ilustrasi pasien demam berdarah sedang dirawat di rumah sakit (unsplash.com/Olga Kononenko)
Selama masa pemulihan, pasien perlu mendapatkan cairan yang cukup sesuai anjuran dokter. Air putih atau cairan rehidrasi oral dapat diberikan sedikit demi sedikit, terutama jika pasien masih mengalami mual.
Hindari penggunaan aspirin, ibuprofen, dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Untuk membantu meredakan demam atau nyeri, parasetamol umumnya lebih aman jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.
Pasien juga perlu menjalani pemeriksaan ulang sesuai jadwal dokter, terutama ketika memasuki periode penurunan demam. Pada kondisi tertentu, perawatan di rumah sakit diperlukan agar keseimbangan cairan dan tanda vital dapat dipantau lebih ketat.
Jadi, penyebab utama demam berdarah bisa memburuk saat demam turun adalah karena perubahan respons tubuh terhadap infeksi yang dapat meningkatkan kebocoran plasma dari pembuluh darah. Jadi, jangan menjadikan penurunan suhu sebagai satu-satunya tanda kesembuhan. Pemantauan selama 24–48 jam setelah demam mereda sangat penting untuk mengenali komplikasi sejak dini.
Referensi
CDC. Diakses pada Oktober 2026. "Clinical Features of Dengue."
CDC. Diakses pada Oktober 2026. "Symptoms of Dengue and Testing."
Cegah DBD. Diakses pada Oktober 2026. "Fever Drops during Dengue, Please be Aware of Critical Sign!"
Inciteful Med. Diakses pada Oktober 2026. "Why is the Dengue Critical Phase After the Fever Breaks?"