Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jenis Operasi yang Bisa Dilakukan saat Pasien Tetap Sadar

5 Jenis Operasi yang Bisa Dilakukan saat Pasien Tetap Sadar
ilustrasi pasien yang akan menjalani opeasi dalam keadaan sadar (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Tidak semua operasi membutuhkan butuh bius total. Anestesi lokal atau regional dapat menghilangkan rasa sakit sambil membuat pasien tetap sadar.

  • Operasi yang dapat dilakukan saat sadar antara lain awake craniotomy, operasi katarak, operasi caesar, beberapa operasi tangan, dan operasi hernia terbuka tertentu.

  • Sadar selama operasi dengan anestesi lokal/regional berbeda dari terbangun tanpa sengaja saat anestesi umum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Operasi identik dengan bius total atau anestesi umum. Namun, pada beberapa jenis operasi, pasien justru dibutuhkan dalam kondisi sadar—dapat mendengar dokter berbicara, menjawab pertanyaan, bahkan menggerakkan anggota tubuh ketika diminta.

Anestesi lokal mematikan rasa pada area kecil tubuh, sedangkan anestesi regional memblokir rasa sakit pada bagian tubuh yang lebih luas. Pasien dapat tetap sadar, meskipun terkadang diberikan obat sedasi agar lebih rileks atau mengantuk.

Yuk ketahui apa saja jenis operasi yang membutuhkan partisipasi pasien selama prosedur berlangsung.

  1. 1. Operasi otak atau awake craniotomy

    Awake craniotomy dapat dilakukan ketika tumor atau area penyebab epilepsi berada dekat bagian otak yang mengontrol kemampuan penting, seperti berbicara, bergerak, atau melihat. Saat bagian tertentu dari operasi berlangsung, pasien dapat diminta berbicara, menghitung, melihat gambar, atau menggerakkan tubuh.

    Respons tersebut membantu dokter melakukan brain mapping dan menghindari jaringan yang menjalankan fungsi penting. Kulit kepala tetap diberi anestesi dan obat untuk menjaga kenyamanan. Menariknya, jaringan otak sendiri tidak memiliki kemampuan merasakan nyeri seperti kulit.

    Studi tahun 2024 yang membandingkan operasi glioma hemisfer kanan saat sadar dengan anestesi umum menemukan lebih sedikit defisit neurologis jangka panjang pada kelompok awake surgery, meskipun pemilihan pasien dan karakteristik tumor turut memengaruhi hasil.

  2. 2. Operasi katarak

    Operasi katarak umumnya dilakukan dengan anestesi lokal berupa tetes mata, suntikan, atau kombinasi keduanya. Pasien tetap sadar namun seharusnya tidak merasakan sakit.

    Selama prosedur, pasien mungkin masih melihat cahaya, warna, atau gerakan, tetapi biasanya tidak melihat detail operasinya. Lensa mata yang keruh kemudian dikeluarkan dan diganti dengan lensa buatan.

    Studi terhadap lebih dari 19.000 operasi katarak menunjukkan bahwa operasi dapat dilakukan menggunakan berbagai teknik anestesi lokal, termasuk anestesi topikal, dengan tingkat kepuasan terhadap pengendalian nyeri yang tinggi.

  3. 3. Operasi caesar

    Ilustrasi persalinan caesar yang menggambarkan proses kelahiran bayi melalui prosedur operasi medis.
    ilustrasi persalinan caesar (pexels.com/Hannah Barata)

    Ibu yang menjalani operasi caesar biasanya tetap sadar. Spinal atau epidural dapat membuat tubuh dari sekitar pinggang ke bawah mati rasa sementara ibu tetap sadar. Karena itu, ibu dapat mendengar tangisan pertama bayi dan, jika kondisi memungkinkan, segera melihat atau memegangnya.

    Anestesi umum dapat diperlukan pada kondisi tertentu, misalnya ketika anestesi regional tidak dapat diberikan atau situasinya membutuhkan tindakan sangat cepat.

    Studi terhadap 46 uji klinis dengan 3.689 perempuan menemukan bahwa teknik spinal dan epidural memberikan hasil neonatal yang baik dibandingkan anestesi umum pada sejumlah parameter, meskipun kualitas bukti dan hasil berbeda antarstudi.

