ilustrasi salmon donburi sambal kecombrang (magnific.com/lifeforstock)
Kebutuhan vitamin B untuk pelari sebaiknya dipenuhi melalui makanan sehari-hari. Selain menyediakan berbagai jenis vitamin B, makanan utuh juga mengandung serat, mineral, dan zat gizi lain yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut beberapa makanan yang dapat menjadi sumber vitamin B untuk pelari.
Daging ayam, kalkun, dan jenis daging tanpa lemak lainnya mengandung vitamin B3, B6, dan B12. Ayam dan kalkun juga termasuk sumber vitamin B6 yang baik, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B dari makanan.
Telur mengandung vitamin B2, B7, dan B12. Mengonsumsi telur secara rutin dapat membantu menambah asupan vitamin B, meski telur saja belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan vitamin B12, terutama bagi pelari dengan aktivitas fisik tinggi.
Lentil, kacang arab, dan kacang hitam merupakan sumber vitamin B1 dan folat atau vitamin B9. Jenis makanan ini juga dapat menjadi pilihan sumber zat gizi bagi pelari yang mengurangi konsumsi produk hewani.
Bayam, kale, dan selada romaine kaya akan folat serta mengandung vitamin B2. Mengolahnya dengan cara yang tidak terlalu lama atau menggunakan sedikit panas dapat membantu mempertahankan kandungan vitamin yang sensitif terhadap panas.
Oat, beras merah, dan quinoa menyediakan vitamin B1, B2, B3, dan B5. Dibandingkan biji-bijian yang sudah banyak melalui proses pengolahan, pilihan whole grain masih mempertahankan bagian kulit ari dan lembaga yang kaya akan zat gizi.
Salmon, tuna, dan makerel merupakan sumber vitamin B3, B6, dan B12. Ikan berlemak juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat mendukung proses pemulihan tubuh setelah berolahraga.
Susu dan greek yoghurt dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B2 dan B12. Produk susu juga bisa menjadi pilihan praktis untuk menambah asupan zat gizi setelah latihan.