Sleep and Sinus Centers of Georgia. Diakses pada Agustus 2026. "Mouth Breathing and Dry Throat: Causes, Symptoms, and Relief Tips."
Sleep Foundation. Diakses pada Agustus 2026. "Sleeping With Your Mouth Open."
The Natural Sleep Lab. Diakses pada Agustus 2026. "Nasal vs Mouth Breathing: The Complete Comparison."
WebMD. Diakses pada Agustus 2026. "What Is Mouth Breathing? Causes, Effects, and Treatment."
Kenapa Bernapas lewat Mulut Bisa Membuat Tenggorokan Kering?

- Bernapas lewat mulut membuat udara tidak melalui penyaringan, penghangatan, dan pelembapan alami di hidung, sehingga kelembapan mulut serta tenggorokan lebih cepat menguap.
- Keluhan biasanya lebih terasa saat bangun karena produksi air liur menurun ketika tidur, mulut lebih mudah terbuka, dan udara kamar yang kering dapat memperparah kondisi.
- Mulut kering dapat memicu bau mulut, iritasi tenggorokan, serta risiko masalah gigi dan gusi; atasi hidung tersumbat, jaga cairan dan kelembapan kamar, lalu periksa bila berulang.
Pernah bangun tidur dengan tenggorokan terasa kering, lengket, atau bahkan sedikit perih? Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama jika kamu terbiasa tidur dengan mulut terbuka atau sedang mengalami hidung tersumbat.
Bernapas lewat mulut ternyata bisa menjadi salah satu penyebab tenggorokan kering. Pasalnya, udara yang masuk melalui mulut tidak melewati proses penyaringan, penghangatan, dan pelembapan seperti ketika kamu bernapas melalui hidung. Akibatnya, aliran udara dapat membuat permukaan mulut dan tenggorokan kehilangan lebih banyak kelembapan.
Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi dan kenapa keluhannya sering terasa lebih parah saat bangun tidur?
Table of Content
1. Hidung berfungsi untuk melembapkan udara
Hidung memiliki sistem alami yang membantu mempersiapkan udara sebelum masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.
Di dalam hidung terdapat struktur yang disebut turbinat. Bagian ini dilapisi jaringan yang kaya akan pembuluh darah dan memiliki permukaan lembap. Saat udara melewati hidung, udara tersebut akan dihangatkan sekaligus mendapatkan kelembapan.
Selain itu, lendir dan rambut-rambut kecil di dalam hidung juga membantu menangkap debu, alergen, serta partikel lain yang ikut terbawa udara. Dengan begitu, udara yang menuju tenggorokan menjadi lebih hangat, lembap, dan lebih bersih.
2. Bernapas lewat mulut membuat tenggorokan lebih mudah kehilangan kelembapan
Ketika bernapas melalui mulut, udara melewati proses alami yang biasanya dilakukan oleh hidung. Udara yang masuk kemudian bersentuhan langsung dengan jaringan lembap di mulut dan tenggorokan.
Aliran udara yang terus-menerus dapat mempercepat penguapan kelembapan dari permukaan tersebut. Inilah salah satu alasan orang yang sering bernapas lewat mulut dapat merasakan mulut lengket dan tenggorokan kering atau terasa mengganjal.
Air liur sebenarnya membantu menjaga permukaan mulut dan tenggorokan tetap lembap. Namun, ketika aliran udara terus melewati area tersebut, kelembapan dapat lebih cepat menguap sehingga jaringan menjadi lebih mudah mengalami iritasi.
3. Kenapa tenggorokan terasa lebih kering saat bangun tidur?

