Ibu menyusui mengalami payudara yang terasa keras, panas, nyeri, lalu muncul demam. Dalam situasi seperti ini, beberapa ibu menganggap penyebabnya adalah ASI yang terlalu lama tersimpan di payudara menjadi "basi", dan akhirnya menyebabkan mastitis.
Mastitis adalah peradangan payudara, dapat disertai infeksi ataupun tidak. Academy of Breastfeeding Medicine memandang mastitis sebagai sebuah spektrum proses inflamasi, mulai dari penyempitan saluran akibat pembengkakan jaringan hingga mastitis inflamatorik, mastitis bakterial, dan abses pada sebagian kasus.
Yang dapat terjadi adalah ASI tidak mengalir seimbang dengan produksinya. Misalnya, jadwal menyusu berubah, bayi tidak menyusu seperti biasanya, ada masalah pelekatan, atau tubuh memproduksi ASI melebihi kebutuhan bayi. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan di dalam payudara dan berhubungan dengan pembengkakan serta peradangan.
Sebuah tinjauan sistematis terhadap 26 penelitian menemukan beberapa masalah menyusui, termasuk kerusakan puting, pembengkakan, dan gangguan aliran ASI, berkaitan dengan kejadian mastitis. Namun, kualitas bukti mengenai banyak faktor risikonya masih terbatas dan hubungan sebab-akibatnya tidak selalu sederhana.
