"Jika penyakit ginjal bisa dicegah atau dideteksi sejak awal, maka risiko gagal ginjal dapat dihindari atau setidaknya ditunda. Selain itu, kita juga dapat mengurangi dampak lingkungan dari prosedur medis seperti cuci darah yang memiliki jejak limbah cukup besar," ujar Dr. Pringgodigdo.
World Kidney Day 2026, Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal

Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2026 menyoroti pentingnya deteksi dini penyakit ginjal kronis agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko gagal ginjal dapat ditekan.
Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia mengingatkan generasi muda untuk waspada terhadap faktor risiko seperti obesitas, diabetes, hipertensi, serta pola makan tinggi gula dan garam yang memicu gangguan ginjal.
Suhardi Alius Ketua Umum National Kidney Foundation Indonesia menekankan perlunya kesadaran kolektif menjaga kesehatan ginjal melalui gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan demi menekan angka penyakit ginjal kronis di Indonesia.
Peringatan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ginjal, terutama pentingnya deteksi dini penyakit ginjal kronis. Banyak kasus penyakit ginjal baru terdiagnosis ketika sudah memasuki tahap lanjut sehingga pilihan terapinya menjadi lebih terbatas.
Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026, para pakar kesehatan, pemangku kepentingan lintas sektor, serta perwakilan komunitas pasien ginjal berkumpul di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Rabu (11/3/2026). Pertemuan ini mengangkat tema global “Caring for People, Protecting the Planet” atau merawat kesehatan ginjal sekaligus melindungi bumi.
Acara ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa upaya menjaga lingkungan dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan bisa menjadi langkah preventif untuk menekan angka penyakit ginjal kronis di masa depan. Kesadaran terhadap kesehatan ginjal sejak dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah meningkatnya beban penyakit ini di masyarakat.
Table of Content
1. Deteksi dini jadi kunci menekan penyakit ginjal kronis
Dalam sesi pendalaman materi, Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) memaparkan topik bertajuk “Deteksi Dini hingga Transplantasi: Masa Depan Penanganan Penyakit Ginjal yang Berkelanjutan.” Ia menekankan bahwa penguatan sistem deteksi dini merupakan fondasi utama untuk menekan laju perkembangan penyakit ginjal di Indonesia.
Menurutnya, upaya pencegahan melalui skrining dan deteksi dini sangat penting agar penyakit ginjal dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Dengan demikian, pasien memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan lebih awal dan mencegah gagal ginjal.
2. Generasi muda juga perlu mewaspadai penyakit ginjal

Dokter Pringgodigdo juga mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh menganggap penyakit ginjal sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami kelompok usia lanjut. Menurutnya, sejumlah faktor risiko seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi kini makin banyak ditemukan pada usia produktif dan dapat memicu gangguan fungsi ginjal jika tidak dikendalikan sejak dini.
Ia menilai, pola makan masyarakat juga berperan besar terhadap meningkatnya risiko penyakit ginjal. Konsumsi makanan tinggi gula, tinggi kalori, serta makanan instan dengan kandungan garam berlebih sebaiknya dibatasi agar tidak memicu gangguan metabolik yang berdampak pada kesehatan ginjal. Selain itu, gaya hidup yang kurang aktif juga menjadi perhatian.
“Pola hidup yang kurang aktif juga menjadi masalah. Banyak orang memilih menggunakan kendaraan untuk jarak dekat, padahal berjalan kaki dapat membantu membakar kalori,” kata Dr. Pringgodigdo.
Ia menambahkan, penyakit ginjal pada anak muda sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus tidak terdeteksi. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting, termasuk pemeriksaan urine.
“Banyak kasus peradangan ginjal tidak terdeteksi karena tak ada gejala. Salah satu tanda yang kadang muncul adalah urine berbusa. Namun, cara terbaik tetap melalui pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
3. Kesadaran kolektif penting untuk menjaga kesehatan ginjal
Pada kesempatan yang sama, Suhardi Alius selaku Ketua Umum National Kidney Foundation Indonesia (NKF Indonesia) juga menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran publik terhadap kesehatan ginjal. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan penyakit ginjal tidak dapat dipisahkan dari pola hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, kualitas lingkungan yang baik turut berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk fungsi ginjal. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa menjaga lingkungan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Suhardi menegaskan, membangun kesadaran kolektif di masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan prevalensi penyakit ginjal di Indonesia. Dengan meningkatnya kesadaran individu terhadap gaya hidup sehat dan lingkungan yang bersih, diharapkan angka penyakit ginjal kronis dapat ditekan di masa mendatang.
Melalui peringatan Hari Ginjal Sedunia 2026, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal harapannya bisa meningkat. Deteksi dini, pola hidup sehat, serta kepedulian terhadap lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah meningkatnya kasus penyakit ginjal kronis di Indonesia.
![[QUIZ] Dari Masalah Kesehatanmu saat Ini, Ini Jus yang Bisa Kamu Minum](https://image.idntimes.com/post/20251216/1000070337_346a25bd-0de3-43bc-a1db-37734a1ba48d.jpg)





![[QUIZ] Tebak Seperti Apa Partner HYROX Kamu dari Zodiaknya](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_8eb05979525a150975c859a7b7a1626c_27e3fcc6-9d2c-4b54-9159-89c672ab3360.png)



![[QUIZ] Pilih Hidangan Seafood Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260116/brett-wharton-jatwcf0oahe-unsplash_42c1ae7b-19fd-4108-a905-6521870cf3ba.jpg)






![[QUIZ] Matamu Sehat atau Rabun? Tes dengan Tebak Karakter Upin & Ipin dari Siluetnya](https://image.idntimes.com/post/20250519/1000008633-573aa37ad6c115e82c0f9cac0f446fd8.jpg)
