fungsi tubuh, seperti pigmentasi kulit, pubertas, pertumbuhan, aktivitas tiroid, fungsi seksual, reproduksi, dan produksi ASI pada perempuan.
  • Pengobatan hiperpituitarisme akan bervariasi berdasarkan diagnosis spesifik dari kondisi yang ditimbulkannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hiperpituitarisme adalah kondisi ketika kelenjar pituitari menghasilkan kelebihan hormon hipofisis.

Hiperpituitarisme, atau juga disebut gangguan hipofisis, dapat memengaruhi banyak fungsi tubuh, seperti pigmentasi kulit, pubertas, pertumbuhan, aktivitas tiroid, fungsi seksual, reproduksi, dan produksi ASI pada perempuan.

Gangguan hipofisis disebut juga gangguan kelenjar hipofisis atau penyakit hipofisis. Hiperpituitarisme adalah salah satu jenis gangguan hipofisis. Ada dua jenis penyakit hipofisis. Tipe kedua adalah hipopituitarisme, yaitu kekurangan produksi hormon hipofisis.

1. Mengenal kelenjar pituitari

Kelenjar pituitari memainkan peran utama dalam mengendalikan cara kerja tubuh. Ini adalah kelenjar endokrin berbentuk ceri seukuran kacang polong yang terletak di dekat dasar otak. Kelenjar endokrin melepaskan (menyekresi) hormon ke dalam aliran darah yang mengontrol fungsi tubuh.

Sistem endokrin memengaruhi hampir setiap sel dan organ dalam tubuh. Kadang-kadang hipofisis disebut "kelenjar utama" karena mengontrol aktivitas kelenjar endokrin lainnya. Yang terpenting, ini mengontrol aktivitas kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dan kelenjar gonad (ovarium atau testis).

Bayangkan kelenjar pituitari seperti termostat. Termostat secara konstan mengecek suhu di rumah untuk membuat kamu tetap nyaman. Ini mengirimkan sinyal ke sistem pemanas dan pendingin untuk naik atau turun—dan berapa derajat— untuk menjaga suhu udara tetap konstan.

Kelenjar pituitari memantau fungsi tubuh dengan cara yang hampir sama. Kelenjar pituitari mengirimkan sinyal ke organ dan kelenjar untuk memberi tahu mereka fungsi apa yang dibutuhkan dan kapan. Pengaturan yang tepat untuk tubuh tergantung pada banyak hal, termasuk jenis kelamin, distribusi berat badan, dan seberapa aktif kamu.

Pembuluh darah menghubungkan kelenjar pituitari ke bagian otak yang disebut hipotalamus. Otak memberi tahu kelenjar pituitari untuk menambah atau mengurangi sekresi hormon tertentu.

Kelenjar pituitari terdiri dari tiga bagian: lobus anterior, intermedia, dan posterior.

Lobus anterior

Lobus anterior membentuk sekitar 80 persen dari kelenjar pituitari dan melepaskan hormon-hormon ini:

  • Hormon adrenokortikotropik (ACTH): Hormon ini membuat kelenjar adrenal memproduksi hormon steroid, terutama kortisol. Kortisol adalah hormon stres utama tubuh, yang menjaga peradangan turun dan tekanan darah stabil.
  • Hormon pertumbuhan (GH): Hormon ini mengatur pertumbuhan tubuh (terutama pada anak-anak), metabolisme, dan komposisi tubuh (seperti berapa banyak lemak, otot dan cairan yang dimiliki).
  • Hormon perangsang tiroid (TSH): Hormon ini menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang mengontrol berapa banyak energi yang dimiliki.
  • Gonadotropin, yaitu luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH): Hormon ini menyebabkan ovarium dan testis mengeluarkan hormon seks yang diperlukan untuk reproduksi.
  • Prolaktin: Hormon ini merangsang produksi ASI pada orang setelah mereka melahirkan.

Lobus intermedia

Lobus intermedia hanya mengeluarkan satu hormon, yaitu hormon perangsang melanosit. Hormon ini memengaruhi pigmentasi kulit.

