Protein adalah makronutrien yang paling berpengaruh terhadap rasa kenyang. Alasannya, protein menekan hormon lapar dan meningkatkan hormon kenyang.
Mi instan umumnya rendah protein, kecuali jika ditambahkan telur, ayam, atau sumber protein lain. Berbeda dengan nasi yang hampir selalu dimakan dengan lauk berprotein.
Kombinasi lauk dan sayuran yang dimakan dengan nasi, membuat nasi secara keseluruhan lebih mengenyangkan.
Mi instan bikin cepat lapar bukan karena porsinya kecil, tetapi karena komposisi gizinya yang kurang mendukung rasa kenyang jangka panjang: tinggi karbohidrat olahan, rendah serat, dan minim protein. Sementara itu, nasi biasanya dikonsumsi sebagai bagian dari makanan lengkap, sehingga efek kenyangnya lebih tahan lama.
Referensi
Huh, In Sil, Hyesook Kim, Hee Kyung Jo, Chun Soo Lim, Jong Seung Kim, Soo Jin Kim, Oran Kwon, Bumjo Oh, and Namsoo Chang. “Instant Noodle Consumption Is Associated with Cardiometabolic Risk Factors among College Students in Seoul.” Nutrition Research and Practice 11, no. 3 (January 1, 2017): 232.
Dhurandhar, Nikhil, Princess Ozioma, Gaurav Kudchadkar, Sara Ranjbar, Marleigh Hefner, Tanvi Kale, Raksa Hia, Marsa Zaroudi, and Surya Niraula. “The Role of High-Protein Instant Ramen Noodles in Inducing and Maintaining Satiety: Acute, Randomized, Crossover Study.” Research Square, October 19, 2025.
Hernández, Javier Marhuenda, Raúl Arcusa Saura, Ana Serna Oñate, Desiree Victoria Montesinos, Maravillas Sánchez Macarro, María Salud Abellán Ruiz, Francisco Javier Quinde, Alejandra Mariana Rizo-Patrón, and Francisco Javier López Román. “The Quality of Pasta versus Rice Is Determining to Control Hunger and Appetite: A Comparative Study of Pasta and Rice.” Revista Española De Nutrición Humana Y Dietética 24, no. 3 (September 29, 2020): 268–77.
"Are Instant Noodles Bad for You?". Healthline. Diakses April 2026.