Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Titik Akupresur yang Bisa Bantu Redakan Gejala GERD

3 Titik Akupresur yang Bisa Bantu Redakan Gejala GERD
ilustrasi pijat di titik akupresur di lengan (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Akupresur dapat dicoba sebagai terapi pendamping untuk membantu meredakan keluhan GERD, tetapi bukan pengganti obat atau pemeriksaan dokter.

  • Titik yang sering dikaitkan dengan keluhan pencernaan dan refluks antara lain PC6 atau Neiguan, ST36 atau Zusanli, dan CV12 atau Zhongwan.

  • Jika GERD sering kambuh, disertai sulit menelan, muntah darah, berat badan turun, atau nyeri dada, jangan hanya mengandalkan akupresur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kambuhnya gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa merusak suasana. Rasa panas di dada dan asam yang naik ke tenggorokan bisa bikin serba salah. Mau rebahan tidak nyaman, mau makan takut kambuh, mau minum obat terus-menerus juga bikin khawatir.

Akupresur bisa kamu coba untuk membantu meredakan GERD. Teknik ini dilakukan dengan memberi tekanan pada titik tertentu di tubuh menggunakan jari. Beberapa orang menggunakannya untuk membantu mual, rasa tidak nyaman di perut, atau stres yang dapat memperburuk gangguan pencernaan.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa bukti untuk akupresur khusus GERD masih terbatas. Sebagian riset yang lebih banyak tersedia meneliti akupunktur atau elektroakupunktur, bukan akupresur mandiri.

Akupresur tidak menggantikan pengobatan medis, tetapi bisa melengkapi bersama perubahan gaya hidup.

Table of Content

1. PC6 atau Neiguan di area lengan

1. PC6 atau Neiguan di area lengan

PC6 atau Neiguan adalah salah satu titik yang paling sering dikaitkan dengan mual dan keluhan pencernaan. Letaknya di lengan bawah bagian dalam, sekitar tiga jari dari lipatan pergelangan tangan, di antara dua tendon besar.

Cara mencobanya:

  • Letakkan tiga jari dari lipatan pergelangan tangan ke arah siku.
  • Tekan titik di antara dua tendon dengan ibu jari.
  • Beri tekanan lembut hingga sedang selama 1–2 menit, sambil bernapas pelan.
  • Ulangi di sisi tangan lainnya.

PC6 sering muncul dalam studi akupunktur untuk gangguan pencernaan. Pada studi GERD, kombinasi titik yang digunakan antara lain Neiguan atau PC6, Zusanli atau ST36, dan Zhongwan atau CV12.

Akupunktur telah diteliti untuk berbagai kondisi, termasuk mual dan muntah terkait pengobatan kanker, meski efeknya dapat dipengaruhi banyak faktor dan tidak selalu bisa disamaratakan untuk semua keluhan.

2. ST36 atau Zusanli di area lutut

ST36 atau Zusanli sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk keluhan pencernaan. Letaknya di tungkai bawah, sekitar empat jari di bawah tempurung lutut, sedikit ke sisi luar tulang kering.

Cara mencobanya:

  • Duduk dengan lutut ditekuk.
  • Cari area di bawah lutut bagian luar, lalu tekan dengan ibu jari atau buku jari secara lembut.
  • Pijat memutar selama 1–2 menit di masing-masing kaki.

Dalam studi dan tinjauan terkait GERD, ST36 termasuk titik yang sering digunakan, terutama bersama PC6 dan CV12.

Tinjauan tentang neuromodulasi GERD menyebut ST36 sebagai titik yang paling sering digunakan dalam studi transcutaneous electrical acustimulation, sementara kombinasi ST36, PC6, dan CV12 sering muncul dalam studi akupunktur manual.

3. CV12 atau Zhongwan di perut

Seorang terapis akupunktur memegang tangan pasien wanita di ruang terapi yang terang dengan suasana tenang dan nyaman.
ilustrasi terapis akupunktur (unsplash.com/Antonika Chanel)

CV12 atau Zhongwan berada di garis tengah perut, kira-kira di antara ujung bawah tulang dada dan pusar. Titik ini sering dikaitkan dengan keluhan perut bagian atas, rasa penuh, mual, atau rasa tidak nyaman setelah makan.

