Mengubah pola makan sering terdengar lebih sulit daripada kenyataannya. Banyak orang membayangkan harus menjauhi makanan favorit, selalu menghitung kalori, atau mengikuti aturan makan yang rumit.
Karena itu, penelitian yang baru dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition menarik perhatian para ahli gizi. Studi tersebut menunjukkan bahwa satu perubahan sederhana, yaitu menambahkan satu alpukat segar setiap hari, berkaitan dengan perbaikan kualitas pola makan yang dapat membantu mengendalikan gula darah.
Penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari Habitual Diet and Avocado Trial (HAT), salah satu studi terbesar yang meneliti dampak konsumsi alpukat terhadap kesehatan. Para peneliti melibatkan lebih dari 1.000 orang dewasa dengan lingkar pinggang berlebih, salah satu faktor risiko penting diabetes tipe 2.
Partisipan studi dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tetap menjalani pola makan biasa dan dibatasi mengonsumsi alpukat maksimal dua buah per bulan. Kelompok kedua diminta menambahkan satu alpukat ukuran besar setiap hari selama enam bulan.
Para peserta tidak diminta mengurangi kalori, menghindari makanan tertentu, atau menjalani diet rendah karbohidrat. Mereka hanya melakukan satu perubahan sederhana, yaitu makan alpukat setiap hari.
Setelah enam bulan, kelompok yang rutin mengonsumsi alpukat mengalami penurunan signifikan pada dietary glycemic load (GL) dibanding kelompok kontrol.
Menurut peneliti utama, penurunan tersebut mencapai hampir 14 poin, sebuah perubahan yang dianggap bermakna dari sudut pandang kesehatan masyarakat.