Lobus posterior

Lobus posterior menyimpan dan melepaskan dua hormon yang diproduksi oleh hipotalamus:

  • Hormon antidiuretik (ADH): Hormon ini mengontrol keseimbangan air dan elektrolit.
  • Oksitosin: Hormon ini mengatur kontraksi rahim selama persalinan dan produksi dan pengeluaran ASI.

2. Gangguan hipofisis yang terkait hiperpituitarisme

ilustrasi hiperpituitarisme (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi hiperpituitarisme (pexels.com/MART PRODUCTION)

Ada sejumlah gangguan adrenal yang dapat berkembang sebagai akibat dari hiperpituitarisme (kelenjar hipofisis yang terlalu aktif), yaitu:

  • Sindrom Cushing (hiperkortisolisme): Jika kelenjar pituitari mengeluarkan terlalu banyak ACTH, kelenjar adrenal dapat melepaskan terlalu banyak kortisol. Selain menjadi “hormon stres”, kortisol mengatur metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Ini juga terlibat dalam respons peradangan dan kekebalan tubuh.
  • Akromegali: Gangguan ini adalah kondisi langka namun serius yang terjadi ketika tubuh melepaskan hormon pertumbuhan (GH) tingkat tinggi ke dalam aliran darah, menyebabkan tulang dan jaringan tumbuh dengan cara yang tidak normal.
  • Hipertiroidisme: Jika tumor hipofisis (adenoma) menyebabkan kelebihan produksi TSH (yang sangat jarang), kelenjar tiroid akan menjadi hiperaktif. Kondisi ini juga disebut tiroid yang terlalu aktif dan dapat meningkatkan metabolisme, ritme detak jantung, dan kecemasan.
  • Hipotiroidisme: Jika adenoma hipofisis menyebabkan kelenjar hipofisis membuat terlalu sedikit TSH, kelenjar tiroid mungkin menjadi hipoaktif. Hipotiroidisme yang disebabkan oleh tumor hipofisis non-kanker (jinak) jarang terjadi.
  • Prolaktinoma: Tumor jinak pada kelenjar pituitari yang dikenal sebagai prolaktinoma dapat menyebabkan kelenjar mengeluarkan terlalu banyak prolaktin. Kadar prolaktin yang tinggi dapat mengganggu fungsi reproduksi normal dengan mengganggu hormon yang diproduksi oleh testis atau ovarium.

3. Gejala

Hiperpituitarisme bisa menyebabkan beberapa kondisi. Gejalanya bervariasi menurut kondisi.

Gejala prolaktinoma atau galaktorea

  • Kelelahan.
  • Berkurangnya gairah seks.
  • Infertilitas.
  • Masalah reproduksi.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Nyeri payudara.
  • Tidak ada menstruasi.

Gejala lainnya dari prolaktinoma adalah produksi ASI pada perempuan yang tidak hamil. Jarang, laki-laki juga dapat memproduksi ASI.

Gejala penyakit Cushing

  • Tulang rapuh.
  • Peningkatan jumlah rambut di wajah.
  • Memar.
  • Kenaikan berat badan.
  • Stretch mark berwarna keunguan.

Hipertiroidisme

  • Lemah otot.
  • Detak jantung cepat.
  • Kehilangan berat badan.
  • Kelelahan.
  • Detak jantung tidak normal. 
  • Gugup.

Akromegali

  • Stretch mark.
  • Sakit kepala.
  • Periode menstruasi abnormal.
  • Lidah besar.
  • Keringat parah.
  • Bau badan.
  • Tangan berukuran besar.
  • Kaki berukuran besar.
  • Ketidaknyamanan pada sendi.
  • Gerak terbatas.
  • Skin tag.
  • Suara serak.
  • Disfungsi ereksi.
  • Pembesaran dada.

Hipotiroidisme

  • Kabut otak.
  • Intoleransi terhadap dingin.
  • Konstipasi.
  • Rambut dan kulit kering dan kasar.
  • Penurunan minat seksual.
  • Periode menstruasi yang berat dan sering.
  • Kelelahan.
  • Peningkatan berat badan.

4. Penyebab

ilustrasi hiperpituitarisme (pexels.com/Lucas Guimarães Bueno)
ilustrasi hiperpituitarisme (pexels.com/Lucas Guimarães Bueno)

Hiperpituitarisme biasanya disebabkan oleh tumor hipofisis. Ketika tumor tumbuh, mereka kadang-kadang sangat menekan kelenjar pituitari, melukai jaringan. Tumor hipofisis non-kanker adalah penyebab paling umum dari kedua jenis gangguan hipofisis.

