Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenkes: Tren Kasus Influenza H3N2 Subclade K Menurun

Seorang perempuan sakit flu.
ilustrasi orang sakit flu (freepik.com/benzoix)
Intinya sih...
  • Kasus influenza H3N2 subclade K menurun di Indonesia sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
  • Sebanyak 74 kasus subclade K terdeteksi dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa, dengan puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025.
  • Kemenkes terus menjalankan surveilans influenza secara berkelanjutan dan masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih, menggunakan masker saat sakit, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyatakan situasi influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Meski subclade ini telah terdeteksi di 13 provinsi, tetapi tren kasus influenza secara nasional justru menunjukkan penurunan sejak akhir 2025 hingga awal 2026.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa H3N2 bukan virus baru. Varian ini merupakan bagian dari influenza musiman yang memang beredar setiap tahun di berbagai negara.

Menurutnya, pada pertengahan Januari 2025, subclade K telah dilaporkan di sekitar 80 negara, termasuk Indonesia. Kasus pertama di Tanah Air terdeteksi pada minggu epidemiologi ke-36 (M36). Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa tidak ada lonjakan berkelanjutan.

Data Kemenkes mencatat, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, terdapat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Temuan terbanyak berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025, lalu mulai menurun sejak minggu ke-44, dan tidak ada penambahan kasus baru sejak minggu ke-52.

Siapa yang berisiko dan apa yang perlu dilakukan?

Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan bisa pulih tanpa perawatan khusus. Namun, kasus berat lebih sering terjadi pada kelompok berisiko, terutama lansia dan individu dengan penyakit penyerta.

Dijelaskan oleh dr. Prima, laporan kematian pada pasien influenza umumnya tidak berdiri sendiri. Kondisi komorbid yang sudah ada sering kali menjadi faktor yang memperberat penyakit.

Influenza, dalam konteks ini, bukan selalu penyebab utama kematian, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sebelumnya tidak stabil, terutama pada pasien lanjut usia dengan penyakit kronis.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Kemenkes terus menjalankan surveilans influenza secara berkelanjutan, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, hingga pintu masuk negara. Pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus juga dilakukan guna memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.

Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, terutama bagi kelompok rentan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat. Vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

Referensi

"Tren Influenza A (H3N2) Subclade K di Indonesia Menurun." Kementerian Kesehatan RI. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah

22 Jan 2026, 15:05 WIBHealth