Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Tidur Terasa Lebih Sulit Saat Cuaca Panas?
ilustrasi sulit tidur (unsplash.com/Curated Lifestyle)
  • Cuaca panas menghambat penurunan suhu inti tubuh yang dibutuhkan untuk tidur, membuat seseorang sulit terlelap dan sering terbangun di malam hari.
  • Suhu tinggi mengurangi waktu pada fase tidur nyenyak dan REM, sehingga kualitas istirahat menurun meski durasi tidur cukup lama.
  • Keringat berlebih, kelembapan tinggi, serta paparan cahaya malam memperburuk kenyamanan dan menunda produksi melatonin yang penting untuk rasa kantuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu merasa sulit terlelap saat malam terasa gerah? Padahal tubuh sudah lelah setelah seharian beraktivitas, tetapi mata tetap sulit terpejam dan tidur terasa tidak nyenyak. Ternyata, ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk mempersiapkan diri menjelang tidur. Salah satu proses terpenting adalah penurunan suhu inti tubuh. Ketika cuaca terlalu panas, proses tersebut terganggu sehingga membuat kamu lebih sulit tertidur, lebih sering terbangun pada malam hari, dan bangun dalam keadaan kurang segar keesokan paginya.

1. Tubuh perlu menjadi lebih dingin untuk bisa tidur

Saat malam tiba, otak akan mengirimkan sinyal agar suhu inti tubuh sedikit menurun. Pembuluh darah di kulit melebar sehingga panas dari dalam tubuh dapat dilepaskan ke lingkungan sekitar. Penurunan suhu ini menjadi salah satu tanda bagi tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.

Namun, ketika suhu udara di sekitar terlalu tinggi, tubuh kesulitan membuang panas tersebut. Akibatnya, suhu inti tubuh tetap tinggi dan otak menunda proses tidur. Bahkan perubahan suhu kulit yang sangat kecil, sekitar 1 hingga 2 derajat Celsius saja, dapat memengaruhi rasa kantuk dan kecepatan seseorang untuk tertidur. Ini alasan mengapa malam yang panas sering membuat kamu merasa mengantuk namun tidak bisa tidur.

2. Cuaca panas mengurangi kualitas tidur

Bukan hanya membuat sulit terlelap, suhu yang terlalu tinggi juga dapat mengubah struktur tidur atau yang dikenal sebagai sleep architecture.

Pada malam yang panas, tubuh cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu pada fase tidur nyenyak dan fase REM (rapid eye movement). Kedua fase ini sangat penting untuk pemulihan tubuh, pembentukan memori, serta menjaga kesehatan emosi dan fungsi otak.

Sebaliknya, tidur menjadi lebih ringan dan lebih mudah terganggu. Tidak heran jika kamu bisa tidur selama 7–8 jam tetapi tetap bangun dengan tubuh kurang bertenaga.

3. Keringat dan rasa gerah membuat tubuh sulit rileks

ilustrasi sulit tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Ketika suhu meningkat, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat sebagai cara alami untuk mendinginkan diri. Sayangnya, proses ini juga dapat mengganggu kenyamanan saat tidur.

Seprai yang lembap, tubuh yang terasa lengket, dan detak jantung yang sedikit meningkat akibat panas membuat tubuh lebih sulit mencapai kondisi rileks. Jika ventilasi ruangan buruk atau tingkat kelembapan tinggi, keringat juga lebih sulit menguap sehingga tubuh tidak mendapatkan efek pendinginan yang optimal. Akibatnya, rasa gerah bertahan lebih lama dan tidur menjadi terputus-putus.

4. Kelembapan tinggi membuat stuasi makin buruk

Banyak orang mengira suhu udara adalah satu-satunya penyebab sulit tidur saat musim panas. Nyatanya, kelembapan udara juga berperan besar.

Ketika kelembapan tinggi, keringat tidak mudah menguap dari permukaan kulit. Padahal, penguapan inilah yang membantu menurunkan suhu tubuh. Karena proses pendinginan alami menjadi kurang efektif, tubuh akan merasa lebih panas daripada suhu sebenarnya. Inilah sebabnya mengapa malam dengan suhu 30 derajat Celsius dan kelembapan tinggi sering terasa lebih menyiksa dibanding suhu yang sama dengan udara yang lebih kering.

5. Cahaya dan kebiasaan musim panas juga berpengaruh

Pada musim panas, matahari biasanya terbenam lebih lambat sehingga paparan cahaya di sore dan malam hari menjadi lebih panjang. Cahaya ini dapat menunda produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Selain itu, banyak orang juga mengubah kebiasaan mereka saat cuaca panas, misalnya lebih sering beraktivitas pada malam hari, makan dalam porsi besar menjelang tidur, atau mengonsumsi minuman tertentu untuk menyegarkan diri. Kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh makin sulit memasuki fase tidur.

Cara tidur lebih nyenyak saat cuaca panas

ilustrasi sulit tidur (freepik.com/freepik)

Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur saat malam terasa gerah:

  • Usahakan suhu kamar tetap sejuk, idealnya sekitar 18–22 derajat Celsius jika memungkinkan.

  • Gunakan kipas angin, pendingin ruangan, atau buka ventilasi agar sirkulasi udara lebih baik.

  • Pilih pakaian tidur dan seprai berbahan ringan serta mudah menyerap keringat seperti katun.

  • Mandi air hangat atau sedikit sejuk sebelum tidur untuk membantu tubuh melepaskan panas.

  • Kurangi cahaya terang pada malam hari agar produksi melatonin tidak terganggu.

  • Hindari makan terlalu banyak atau mengonsumsi alkohol menjelang tidur.

  • Pastikan kebutuhan cairan tercukupi sepanjang hari agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Cuaca panas dapat mengganggu proses alami tubuh untuk tidur. Namun, jika gangguan tidur akibat cuaca panas berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Referensi

BBC. Diakses pada Juli 2026. "How To Get a Good Night's Sleep During Hot Weather."

EL PAÍS. Diakses pada Juli 2026. "Why We Sleep Worse When It’s Hot Out And What We Can Do About It."

NPR. Diakses pada Juli 2026. "Hot Weather Could Be Getting In The Way of Good Sleep, A New Study Finds."

Penn Today. Diakses pada Juli 2026. "Why Is It So Difficult To Sleep When It’s Hot?"

Curated For You

Editorial Team

Related Article