ilustrasi jemaah haji yang sakit saat haji (IDN Times/Sunariyah)
Oralit memang membantu, tetapi ada situasi tertentu yang tidak bisa ditangani sendiri. Kalau terus-terusan diare, muntah hebat, tidak bisa minum, demam tinggi, urine sangat sedikit, linglung, atau tampak sangat lemas, segera cari pertolongan medis.
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah mata cekung, kulit terasa sangat kering, jantung berdebar cepat, atau pusing berat saat berdiri. Pada lansia, dehidrasi berat kadang muncul dalam bentuk kebingungan atau penurunan kesadaran.
Dalam kondisi seperti itu, tubuh mungkin membutuhkan cairan infus atau penanganan lebih lanjut. Karena itu, oralit sebaiknya dipandang sebagai pertolongan awal, bukan pengganti pemeriksaan medis bila gejala sudah berat.
Oralit memang bukan barang yang wajib diminum setiap hari selama haji, tetapi layak dibawa sebagai bagian dari perlengkapan kesehatan pribadi. Cuaca panas, aktivitas fisik yang tinggi, serta risiko diare dan muntah membuat jemaah lebih rentan kehilangan cairan. Dalam situasi tertentu, oralit bisa membantu tubuh pulih lebih cepat dan mencegah dehidrasi lebih berat.
Referensi
World Health Organization. “Drinking-Water Fact Sheet.” Diakses April 2026.
World Health Organization dan United Nations Children's Fund. “Diarrhoea: Why Children Are Still Dying and What Can Be Done.” Diakses April 2026.
J A Al-Tawfiq and Z A Memish, “The Hajj: Updated Health Hazards and Current Recommendations for 2012,” Eurosurveillance 17, no. 41 (October 11, 2012): 20295, https://doi.org/10.2807/ese.17.41.20295-en.
Centers for Disease Control and Prevention. “Preventing Dehydration When You Are Sick.” Diakses April 2026.
National Health Service. “Dehydration.” Diakses April 2026.