Bolehkah Ibu Hamil Makan Buah Kurma? Adakah Risikonya?

Kurma adalah salah satu buah kering yang mengandung nutrisi tinggi untuk kesehatan. Buah ini mengandung antioksidan dan beberapa vitamin serta mineral penting, seperti asam fenolik, karotenoid, folat, zat besi, hingga kalium. Di sisi lain, kurma juga tinggi gula yang membuat konsumsinya harus dibatasi pada beberapa kasus, seperti pada orang yang memiliki diabetes.
Lantas, bolehkah ibu hamil mengonsumsi kurma? Pasalnya, diabetes gestasional juga bisa menjadi efek samping kehamilan yang umum. Selain itu, kurma juga disebut dapat memicu persalinan. Yuk, simak penjelasannya berikut untuk memahaminya lebih lanjut!
1. Manfaat mengonsumsi kurma selama kehamilan

Seperti yang disinggung sebelumnya, kurma adalah buah yang tinggi nutrisi. Dilansir laman WebMD, empat biji kurma bisa menyediakan serat pangan sekitar 25 persen dari asupan harian yang direkomendasikan. Serat pangan ini bisa membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat sehingga bisa mencegah sembelit yang sering dialami ibu hamil.
Selain itu, kurma juga menyediakan kalium, folat, magnesium, dan zat besi. Pada ibu hamil, nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting. Kalium bisa menjaga keseimbangan cairan yang bermanfaat untuk mengatasi efek samping kehamilan, seperti muntah yang kerap terjadi pada trimester pertama. Folat adalah nutrisi kunci untuk mencegah cacat lahir bayi, seperti spina bifida.
Adapun, zat besi adalah nutrisi yang bisa membantu mencegah anemia defisiensi zat besi. Ini kerap menyerang ibu hamil karena kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat dua kali lipat. Terakhir, kurma juga kaya akan magnesium. Magnesium bisa membantu mengatasi kram otot, insomnia, dan malam yang gelisah selama kehamilan.
Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula yang cukup tinggi. Gula alami dalam kurma ini biasanya bagus untuk membantu meningkatkan energi dan melawan kelelahan selama kehamilan. Selain itu, kurma juga bisa dijadikan alternatif camilan manis untuk memuaskan keinginan akan rasa manis ketimbang konsumsi biskuit, kue, es krim, atau permen.
2. Bolehkah ibu hamil makan buah kurma?

Secara umum, buah kurma aman dikonsumsi selama kehamilan. Seperti yang disampaikan sebelumnya, nutrisi-nutrisi buah kurma juga bisa membantu memenuhi nutrisi kehamilan dan membuat kondisi terasa lebih baik. Akan tetapi, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai terkait kandungan karbohidrat dan kalorinya.
Masih dari laman WebMD, empat biji kurma (atau sekitar 100 gram kurma tanpa biji) mengandung sekitar 277 kalori. Jumlah ini sedikit di bawah tambahan 300 kalori yang dibutuhkan pada trimester kedua. Bagi ibu hamil yang mengharuskan mengontrol kalori atau kadar gula darah, konsumsinya mungkin harus dibatasi meski kurma memiliki indeks glikemik (GI) yang cenderung rendah.
Pada kasus yang lebih jarang, kurma juga bisa memicu reaksi alergi. Ini bisa menyebabkan kesemutan, gatal, atau pembengkakan di sekitar mulut atau lidah setelah makan kurma. Jadi, jika muncul gejala tersebut, hentikan konsumsi kurma.
3. Apakah kurma dapat memicu persalinan?

Dalam kepercayaan lama, kurma disebut dapat memicu persalinan ketika dikonsumsi pada akhir kehamilan. Buah ini dilaporkan dapat mempercepat pematangan serviks dan menginduksi persalinan serta menghasilkan persalinan yang lebih baik. Namun, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk menunjukkan hasil penelitian yang lebih kuat. Data yang tersedia saat ini masih sangat lemah untuk membuktikan kurma bisa memicu persalinan.
Kandungan asam oleat dan linoleat pada kurma diketahui memainkan peran penting dalam produksi prostaglandin. Dalam kehamilan, produksi prostaglandin yang meningkat bisa menyebabkan kontraksi rahim. Selain itu, hormon-hormon yang terdapat dalam kurma, seperti estrogen, progesteron, dan hormon potuchsin, juga bisa membantu rahim meregang dan bersiap untuk persalinan. Meski terdapat dasar ilmiah yang mendukung manfaat kurma sebelum persalinan, beberapa penelitian tidak secara kuat mendukung praktik tersebut. Akan tetapi, jika kamu ingin mengonsumsi kurma selama minggu-minggu akhir kehamilan menjelang persalinan juga tidak ada salahnya.
Kurma adalah buah kering kaya nutrisi yang bisa memberikan manfaat selama kehamilan. Buah ini bisa memberikan energi yang sehat dan menyuplai nutrisi-nutrisi penting selama kehamilan. Kurma pun membantu meredakan beberapa efek samping kehamilan, seperti muntah, kelelahan, atau kram otot. Namun, kurma juga memiliki kandungan gula tinggi yang harus diwaspadai. Jadi, boleh saja makan kurma selama hamil, tapi moderasi juga menjadi hal yang penting.
Referensi
“Eating Dates: Health Benefits While Pregnant?”. WebMD. Diakses Maret 2026.
“Is Eating Dates During Pregnancy Safe — and Can It Help Labor?”. Healthline. Diakses Maret 2026.
“The Effects of Date Consumption on Labor and Vaginal Birth”. National Library of Medicine. Diakses Maret 2026.
“When to Start Eating Dates in Pregnancy”. The Bump. Diakses Maret 2026.




![[QUIZ] Tebak Seperti Apa Partner HYROX Kamu dari Zodiaknya](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_8eb05979525a150975c859a7b7a1626c_27e3fcc6-9d2c-4b54-9159-89c672ab3360.png)



![[QUIZ] Pilih Hidangan Seafood Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260116/brett-wharton-jatwcf0oahe-unsplash_42c1ae7b-19fd-4108-a905-6521870cf3ba.jpg)






![[QUIZ] Matamu Sehat atau Rabun? Tes dengan Tebak Karakter Upin & Ipin dari Siluetnya](https://image.idntimes.com/post/20250519/1000008633-573aa37ad6c115e82c0f9cac0f446fd8.jpg)


