Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Manfaat Buah Delima untuk Menurunkan Tekanan Darah, Wajib Tahu!
ilustrasi buah delima (pexels.com/Any Lane)
  • Delima mengandung polifenol, termasuk punicalagin, yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi.

  • Kandung dalam delima dapat membantu melindungi pembuluh darah serta mendukung produksi nitric oxide.

  • Meta-analisis 33 uji klinis pada 1.490 peserta menemukan suplementasi delima menurunkan tekanan sistolik rata-rata 3,52 mmHg dan diastolik 1,50 mmHg.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tekanan darah tinggi perlu dijaga agar tetap terkendali. Pasalnya, jika tekanan darah meningkat bisa meningkatkan pula risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain menjaga pola hidup sehat, makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa berperan dalam menjaga tekanan darah. Salah satu buah yang bisa menjadi pilihan adalah delima karena kaya antioksidan dan senyawa alami.

Manfaat buah delima untuk menurunkan tekanan darah berkaitan dengan kandungannya yang dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah. Sejumlah penelitian juga menunjukkan potensinya dalam membantu mengontrol tekanan darah. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

1. Manfaat buah delima untuk menurunkan tekanan darah

Buah delima berpotensi membantu menurunkan tekanan darah berkat kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Salah satunya adalah polifenol, termasuk punicalagin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Senyawa tersebut dapat membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat stres oksidatif dan peradangan, sehingga fungsi pembuluh darah dapat tetap terjaga. Selain itu, delima juga dapat mendukung produksi nitric oxide yang membantu melebarkan pembuluh darah dan membuat aliran darah menjadi lebih lancar.

Manfaat tersebut didukung oleh meta-analisis yang melibatkan 33 uji klinis acak dengan total 1.490 peserta berusia 20—75 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa suplementasi delima dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 3,52 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 1,50 mmHg.

Meski penurunannya terlihat kecil, perubahan tekanan darah yang konsisten tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun, delima tetap tidak dapat menggantikan obat atau pengobatan medis bagi orang yang telah didiagnosis hipertensi.

2. Delima membantu menjaga kesehatan pembuluh darah

ilustrasi buah delima (pexels.com/Pixabay)

Kandungan antioksidan dalam buah delima juga dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah. Polifenol seperti punicalagin diduga dapat menghambat proses peradangan dan stres oksidatif yang dapat merusak lapisan pembuluh darah.

Delima juga disebut dapat memengaruhi sistem angiotensin-converting enzyme (ACE), yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan angiotensin II. Hormon tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah meningkat. Dengan menghambat proses ini, pembuluh darah dapat menjadi lebih rileks dan tekanan darah berpotensi menurun.

Manfaat terhadap pembuluh darah juga terlihat dalam penelitian kecil terhadap pasien lanjut usia dengan penyempitan arteri koroner. Peserta yang mengonsumsi 50 ml jus delima setiap hari mengalami penurunan ketebalan arteri dan kerusakan oksidatif setelah satu tahun. Tekanan darah sistolik pada kelompok tersebut juga dilaporkan menurun, meski penelitian ini memiliki jumlah peserta yang sangat sedikit sehingga hasilnya perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

3. Delima memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi

Buah delima kaya akan senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif di dalam tubuh. Jika berlangsung terus-menerus, stres oksidatif dapat berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular. Karena itu, konsumsi delima dapat menjadi salah satu cara untuk menambah asupan senyawa antioksidan dari makanan.

Selain sifat antioksidannya, delima juga berpotensi membantu mengurangi peradangan. Dalam meta-analisis terhadap 33 uji klinis, konsumsi suplemen delima dikaitkan dengan perbaikan beberapa penanda peradangan, termasuk interleukin-6 (IL-6) dan ICAM-1. IL-6 merupakan salah satu molekul yang berperan dalam proses peradangan, sedangkan ICAM-1 berkaitan dengan peradangan pada lapisan dalam pembuluh darah.

Manfaat buah delima untuk menurunkan tekanan darah menunjukkan bahwa buah ini punya potensi mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jadi, tertarik menambahkan delima ke menu sehari-hari?

Referensi

"Buah Delima Kaya Manfaat untuk Kesehatan Kardiovaskular". Kemenkes. Diakses Agustus 2026.
"This Antioxidant-Rich Fruit Can Lower Blood Pressure, New Review Shows". Yahoo Health. Diakses Agustus 2026.
"Power of Pomegranate to Promote Health". The People's Pharmacy. Diakses Agustus 2026.
"Do Pomegranates Lower Blood Pressure?". Natural Health Research. Diakses Agustus 2026.
Sanei, Mohamad, dkk. “Effects of Pomegranate on Blood Pressure and Endothelial Function: A Systematic Review and Meta-analysis of Clinical Trials.” Human Nutrition & Metabolism 44 (April 8, 2026): 200363.

Editorial Team

Related Article