Cara mencobanya harus lebih hati-hati:

  • Tekan perlahan dengan dua atau tiga jari, bukan tekanan dalam.
  • Lakukan 30–60 detik sambil duduk tegak dan bernapas perlahan.
  • Hindari menekan titik ini tepat setelah makan besar, saat perut sangat nyeri, hamil, ada hernia, luka, atau benjolan di area perut.

CV12 juga muncul dalam studi akupunktur untuk refluks. Salah satu uji klinis pada pasien GERD menggunakan titik CV12, ST36, SP6, dan PC6 selama beberapa minggu. Namun, ini merupakan studi akupunktur, bukan akupresur rumahan.

Cara aman mencoba akupresur saat GERD kambuh

Akupresur bukan pengganti terapi utama, sebaiknya dilakukan sebagai pendamping.

Tekan dengan lembut sampai terasa nyaman, bukan sampai nyeri. Cukup: 1–2 menit per titik, 1–2 kali sehari, atau saat keluhan ringan mulai terasa.

Jangan melakukan akupresur di area yang memar, bengkak, luka, mengalami infeksi, ada varises besar, atau terasa sangat nyeri.

Pada ibu hamil, orang dengan gangguan pembekuan darah, sedang memakai obat pengencer darah, punya penyakit kronis berat, atau sedang menjalani terapi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu sebelum mencoba terapi komplementer.

Pendekatan komplementer sebaiknya tidak digunakan untuk menunda pemeriksaan medis pada masalah kesehatan.

Supaya hasilnya optimal, tetap kombinasikan akupresur dengan langkah-langkah lainnya yang sudah terbukti, seperti:

  • Penurunan berat badan pada pasien overweight atau obesitas.
  • Menghindari makan 2–3 jam sebelum berbaring.
  • Meninggikan kepala tempat tidur sekitar 6–10 inci untuk keluhan refluks malam hari. Menumpuk bantal biasa tidak selalu efektif karena hanya menekuk leher, bukan meninggikan tubuh bagian atas.

Kapan perlu menemui dokter untuk mengatasi GERD?

Segera periksa jika keluhan GERD disertai sulit menelan, nyeri saat menelan, muntah darah, tinja berwarna hitam, berat badan turun tanpa penyebab jelas, anemia, muntah berulang, nyeri dada, atau gejala baru yang muncul setelah usia lebih tua.

Nyeri dada juga perlu dianggap serius karena bisa berasal dari jantung, bukan hanya asam lambung.

Jika GERD sering kambuh lebih dari dua kali seminggu, mengganggu tidur, atau membuat kamu bergantung pada obat bebas terus-menerus, sebaiknya temui dokter untuk evaluasi.

Akupresur boleh menjadi cara tambahan untuk membantu tubuh lebih rileks, tetapi akar masalah GERD tetap perlu ditangani.

Titik akupresur seperti PC6, ST36, dan CV12 dapat dicoba sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan keluhan ringan yang berkaitan dengan GERD, terutama mual, rasa tidak nyaman di perut, atau ketegangan tubuh saat gejala muncul.

Namun, bukti ilmiah untuk akupresur khusus GERD masih terbatas, dan sebagian besar data yang tersedia berasal dari studi akupunktur atau stimulasi titik akupunktur.

Jadi, gunakan akupresur bisa menjadi bagian dari strategi harian, tetapi bukan pengganti perubahan gaya hidup sesuai kondisi dan pengobatan dari dokter.

Referensi

Zhu, Jing, et al. “Acupuncture for the Treatment of Gastro-Oesophageal Reflux Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis.” Acupuncture in Medicine 35, no. 5 (2017): 316–323.

Zhang, C., et al. “Clinical Study on the Treatment of Gastroesophageal Reflux by Acupuncture.” Journal of Traditional Chinese Medicine 30, no. 3 (2010): 197–201.

Woo, Ji Yoon, et al. “Neuromodulation for Gastroesophageal Reflux Disease.” Journal of Translational Gastroenterology 1, no. 2 (2023): 95–106.

Katz, Philip O., et al. “ACG Clinical Guideline for the Diagnosis and Management of Gastroesophageal Reflux Disease.” American Journal of Gastroenterology 117, no. 1 (2022): 27–56.

American College of Gastroenterology. “Acid Reflux/GERD.” Diakses Juli 2026.

National Center for Complementary and Integrative Health. “Acupuncture: Effectiveness and Safety.” Diakses Juli 2026.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More