Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Hot Mat Pilates dan Apa Bedanya dengan Pilates Biasa?

Apa Itu Hot Mat Pilates dan Apa Bedanya dengan Pilates Biasa?
ilustrasi mat pilates (pexels.com/Ahmet Kurt)
  • Hot mat pilates adalah pilates matras di ruangan bersuhu sekitar 27–40 derajat Celcius, memakai gerakan dasar seperti hundred, roll-up, bridge, serta latihan otot perut, bokong, dan kaki.

  • Dibanding pilates biasa, suhu panas membuat tubuh lebih cepat berkeringat, denyut jantung meningkat, latihan terasa lebih melelahkan, dan otot terasa lebih hangat untuk bergerak.

  • Pilates biasa cocok untuk belajar teknik atau yang tidak nyaman panas; hot mat pilates menawarkan intensitas tambahan, tetapi perlu hidrasi dan berhenti bila pusing, mual, lemas, atau sesak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pilates dikenal sebagai olahraga yang mengandalkan gerakan terkontrol, pernapasan, keseimbangan, dan kekuatan otot inti. Namun, belakangan muncul variasi pilates yang membuat latihan terasa lebih intens, yaitu hot mat pilates.

Sesuai namanya, latihan ini dilakukan di atas matras dalam ruangan bersuhu panas. Gerakannya tetap mengadaptasi prinsip dasar pilates, tetapi tambahan panas membuat tubuh lebih cepat berkeringat dan latihan terasa lebih menantang. Lantas, apa sebenarnya hot mat pilates dan apa bedanya dengan pilates biasa?

  1. 1. Apa itu hot mat pilates?

    Hot mat pilates adalah latihan pilates berbasis matras yang dilakukan di ruangan dengan suhu yang sengaja dinaikkan. Suhu kelas biasanya berada di kisaran 27–40 derajat Celsius, meski setiap studio dapat menerapkan suhu yang berbeda.

    Latihan ini tetap menggunakan gerakan khas mat pilates, seperti hundred, roll-up, leg circle, bridge, hingga berbagai gerakan untuk melatih otot perut, bokong, dan kaki. Bedanya, tubuh harus melakukan semua gerakan tersebut dalam kondisi lingkungan yang lebih panas.

    Panas membuat tubuh lebih cepat hangat dan berkeringat. Akibatnya, gerakan yang sebenarnya familier dari kelas pilates biasa bisa terasa lebih berat. Denyut jantung juga dapat meningkat karena tubuh harus bekerja untuk mempertahankan suhu normal.

    Jadi, hot mat pilates bukan jenis pilates yang sepenuhnya berbeda. Bisa dibilang, ini adalah pilates yang diberi tambahan tantangan berupa lingkungan panas.

  2. 2. Apa bedanya hot mat pilates dan pilates biasa?

    Perbedaan paling jelas terletak pada suhu ruangan. Pilates biasa umumnya dilakukan dalam ruangan dengan suhu yang nyaman, sedangkan hot mat pilates menggunakan suhu yang lebih tinggi. Selain itu, ada beberapa hal lain yang membuat pengalaman keduanya terasa berbeda:

    • Tubuh lebih cepat berkeringat

    Dalam ruangan panas, tubuh akan meningkatkan produksi keringat sebagai mekanisme untuk mendinginkan diri. Karena itu, peserta hot mat pilates biasanya akan berkeringat jauh lebih banyak dibandingkan saat mengikuti kelas pilates biasa.

    • Latihan terasa lebih intens

    Panas memberikan beban tambahan pada tubuh sehingga latihan yang sama dapat terasa lebih melelahkan. Denyut jantung dapat meningkat dan tubuh mungkin lebih cepat mengalami kelelahan. 

    • Tubuh terasa lebih lentur

    Suhu yang lebih hangat dapat membantu otot terasa tidak terlalu kaku sehingga tubuh lebih mudah bergerak. Kondisi ini bisa membuat beberapa gerakan peregangan terasa lebih nyaman.

    • Pilates biasa lebih mudah untuk fokus pada teknik

    Hot mat pilates menuntut tubuh bekerja dalam kondisi yang lebih menantang. Bagi sebagian orang, sensasi panas dan keringat justru membuat latihan terasa lebih seru.

