Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lauk Sudah Matang, Bisakah Terkontaminasi Saat Disajikan?
ilustrasi menyajikan makanan di meja makan (pexels.com/Thirdman)
  • Tangan, pisau, talenan, dan wadah yang tercemar dapat membawa kuman ke lauk matang.

  • Waktu dan suhu penyajian memengaruhi kesempatan bakteri berkembang biak.

  • Pemanasan ulang tidak selalu membuat makanan aman karena sebagian racun bakteri dapat bertahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah masakan matang, kamu memindahkannya ke piring. Karena belum waktunya makan, lauk dibiarkan menunggu di meja. Walaupun makanan sudah dimasak hingga benar-benar matang, tetapi keamanan makanan juga dipengaruhi pada apa yang terjadi setelahnya.

Faktanya, lauk matang bisa terkontaminasi saat disajikan. Kuman bisa berpindah melalui tangan, peralatan, atau kontak dengan bahan mentah. Perpindahan ini disebut kontaminasi silang.

1. Kuman bisa berpindah saat lauk dipotong atau dipindahkan

Talenan bekas daging mentah bisa menjadi sumber kontaminasi ketika digunakan kembali untuk memotong lauk matang. Begitu pula tangan dan peralatan yang tidak bersih.

Penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menguji perpindahan Salmonella dari daging babi mentah ke daging matang melalui penanganan di dapur. Bakteri tidak terdeteksi segera setelah perebusan, tetapi muncul kembali pada sebagian sampel setelah daging diiris menggunakan peralatan yang sebelumnya dipakai untuk bahan mentah.

Dalam skenario menggunakan pisau dan talenan baru serta mencuci tangan, peneliti tidak menemukan kontaminasi pada sembilan percobaan. Hasil ini mendukung penggunaan peralatan terpisah untuk bahan mentah dan makanan matang.

2. Orang yang menyajikan makanan juga bisa membawa bakteri

ilustrasi memotong daging dengan pisau (unsplash.com/Usman Yousaf)

Bakteri Staphylococcus aureus dapat berada di kulit dan hidung seseorang tanpa membuatnya sakit. Bakteri ini bisa berpindah ke makanan ketika orang tersebut menyentuhnya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Jika kondisi makanan memungkinkan, bakteri dapat berkembang biak dan menghasilkan racun penyebab keracunan makanan.

Karena itu, cuci tangan sebelum menata lauk dan gunakan alat saji yang bersih.

Sendok yang sudah masuk ke mulut untuk mencicipi juga tidak boleh dimasukkan kembali ke hidangan.

3. Lauk yang didiamkan terlalu lama memberi kesempatan bakteri tumbuh

Kontaminasi adalah masuknya kuman ke makanan. Sementara itu, penyimpanan pada suhu yang tidak aman dapat memberi kesempatan bakteri yang sudah ada untuk bertambah banyak.

Makanan panas disarankan dijaga pada suhu setidaknya 60 derajat Celcius. Jika lauk yang mudah rusak dibiarkan pada suhu ruang tanpa pengendalian suhu, buang setelah lebih dari 2 jam, atau 1 jam jika suhu lingkungan di atas sekitar 32 derajat Celcius.

Sajikan secukupnya dan simpan sisanya di kulkas sebelum melewati batas tersebut. Saat menambah hidangan, gunakan wadah bersih baru, bukan menuangkan lauk baru ke sisa makanan yang sudah lama tersaji.

4. Memanaskan ulang tidak selalu bisa diandalkan

ilustrasi memanaskan makanan (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Memasak dapat membunuh S. aureus, tetapi tidak menghancurkan racun yang sudah dihasilkannya dalam makanan. Karena itu, lauk yang terlalu lama dibiarkan pada suhu tidak aman tidak selalu bisa diselamatkan dengan memanaskannya kembali.

Setelah kompor dimatikan, kebersihan tangan dan alat saji tetap perlu dijaga. Lauk yang sudah matang sebaiknya segera disantap atau disimpan dengan benar sampai waktu makan tiba.

Referensi

Centre for Food Safety, “Prevention of Cross-Contamination,” diakses September 2026.

Sinh Dang-Xuan et al., “Simulating Cross-Contamination of Cooked Pork with Salmonella enterica from Raw Pork through Home Kitchen Preparation in Vietnam,” International Journal of Environmental Research and Public Health 15, no. 10 (2018): 2324, https://doi.org/10.3390/ijerph15102324.

Centers for Disease Control and Prevention, “About Staph Food Poisoning,” diakses September 2026.

U.S. Food and Drug Administration, “Serving Up Safe Buffets,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article