Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pulang Haji, Perlukah Medical Check-Up?

Pulang Haji, Perlukah Medical Check-Up?
Kloter pertama jemaah haji mulai tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Ibadah haji menuntut fisik dan mental, sehingga setelah pulang penting memastikan tubuh pulih dari kelelahan, dehidrasi, serta risiko penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan.
  • Pemeriksaan pascahaji disesuaikan dengan kondisi individu, meliputi tekanan darah, gula darah, fungsi jantung, ginjal, paru-paru, hingga evaluasi muskuloskeletal bila ada keluhan atau faktor risiko.
  • Segera periksa ke dokter jika muncul gejala serius seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, atau kelemahan mendadak karena bisa menandakan infeksi berat atau komplikasi penyakit kronis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menunaikan ibadah haji yang penuh haru sekaligus menguras tenaga. Selama beberapa minggu, jemaah berjalan jauh, menghadapi cuaca panas ekstrem, perubahan pola tidur, kerumunan jutaan orang, hingga risiko paparan berbagai penyakit menular.

Setelah tiba di Tanah Air, banyak jemaah dan keluarga kembali ke aktivitas harian. Padahal, pada beberapa orang, masa setelah haji bisa menjadi periode penting untuk memastikan tubuh pulih dan tidak membawa masalah kesehatan.

Tidak semua orang harus menjalani serangkaian tes medis yang rumit. Pemeriksaan yang dibutuhkan sangat bergantung pada usia, kondisi kesehatan sebelumnya, serta gejala yang muncul setelah pulang haji.

Haji termasuk salah satu kegiatan kerumunan massa terbesar di dunia. Dalam kondisi seperti ini, risiko penularan penyakit menular meningkat, terutama infeksi saluran pernapasan. Selain itu, aktivitas fisik yang berat dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki jemaah.

Tujuan pemeriksaan pascahaji bukan cuma mencari penyakit baru, tetapi juga memastikan kondisi tubuh kembali stabil.

Pemeriksaan apa saja yang sebaiknya dilakukan? Cek daftarnya di bawah ini.

Table of Content

1. Tekanan darah

1. Tekanan darah

Perjalanan panjang, kelelahan, dehidrasi, perubahan pola makan, serta stres fisik selama ibadah dapat memengaruhi tekanan darah, terutama pada orang yang sudah memiliki hipertensi.

Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan jika:

  • Memiliki riwayat hipertensi.
  • Mengonsumsi obat tekanan darah rutin.
  • Mengalami pusing atau sakit kepala.
  • Merasa mudah lelah atau sesak.

Bagi lansia, pemeriksaan ini sebaiknya menjadi bagian dari evaluasi rutin setelah pulang haji.

2. Gula darah

Perubahan jadwal makan, aktivitas fisik yang lebih tinggi, hingga kemungkinan infeksi dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tidak stabil.

Pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  • Gula darah puasa.
  • Gula darah sewaktu
  • HbA1c (jika diperlukan untuk evaluasi jangka panjang).

Pemeriksaan ini penting terutama jika muncul gejala seperti:

  • Haus berlebihan.
  • Sering buang air kecil.
  • Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
  • Luka yang sulit sembuh.

3. Evaluasi infeksi saluran pernapasan

Sejumlah jemaah haji kloter pertama duduk di area kedatangan Bandara Soekarno-Hatta dengan koper dan perlengkapan haji mereka.
Kloter pertama jemaah haji mulai tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ini adalah alasan paling sering seseorang mencari pertolongan medis setelah pulang dari haji. Segera periksakan diri jika mengalami:

  • Batuk lebih dari beberapa hari.
  • Demam.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Dahak berwarna kuning atau hijau.
  • Napas terasa pendek saat beraktivitas.

Dokter mungkin akan melakukan:

  • Pemeriksaan fisik paru.
  • Pengukuran saturasi oksigen.
  • Foto rontgen dada bila diperlukan.
  • Tes virus atau pemeriksaan laboratorium tertentu sesuai gejala.

Infeksi pernapasan merupakan salah satu penyebab tersering gangguan kesehatan pada pelancong yang baru kembali dari perjalanan internasional.

