Probiotik dan makanan fermentasi seperti yoghurt, kefir, kimci, atau sauerkraut dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, meskipun penelitian masih terus berkembang. Namun, bukan hanya makanan yang berperan. Stres juga punya dampak besar.
Stres bisa memperparah gangguan pencernaan. Gangguan usus juga bisa memperburuk kecemasan dan brain fog. Karena itu, menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran sangat penting.
Agar hubungan usus dan mood tetap sehat, kamu bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut:
Konsumsi makanan utuh dan kurangi makanan ultraproses.
Perbanyak asupan serat (sekitar 30–40 gram per hari).
Tambahkan makanan fermentasi ke dalam menu harian.
Rutin berolahraga.
Kelola stres dengan tidur cukup, relaksasi, atau meditasi.
Kesehatan usus punya peran dalam menentukan bagaimana perasaan kamu. Dari produksi serotonin hingga komunikasi langsung dengan otak, usus penting dalam menjaga keseimbangan emosi.
Meski memperbaiki pola makan dan gaya hidup bisa membantu meningkatkan mood, tetapi penting diingat bahwa kondisi seperti depresi berat tetap butuh penanganan profesional. Namun, bagi banyak orang, menjaga kesehatan usus bisa menjadi langkah awal yang sederhana tapi berdampak besar.
Referensi
Franciscan Health. How Is Gut Health Connected To Mental And Physical Health? Diakses pada Maret 2026.
Harvard Health Publishing. "Gut Feelings: How Food Affects Your Mood." Diakses pada Maret 2026.
Johns Hopkins Medicine. "The Brain-Gut Connection." Diakses pada Maret 2026.