ilustrasi bangun tidur (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA) Keluhan tenggorokan kering akibat bernapas lewat mulut sering kali paling terasa pada pagi hari. Ada beberapa alasan yang membuat kondisi tersebut lebih mudah terjadi saat tidur.
Pertama, produksi air liur secara alami menurun saat kamu tidur. Artinya, kelembapan yang tersedia untuk melindungi permukaan mulut dan tenggorokan memang lebih sedikit.
Kedua, seseorang bisa lebih sering bernapas melalui mulut saat tidur, terutama ketika hidung sedang tersumbat akibat pilek atau alergi. Posisi tidur tertentu juga dapat membuat mulut lebih mudah terbuka.
Ketiga, udara di kamar tidur yang terlalu kering dapat memperparah penguapan. Sebagai contoh, penggunaan pendingin ruangan bisa membuat kondisi udara di dalam ruangan terasa lebih kering.
Kombinasi ketiganya membuat tenggorokan lebih mudah kehilangan kelembapan selama berjam-jam. Tak heran jika rasa kering, gatal, atau serak baru benar-benar terasa ketika bangun pagi.
4. Tenggorokan kering bukan satu-satunya efek
Bernapas lewat mulut secara terus-menerus tidak hanya membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan beberapa keluhan lain, terutama ketika mulut menjadi terlalu kering.
Salah satunya adalah bau mulut. Ketika produksi dan sirkulasi air liur berkurang, bakteri penyebab bau mulut dapat lebih mudah berkembang.
Mulut yang kering juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan gigi dan gusi karena air liur memiliki peran penting dalam membantu membersihkan sisa makanan serta menetralkan asam di dalam mulut.
Selain itu, tenggorokan yang terus-menerus terpapar aliran udara dapat lebih mudah mengalami iritasi. Akibatnya, seseorang mungkin mengalami tenggorokan gatal, suara serak, atau rasa tidak nyaman terutama setelah bangun tidur. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat mengganggu kualitas tidur, terlebih jika bernapas lewat mulut berkaitan dengan mendengkur atau hidung yang terus tersumbat.
5. Cara mengurangi tenggorokan kering akibat bernapas lewat mulut
Cara mengatasinya bergantung pada penyebab seseorang lebih sering bernapas melalui mulut.
Jika masalahnya adalah hidung tersumbat, mengatasi penyumbatan tersebut dapat membantu mengembalikan kebiasaan bernapas melalui hidung.
Semprotan saline dapat digunakan untuk membantu menjaga kelembapan saluran hidung.
Jika hidung tersumbat berkaitan dengan alergi, pemicunya juga perlu ditangani dengan tepat.
Menjaga kelembapan kamar tidur juga dapat membantu, terutama jika udara di dalam ruangan terasa kering.
Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi sepanjang hari agar kelembapan mulut dan tenggorokan tetap terjaga.
Kamu juga bisa mencoba latihan pernapasan melalui hidung atau mengubah posisi tidur untuk mengurangi kebiasaan bernapas melalui mulut. Penggunaan mouth tape saat tidur sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama jika kamu memiliki hidung tersumbat, mendengkur berat, atau dicurigai mengalami sleep apnea.
Jika tenggorokan kering terus berulang meski sudah mencoba berbagai cara, sebaiknya periksakan penyebabnya kepada dokter. Terlebih jika keluhan disertai hidung tersumbat kronis, mendengkur keras, sering terbangun saat tidur, atau gejala lain yang mengarah pada gangguan pernapasan saat tidur.
Jadi, bernapas lewat mulut membuat udara masuk tanpa melewati proses pelembapan alami di hidung. Aliran udara tersebut dapat mempercepat hilangnya kelembapan dari permukaan mulut dan tenggorokan, terutama saat tidur ketika produksi air liur menurun.
Mengatasi penyebab kebiasaan bernapas lewat mulut penting dilakukan agar tenggorokan tetap nyaman dan tidak mudah mengalami iritasi.
Referensi

![[QUIZ] Cek Risiko Dehidrasi dari Warna Urine Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)


















![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lari, Kami Bisa Ungkap Risiko Cederamu](https://image.idntimes.com/post/20260504/chander-r-z4wh11fmfiq-unsplash_d88e76be-ec98-4166-a17b-68a5597d98b0.jpg)