  3. 3. Apa yang dirasakan tubuh saat mengikuti hot mat pilates?

    Ilustrasi gerakan mat Pilates dengan seseorang berlatih di atas matras untuk melatih kebugaran dan fleksibilitas tubuh.
    ilustrasi gerakan mat pilates (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Saat pertama kali mencoba hot mat pilates, yang paling terasa biasanya adalah suhu ruangan yang lebih panas dan tubuh yang lebih cepat berkeringat. Beberapa gerakan yang terasa ringan saat pilates biasa bisa menjadi lebih menantang karena tubuh harus bekerja sambil menghadapi panas.

    Panas juga membuat otot terasa lebih hangat sehingga tubuh mungkin terasa lebih mudah bergerak. Namun, kondisi ini tetap perlu diimbangi dengan kontrol gerakan yang baik. Jangan sampai tubuh yang terasa lebih lentur membuatmu memaksakan peregangan atau melakukan gerakan di luar kemampuan.

    Seiring kelas berlangsung, rasa lelah juga bisa muncul lebih cepat. Karena itu, kemampuan membaca sinyal tubuh menjadi penting. Hot mat pilates seharusnya terasa menantang, tetapi bukan sampai membuat tubuh kewalahan.

  4. 4. Manfaat hot mat pilates

    Pada dasarnya, manfaat hot mat pilates berasal dari latihan pilates itu sendiri, dengan tambahan respons tubuh terhadap lingkungan yang panas. Latihan pilates secara rutin dapat membantu memperkuat otot inti, meningkatkan keseimbangan, melatih postur, serta meningkatkan kesadaran terhadap gerakan tubuh. Sementara itu, panas dapat membuat tubuh terasa lebih hangat dan meningkatkan beban fisiologis selama latihan.

    Hot mat pilates juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang menyukai olahraga dengan suasana lebih intens. Sensasi berkeringat dan otot yang terasa bekerja lebih keras bisa membuat sesi latihan terasa menantang.

    Kendati demikian, jangan menganggap keringat berlebih sebagai tanda bahwa latihan pasti lebih efektif. Hot mat pilates tidak otomatis lebih baik daripada pilates biasa. Efektivitas latihan tetap bergantung pada teknik, konsistensi, intensitas, dan kemampuan masing-masing orang.

  5. 5. Mana yang lebih baik, hot mat pilates atau pilates biasa?

    Jawabannya kembali pada kebutuhan dan kenyamanan masing-masing individu. Jika ingin belajar dasar-dasar pilates, memperbaiki teknik, atau kurang nyaman dengan suhu panas, Pilates biasa bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Begitu juga bagi orang yang mudah merasa pusing atau tidak tahan berada di lingkungan panas.

    Sementara itu, hot mat pilates cocok bagi mereka yang sudah cukup familier dengan pilates dan ingin mencoba suasana latihan yang lebih intens. Namun, pemula pun tetap bisa mencobanya selama kelas sesuai kemampuan dan instruktur dapat membantu menyesuaikan gerakan.

    Apa pun pilihannya, jangan lupa membawa air minum dan mencukupi kebutuhan cairan sebelum serta setelah latihan. Jika merasa pusing, mual, lemas, sesak, atau tidak nyaman karena panas, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat.

    Pada akhirnya, hot mat pilates bukan pengganti pilates biasa, melainkan variasi dengan tantangan tambahan berupa panas. Jadi, daripada memilih berdasarkan tren, pilih jenis pilates yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan membuatmu mampu berolahraga secara konsisten.

    Referensi

    Collective Studios. Diakses pada Agustus 2026. "Hot Pilates Vs Traditional Pilates: Which is Right for You?"

    Fever. Diakses pada Agustus 2026. "How Is Hot Pilates Different From Regular Pilates?"

    Modern TL;DR. Diakses pada Agustus 2026. "Why Are Fitness Lovers Flocking to Hot Mat Pilates?"

    PILATESBODY by Kayla. Diakses pada Agustus 2026. "What Is Hot Mat Pilates? The Heated Workout Trend Everyone’s Talking About."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More