4. Pemeriksaan fungsi jantung jika ada keluhan

Pemeriksaan jantung perlu dipertimbangkan apabila muncul gejala seperti:

  • Nyeri dada.
  • Jantung berdebar.
  • Sesak napas.
  • Mudah lelah yang tidak biasa.
  • Pembengkakan pada kaki.

Dokter dapat merekomendasikan:

  • Elektrokardiogram (EKG).
  • Ekokardiografi.
  • Pemeriksaan biomarker jantung bila diperlukan.

Tidak semua jemaah perlu pemeriksaan ini secara rutin, tetapi penting jika muncul gejala atau ada riwayat penyakit jantung.

5. Fungsi ginjal

Dehidrasi akibat cuaca panas dan aktivitas fisik yang berat dapat memberi tekanan tambahan pada ginjal, terutama pada orang yang sebelumnya memiliki diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis.

Pemeriksaan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Kreatinin serum.
  • Estimated glomerular filtration rate (eGFR)
  • Urinalisis.

Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan jika ada faktor risiko atau keluhan tertentu.

6. Pemeriksaan kesehatan paru-paru pada kelompok berisiko

Jemaah haji Indonesia berjalan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah sambil membawa koper dan tas setelah menunaikan ibadah haji.
Ilustrasi - Sejumlah jemaah haji Indonesia tampak di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah bersiap untuk kembali ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah haji. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Bagi orang yang hidup dengan asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau penyakit paru kronis lainnya, evaluasi setelah pulang haji bisa membantu memastikan kondisi tetap stabil.

Dokter dapat melakukan:

  • Pemeriksaan fungsi paru (spirometri).
  • Pengukuran saturasi oksigen.
  • Pemeriksaan radiologi bila diperlukan.

Ini makin penting jika setelah pulang muncul batuk berkepanjangan atau sesak napas.

7. Pemeriksaan kaki dan sistem muskuloskeletal

Selama haji, jemaah dapat berjalan puluhan kilometer dalam berbagai rangkaian ibadah. Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami nyeri lutut, nyeri pinggang, cedera otot, lecet pada kaki, dan pembengkakan tungkai.

Orang dengan diabetes perlu lebih waspada karena luka kecil pada kaki dapat berkembang menjadi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

Apakah semua jemaah perlu tes laboratorium lengkap?

Pada jemaah yang tidak memiliki penyakit kronis, tidak mengalami gejala apa pun, dan merasa sehat setelah pulang, pemeriksaan laboratorium lengkap umumnya tidak selalu diperlukan.

Pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi individu dan faktor risiko yang dimiliki.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Jangan menunda pemeriksaan jika setelah pulang haji muncul:

  • Demam tinggi.
  • Sesak napas.
  • Batuk berat.
  • Nyeri dada.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh.
  • Diare berat.
  • Dehidrasi.

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan infeksi serius atau komplikasi penyakit kronis yang membutuhkan penanganan segera.

Sepulang haji, beberapa orang memerlukan pemeriksaan kesehatan berdasarkan usia, riwayat penyakit, atau gejala yang dirasakan.

Bagi sebagian besar jemaah, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan evaluasi terhadap gejala infeksi saluran pernapasan merupakan langkah awal yang baik, sementara pemeriksaan fungsi jantung, ginjal, maupun paru-paru biasanya dilakukan jika ada faktor risiko atau keluhan tertentu. Konsultasikan dengan dokter mengenai pemeriksaan yang diperlukan sesuai kondisi dan kebutuhan.

Referensi

Samir Benkouiten et al., “Clinical Respiratory Infections and Pneumonia During the Hajj Pilgrimage: A Systematic Review,” Travel Medicine and Infectious Disease 28 (December 4, 2018): 15–26, https://doi.org/10.1016/j.tmaid.2018.12.002.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Post-Travel Evaluation of the Ill Traveler.” CDC Yellow Book 2026. Diakses Juni 2026.

CDC. “Post-Travel Respiratory Infections.” CDC Yellow Book 2026. Diakses Juni 2026.

Parvaiz A. Koul et al., “Respiratory Viruses in Returning Hajj &Amp; Umrah Pilgrims With Acute Respiratory Illness in 2014-2015,” The Indian Journal of Medical Research 148, no. 3 (September 1, 2018): 329–33, https://doi.org/10.4103/ijmr.ijmr_890_17.

Saudi Ministry of Health. “Respiratory Infection During Hajj.” Diakses Juni 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More