Pilih minuman yang tidak terlalu manis, dibuat dengan air dan peralatan bersih, serta disimpan dengan benar. Penelitian terhadap kestabilan jamu menunjukkan perubahan aroma, endapan, dan pertumbuhan jamur dapat terjadi selama penyimpanan. Jamu segar sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Kunyit juga dapat menyebabkan mual, refluks asam, sakit perut, diare, atau sembelit pada sebagian orang. Konsultasikan penggunaannya dengan tenaga kesehatan apabila kamu sedang minum obat rutin, hamil, atau ingin mengonsumsi kunyit dalam bentuk ekstrak dosis tinggi.
Nyeri haid yang terus memburuk sampai mengganggu aktivitas harian, disertai menstruasi sangat banyak atau tidak teratur, perdarahan di luar menstruasi, maupun nyeri ketika berhubungan seksual, buang air kecil, atau buang air besar perlu diperiksakan ke dokter. Keluhan tersebut mungkin bukan nyeri haid biasa.
Jamu kunyit asam memang memiliki potensi manfaat, terutama sebagai sumber senyawa antioksidan dan pendamping untuk mengurangi nyeri haid. Namun, dosis bahan aktif dalam setiap minuman bisa berbeda dan bukti klinisnya belum cukup untuk menjadikannya sebagai obat. Jadi, konsumsi secara bijak, ya!
Referensi
Andrie, Mohamad, Wintari Taurina, dan Rizqa Ayunda. “Activities Test of ‘Jamu Gendong Kunyit Asam’ as an Antidiabetic in Streptozotocin-Induced Rats.” Majalah Obat Tradisional. https://doi.org/10.22146/tradmedj.8147.
Bahrami, Afsane, Asghar Zarban, Hadis Rezapour, Akram Agha Amini Fashami, dan Gordon A. Ferns. “Effects of Curcumin on Menstrual Pattern, Premenstrual Syndrome, and Dysmenorrhea: A Triple-Blind, Placebo-Controlled Clinical Trial.” Phytotherapy Research 35, no. 12 (2021): 6954–62. https://doi.org/10.1002/ptr.7314.
Drobnic, Franchek, Joan Riera, Giovanni Appendino, Stefano Togni, Federico Franceschi, Xavier Valle, Antoni Pons, dan Josep Tur. “Reduction of Delayed Onset Muscle Soreness by a Novel Curcumin Delivery System (Meriva®): A Randomised, Placebo-Controlled Trial.” Journal of the International Society of Sports Nutrition 11 (2014): 31. https://doi.org/10.1186/1550-2783-11-31.
Hesami, Sepideh, Maria Kavianpour, Mohamadreza Rashidi Nooshabadi, Mojgan Yousefi, Fatemeh Lalooha, dan Hossein Khadem Haghighian. “Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Clinical Trial Studying the Effects of Turmeric in Combination with Mefenamic Acid in Patients with Primary Dysmenorrhoea.” Journal of Gynecology Obstetrics and Human Reproduction 50, no. 4 (2021): 101840. https://doi.org/10.1016/j.jogoh.2020.101840.
Lestari, Nadya, Tubagus Erwin N., dan Septi Nura Astuti. “The Effectiveness of Tamarind Turmeric Water on the Dysmenorrhea Pain Scale in Teenage Girl.” Caring: Indonesian Journal of Nursing Science 5, no. 2 (2023): 87–92. https://doi.org/10.32734/ijns.v5i2.13467.
Mulyani, Sri, Bambang Admadi Harsojuwono, dan Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati. “Potensi Minuman Kunyit Asam (Curcuma domestica Val.–Tamarindus indica L.) sebagai Minuman Kaya Antioksidan.” Agritech 34, no. 1 (2014): 65–71. https://journal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9524.
National Center for Complementary and Integrative Health. “Turmeric: Usefulness and Safety.” Diakses Juli 2026.
Septiana, Aisyah Tri. “Kadar dan Aktivitas Antioksidan Minuman Kunyit dan Asam yang Manis.” Agritech 24, no. 2 (2004). https://doi.org/10.22146/agritech.13492.
World Health Organization. "Guideline: Sugars Intake for Adults and Children." Diakses Juli 2026.