Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Penyebab Umum Hipertensi Arteri Pulmonal

7 Penyebab Umum Hipertensi Arteri Pulmonal
ilustrasi seseorang dengan hipertensi arteri pulmonal (magnific.com/stockking)
Intinya Sih
  • Hipertensi arteri pulmonal (PAH) terjadi saat tekanan darah di arteri paru meningkat akibat penyempitan atau kerusakan pembuluh, membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah.

  • Tujuh penyebab utama PAH meliputi faktor idiopatik, penyakit jaringan ikat, cacat jantung bawaan, infeksi HIV, gumpalan darah kronis, faktor keturunan, serta paparan obat atau racun tertentu.

  • Deteksi dini dan pemahaman terhadap penyebab PAH penting agar penanganan lebih efektif dan mencegah kondisi berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru maupun jantung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Hipertensi arteri pulmonal atau pulmonary arterial hypertension (PAH) adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh arteri paru-paru meningkat secara tidak normal.

Penyakit ini terjadi karena pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke paru-paru mengalami penyempitan, penebalan, atau kerusakan, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Pada tahap awal, gejalanya sering samar, seperti mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas, atau pusing, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan serius pada paru dan jantung.

Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab hipertensi arteri pulmonal. Karena penyebabnya cukup beragam, penting untuk memahami faktor-faktor yang mendasarinya agar hipertensi arteri pulmonal dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

Penanganan hipertensi arteri pulmonal akan lebih efektif jika penyebab utamanya diketahui sejak awal. Dengan memahami berbagai faktor pemicunya, kamu bisa lebih waspada terhadap gejala yang muncul dan segera mencari bantuan medis sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Table of Content

1. Hipertensi arteri pulmonal idiopatik

1. Hipertensi arteri pulmonal idiopatik

Sekitar setengah dari kasus PAH tidak diketahui penyebabnya. Ketika penyebab suatu kondisi tidak diketahui, itu disebut idiopatik. Ini merupakan jenis PAH yang paling umum.

Meskipun penyebab pasti PAH idiopatik tidak diketahui, tetapi para ahli percaya pemicu lingkungan dan genetika berperan.

2. Penyakit jaringan ikat

PAH juga dapat disebabkan oleh penyakit jaringan ikat. Kondisi ini bersifat autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri.

Para ahli percaya bahwa respons peradangan dari kondisi autoimun ini memengaruhi arteri di paru-paru.

3. Defek jantung bawaan

Seorang pria memegang dada dengan kedua tangan dan area dada tampak bercahaya merah, menggambarkan nyeri akibat defek jantung bawaan.
ilustrasi defek jantung bawaan (vecteezy.com/Napong Rattanaraktiya)

Masalah struktural jantung yang ada sejak lahir, seperti defek septum atrium atau defek septum ventrikel, dapat menyebabkan PAH seiring waktu. Defek ini memungkinkan pencampuran darah beroksigen dan darah tanpa oksigen, meningkatkan volume dan tekanan darah paru-paru. Jika tidak dikoreksi, hal itu mendorong remodeling pembuluh darah, mekanisme utama PAH.

4. Infeksi HIV

HIV berkontribusi terhadap PAH pada sekitar 0,5 persen kasus dengan memicu disfungsi endotel pada arteri paru, mirip dengan bentuk idiopatik. Virus ini dapat secara langsung menginfeksi sel-sel pembuluh darah atau memicu peradangan kronis, mempersempit pembuluh darah.

Terapi antiretroviral telah mengurangi kejadiannya, tetapi PAH tetap merupakan komplikasi serius.

5. Gumpalan darah kronis

Ini terjadi ketika gumpalan darah di paru-paru meninggalkan bekas luka pada pembuluh darah setelah emboli paru. Bekas luka tersebut membuat pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah menjadi terhambat dan tekanan di paru-paru meningkat.

Pada beberapa kasus, kondisi ini masih bisa ditangani dengan operasi. Karena itu, orang yang berisiko mengalami gumpalan darah berulang biasanya memerlukan obat pengencer darah untuk membantu mencegah penyumbatan baru.

6. Keturunan

Empat anggota keluarga terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak berbaring bersama sambil tersenyum bahagia di tempat tidur.
ilustrasi keluarga (pexels.com/Mikhail Nilov)

Hingga 20 persen pasien PAH memiliki bentuk penyakit yang diturunkan. Misalnya, perubahan pada gen BMPR2 dapat diturunkan dalam keluarga. Ketika salah satu orang tua memiliki mutasi tersebut, anak memiliki peluang 50 persen untuk mewarisinya.

Namun, bahkan dengan mutasi tersebut, anak-anak belum tentu memiliki PAH. Hanya 20 persen orang dengan mutasi genetik yang diketahui pada gen BMPR2 akan menunjukkan tanda-tanda PAH, yang menunjukkan bahwa faktor lain juga berperan.

7. Obat atau racun

Obat dan racun dapat merusak arteri di paru-paru, yang menyebabkan PAH. Berikut ini beberapa penyebabnya:

  • Penekan nafsu makan: Phenylpropanolamine, aminorex, dan dexfenfluramine.
  • Fenfluramine: Sebelumnya digunakan sebagai penekan nafsu makan, sekarang hanya disetujui dalam kasus terbatas untuk pengobatan gangguan kejang tertentu.
  • Amfetamin, metamfetamin, dan kokain: Meningkatkan detak jantung hingga tingkat berbahaya dan menyebabkan penyakit jantung.
  • Obat kanker tertentu: Dasatinib, bosutinib, dan agen alkilasi.
  • Obat imunomodulator: Interferon-alfa dan interferon-beta dan leflunomide.
  • Herbal dan suplemen: Saint-John's-wort dan L-triptofan.
  • Pengobatan hepatitis C: Terapi berbasis Sofosbuvir.

Penanganan hipertensi arteri pulmonal akan lebih efektif jika penyebab utamanya diketahui sejak awal. Dengan memahami berbagai faktor pemicunya, kamu bisa lebih waspada terhadap gejala yang muncul dan segera mencari bantuan medis sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Referensi

Cleveland Clinic. "Pulmonary Hypertension." Diakses pada Mei 2026.

GoodRx. "What Is Pulmonary Arterial Hypertension? Causes, Symptoms, and Treatments to Know." Diakses pada Mei 2026.

Verywell Health. "7 Common Causes of Pulmonary Arterial Hypertension." Diakses pada Mei 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More