  4. 4. Beberapa operasi tangan dan pergelangan tangan

    Carpal tunnel release, perbaikan tendon, trigger finger, dan sejumlah operasi tangan lainnya dapat dilakukan menggunakan teknik wide-awake local anesthesia no tourniquet (WALANT).

    Pasien diberi anestesi lokal, umumnya lidocaine dengan epinephrine, dan tetap sadar sepanjang operasi. Keuntungan uniknya, dokter dapat meminta pasien menggerakkan jari atau tangan saat operasi untuk melihat secara langsung apakah tendon atau struktur yang diperbaiki sudah bekerja sebagaimana mestinya.

    Sebuah tinjauan terhadap 12 studi acak menemukan WALANT dikaitkan dengan nyeri intraoperatif yang lebih rendah dibandingkan beberapa teknik anestesi regional konvensional, tanpa memperpanjang waktu operasi.

  5. 5. Beberapa operasi hernia terbuka

    Tidak semua operasi hernia butuh anestesi umum.

    Pada prosedur open inguinal hernia repair, anestesi lokal atau spinal dapat digunakan pada pasien tertentu sehingga ia tetap sadar sementara daerah operasi dibuat mati rasa.

    Di sisi lain, operasi hernia dengan teknik laparoskopi umumnya membutuhkan anestesi umum.

    Pemilihan anestesi bergantung pada ukuran dan lokasi hernia, jenis operasi, kondisi kesehatan pasien, serta pertimbangan tim bedah dan anestesi.

  6. Mengapa pasien bisa sadar tanpa merasakan sakit?

    Ilustrasi proses operasi pembedahan oleh tim medis di ruang operasi dengan peralatan bedah steril.
    ilustrasi proses operasi pembedahan (pexels.com/@vidalbalielojrfotografia)

    Anestesi lokal dan regional memblokir sinyal nyeri dari bagian tubuh yang dioperasi. Pasien mungkin masih merasakan tekanan, tarikan, sentuhan, atau gerakan tanpa mengalami rasa sakit tajam. Sedasi juga dapat diberikan sehingga pasien merasa rileks, mengantuk, atau bahkan tidak mengingat seluruh prosedurnya.

    Beda halnya dengan anesthesia awareness, yaitu seseorang secara tidak sengaja menyadari lingkungan atau kejadian selama prosedur yang seharusnya dilakukan dalam anestesi umum. Pada operasi dengan anestesi lokal atau regional, pasien memang direncanakan untuk tetap sadar.

    Tidak semua pasien atau operasi cocok menggunakan pendekatan ini. Jenis prosedur, kemampuan pasien untuk tetap tenang dan bekerja sama, kondisi kesehatan, serta kemungkinan operasi berubah menjadi lebih kompleks semuanya dipertimbangkan sebelum dokter menentukan jenis anestesi.

    Referensi

    American Society of Anesthesiologists, “Types of Anesthesia,” Made for This Moment, diakses Agustus 2026.

    Mayo Clinic, “Awake Brain Surgery,” diakses Agustus 2026.

    Matteo Zanello et al., “Functional and Oncological Outcomes after Right Hemisphere Glioma Resection in Awake versus Asleep Patients: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Acta Neurochirurgica (2024), https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38625548/.

    Joanne Katz et al., “Injectable versus Topical Anesthesia for Cataract Surgery: Patient Perceptions of Pain and Side Effects,” Ophthalmology 107, no. 11 (2000): 2054–2060, https://doi.org/10.1016/S0161-6420(00)00359-6.

    Y. J. Kim et al., “Comparison between General, Spinal, Epidural, and Combined Spinal-Epidural Anesthesia for Cesarean Delivery: A Network Meta-Analysis,” International Journal of Obstetric Anesthesia 37 (2019): 5–15, https://doi.org/10.1016/j.ijoa.2018.09.012.

    Joey S. Kurtzman, Jennifer I. Etcheson, and Steven M. Koehler, “Wide-Awake Local Anesthesia with No Tourniquet: An Updated Review,” Plastic and Reconstructive Surgery Global Open 9, no. 3 (2021): e3507, https://doi.org/10.1097/GOX.0000000000003507.

    Hugo Zimmermann et al., “Wide-Awake Local Anesthesia No Tourniquet in Hand Surgery: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Hand Surgery and Rehabilitation (2024): 101778, https://doi.org/10.1016/j.hansur.2024.101778.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More