Ketika tumor ini tumbuh, itu memaksa kelenjar pituitari untuk tidak berfungsi dengan menghasilkan kelebihan hormon tertentu. Hormon-hormon ini memengaruhi reproduksi, metabolisme, pertumbuhan, dan proses tubuh lainnya yang membuat kamu tetap sehat.

5. Diagnosis

Tes diagnostik hiperpituitarisme tergantung pada gejala dan riwayat medis. Setelah mendiskusikan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan menentukan tes diagnostik mana yang harus digunakan. Jenis tes mungkin termasuk:

  • Tes darah.
  • Tes toleransi glukosa oral.
  • Tes pengambilan sampel darah khusus.
  • Tes pencitraan dengan MRI atau CT scan jika tumor dicurigai.

Dokter mungkin menggunakan satu atau kombinasi dari tes-tes di atas.

6. Penanganan

ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Pengobatan hiperpituitarisme akan bervariasi berdasarkan diagnosis spesifik dari kondisi yang ditimbulkannya. Namun, perawatan dapat mencakup satu atau lebih hal berikut:

Obat-obatan

Jika tumor menyebabkan hiperpituitarisme, maka obat-obatan dapat mengecilkannya. Ini dapat dilakukan sebelum operasi untuk mengangkat tumor. Obat juga dapat digunakan pada tumor jika operasi bukan merupakan pilihan. Untuk kondisi hiperpituitarisme lainnya, obat-obatan dapat membantu mengobati atau mengelolanya.

Kondisi yang mungkin memerlukan pengobatan untuk manajemen atau perawatan meliputi:

  • Prolaktinoma: Obat-obatan dapat menurunkan kadar prolaktin.
  • Akromegali atau gigantisme: Obat dapat menurunkan jumlah hormon pertumbuhan.

Operasi

Pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor dari kelenjar pituitari. Jenis operasi ini disebut transsphenoidal adenomectomy.

Untuk mengangkat tumor, dokter bedah akan membuat sayatan kecil di bibir atas atau hidung. Sayatan ini akan memungkinkan ahli bedah untuk sampai ke kelenjar pituitari dan mengangkat tumor. Jika dilakukan oleh ahli bedah berpengalaman, jenis operasi ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 80 persen.

Radiasi

Radiasi adalah pilihan lain jika seseorang tidak dapat menjalani operasi untuk mengangkat tumor. Ini juga dapat membantu menghilangkan jaringan tumor yang mungkin tertinggal dari operasi sebelumnya. Selain itu, radiasi dapat digunakan untuk tumor yang tidak merespons obat.

Ada dua jenis radiasi yang dapat digunakan:

  • Terapi radiasi konvensional: Dosis kecil diberikan selama periode empat sampai enam minggu. Jaringan di sekitarnya mungkin rusak selama jenis terapi radiasi ini.
  • Terapi stereotaktik: Sinar radiasi dosis tinggi ditujukan pada tumor. Ini biasanya dilakukan dalam satu sesi. Jika dilakukan dalam satu sesi, kemungkinan kerusakan jaringan di sekitarnya lebih kecil. Ini mungkin memerlukan terapi penggantian hormon yang berkelanjutan sesudahnya.

Perubahan hormon yang datang dengan hiperpituitarisme dapat mengganggu hidup. Catatlah setiap gejala, bersama tanggal, dan bawa ini saat konsultasi ke dokter. Jika kamu telah didiagnosis dengan kondisi apa pun yang terkait hiperpituitarisme, beri tahu dokter tentang perubahan gejala atau gejala baru yang kamu alami.

Referensi

Gounden V, Basit H, Anastasopoulou C, et al. Hyperpituitarism. [Updated 2024 Feb 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482233/
Cleveland Clinic. Diakses pada Mei 2024. Hyperpituitarism (Overactive Pituitary Gland)
Baptist Health. Diakses pada Mei 2024. HYPERPITUITARISM.
Healthline. Diakses pada Mei 2024. Hyperpituitarism.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More