Cara mengatasinya bergantung pada penyebab seseorang lebih sering bernapas melalui mulut.
Jika masalahnya adalah hidung tersumbat, mengatasi penyumbatan tersebut dapat membantu mengembalikan kebiasaan bernapas melalui hidung.
Semprotan saline dapat digunakan untuk membantu menjaga kelembapan saluran hidung.
Jika hidung tersumbat berkaitan dengan alergi, pemicunya juga perlu ditangani dengan tepat.
Menjaga kelembapan kamar tidur juga dapat membantu, terutama jika udara di dalam ruangan terasa kering.
Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi sepanjang hari agar kelembapan mulut dan tenggorokan tetap terjaga.
Kamu juga bisa mencoba latihan pernapasan melalui hidung atau mengubah posisi tidur untuk mengurangi kebiasaan bernapas melalui mulut. Penggunaan mouth tape saat tidur sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama jika kamu memiliki hidung tersumbat, mendengkur berat, atau dicurigai mengalami sleep apnea.
Jika tenggorokan kering terus berulang meski sudah mencoba berbagai cara, sebaiknya periksakan penyebabnya kepada dokter. Terlebih jika keluhan disertai hidung tersumbat kronis, mendengkur keras, sering terbangun saat tidur, atau gejala lain yang mengarah pada gangguan pernapasan saat tidur.
Jadi, bernapas lewat mulut membuat udara masuk tanpa melewati proses pelembapan alami di hidung. Aliran udara tersebut dapat mempercepat hilangnya kelembapan dari permukaan mulut dan tenggorokan, terutama saat tidur ketika produksi air liur menurun.
Mengatasi penyebab kebiasaan bernapas lewat mulut penting dilakukan agar tenggorokan tetap nyaman dan tidak mudah mengalami iritasi.
Referensi
Sleep and Sinus Centers of Georgia. Diakses pada Agustus 2026. "Mouth Breathing and Dry Throat: Causes, Symptoms, and Relief Tips."
Sleep Foundation. Diakses pada Agustus 2026. "Sleeping With Your Mouth Open."
The Natural Sleep Lab. Diakses pada Agustus 2026. "Nasal vs Mouth Breathing: The Complete Comparison."
WebMD. Diakses pada Agustus 2026. "What Is Mouth Breathing? Causes, Effects, and Treatment."