ilustrasi seorang ibu sedang menyusui bayinya (magnific.com/freepik)
Jika ibu menyusui didiagnosis TBC, langkah paling aman adalah segera mulai pengobatan TBC dan patuh minum obat sesuai arahan dokter.
Jangan menghentikan obat karena takut ASI “tercemar”. Pengobatan justru menjadi cara utama untuk menurunkan risiko penularan ke bayi.
Saat masih dalam masa menular, pakai masker saat dekat bayi, cuci tangan sebelum menyusui atau memerah ASI, tutup mulut saat batuk, buang tisu dengan benar, dan pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Apabila dokter menyarankan jeda menyusui langsung, ibu tetap bisa memerah ASI agar produksi ASI terjaga.
Kesimpulannya, ibu dengan TBC tidak otomatis harus berhenti menyusui. ASI tetap bisa menjadi sumber nutrisi penting bagi bayi. Yang perlu dikelola adalah risiko penularan lewat udara, kecocokan obat, status menular ibu, dan perlindungan untuk bayi.
Dengan pengobatan yang tepat dan pemantauan tenaga kesehatan, banyak ibu dengan TBC tetap dapat menyusui bayinya dengan aman.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Tuberculosis: Causes and How It Spreads.” Updated January 17, 2025.
CDC. “Tuberculosis Clinical Care and Treatment During Pregnancy.” Diakses Juli 2026.
CDC. “Contraindications to Breastfeeding.” Diakses Juli 2026.
World Health Organization. “Management of Asymptomatic Neonates of Mothers with TB.” WHO TB Knowledge Sharing Platform: Operational Handbook, Module 5.
National Library of Medicine. “Isoniazid.” Drugs and Lactation Database (LactMed®). Diakses Juli 2026.
National Library of Medicine. “Rifampin.” Drugs and Lactation Database (LactMed®). Diakses Juli 2026.
Loveday, M., S. Hlangu, and J. Furin. “Breastfeeding in Women Living with Tuberculosis.” International Journal of Tuberculosis and Lung Disease 24, no. 9 (2020): 880–891.
Algharably, Engi Abdelhady, Reinhold Kreutz, and Ursula Gundert-Remy. “Infant Exposure to Antituberculosis Drugs via Breast Milk and Assessment of Potential Adverse Effects in Breastfed Infants: Critical Review of Data.” Pharmaceutics 15, no. 4 (2023): 1228.