Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Anak Kurang Gizi Lebih Rentan Mengalami Komplikasi Campak?
ilustrasi anak sedang makan (pexels.com/Tom Fisk)
  • Gizi buruk melemahkan sistem imun anak sehingga tubuh lebih sulit melawan virus campak.

  • Kekurangan vitamin A dan protein meningkatkan risiko komplikasi seperti pneumonia dan diare.

  • Campak juga dapat memperburuk status gizi anak, menciptakan siklus penyakit dan malnutrisi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Campak masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada anak. Walaupun vaksin telah tersedia dan efektif, tetapi wabah campak masih terjadi di berbagai wilayah, terutama di daerah dengan tingkat gizi anak yang rendah.

Dalam konteks kesehatan global, hubungan antara campak dan status gizi anak sudah lama menjadi perhatian para peneliti. Anak yang mengalami gizi buruk sering kali menghadapi risiko komplikasi yang lebih tinggi ketika terinfeksi virus campak.

Berbagai penelitian menunjukkan, kekurangan nutrisi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh anak tidak mampu merespons infeksi virus secara optimal.

1. Bagaimana virus campak memengaruhi tubuh anak?

Virus penyebab campak sangat menular dan menyebar melalui droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Infeksi biasanya dimulai dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah sebelum muncul ruam khas di kulit.

Campak bukan sekadar penyakit dengan ruam. Virus penyebabnya juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh secara signifikan, sehingga anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah sembuh.

Fenomena ini dikenal sebagai immune amnesia, yaitu kondisi ketika infeksi campak “menghapus” sebagian memori imun tubuh terhadap patogen lain.

Penelitian menunjukkan bahwa virus campak dapat menghancurkan sel memori imun, sehingga tubuh kehilangan sebagian perlindungan terhadap infeksi sebelumnya. Ketika kondisi ini terjadi pada anak dengan gizi buruk, dampaknya bisa menjadi jauh lebih serius.

2. Mengapa gizi buruk membuat campak lebih berbahaya?

ilustrasi balita sakit campak (cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD/ID#: 24423)

Sistem kekebalan tubuh membutuhkan berbagai nutrisi untuk berfungsi dengan baik. Protein, vitamin, dan mineral berperan penting dalam pembentukan antibodi, aktivitas sel imun, serta proses peradangan yang membantu tubuh melawan infeksi.

Anak dengan gizi buruk memiliki sistem imun yang lebih lemah sehingga lebih mudah mengalami infeksi berat, termasuk campak.

Salah satu nutrisi yang sangat penting adalah vitamin A. Kekurangan vitamin ini telah lama diketahui meningkatkan risiko komplikasi campak. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin A dapat mengurangi risiko kematian pada anak dengan campak.

Kekurangan protein dan energi juga memengaruhi kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat infeksi. Akibatnya, anak dengan gizi buruk lebih rentan mengalami komplikasi seperti:

  • Pneumonia.

  • Diare berat.

  • Infeksi telinga.

  • Radang otak (ensefalitis).

Pneumonia merupakan penyebab kematian paling umum pada anak yang mengalami komplikasi campak.

3. Campak juga bisa memperburuk gizi anak

Hubungan antara campak dan gizi buruk sebenarnya bersifat dua arah. Tidak hanya gizi buruk yang memperparah infeksi, tetapi infeksi campak juga dapat memperburuk status gizi anak.

Selama sakit, anak sering kehilangan nafsu makan dan mengalami demam tinggi. Dalam beberapa kasus, infeksi campak juga menyebabkan diare yang mempercepat kehilangan cairan dan nutrisi.

Penelitian menunjukkan bahwa infeksi campak dapat menyebabkan penurunan berat badan dan memperburuk kekurangan nutrisi pada anak, terutama di negara dengan tingkat malnutrisi tinggi.

Kondisi ini menciptakan siklus berbahaya: gizi buruk meningkatkan risiko komplikasi campak, sementara campak memperburuk malnutrisi yang sudah ada.

4. Pentingnya nutrisi dan vaksinasi

ilustrasi vaksinasi campak (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Karena hubungan yang erat antara gizi dan campak, pendekatan pencegahan tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga pada perbaikan status gizi anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian vitamin A pada anak sakit campak untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian.

Program suplementasi vitamin A telah menjadi bagian penting dari strategi kesehatan anak di banyak negara.

Selain itu, vaksinasi tetap menjadi perlindungan paling efektif. Vaksin campak dapat mencegah sebagian besar infeksi dan secara signifikan mengurangi risiko wabah.

Campak dapat menjadi penyakit yang jauh lebih berbahaya bagi anak dengan gizi buruk. Kekurangan nutrisi melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga anak lebih sulit melawan virus dan lebih rentan mengalami komplikasi serius seperti pneumonia dan diare.

Hubungan antara campak dan gizi buruk juga bersifat timbal balik. Infeksi campak dapat memperburuk kondisi gizi anak, menciptakan siklus penyakit dan malnutrisi yang saling memperkuat. Karena itu, upaya pencegahan perlu memastikan anak mendapatkan vaksinasi yang lengkap sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi penting buat anak.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Complications.” Diakses Maret 2026.

UNICEF. “Child Nutrition.” Diakses Maret 2026.

Michael J. Mina et al., “Measles Virus Infection Diminishes Preexisting Antibodies That Offer Protection From Other Pathogens,” Science 366, no. 6465 (October 31, 2019): 599–606, https://doi.org/10.1126/science.aay6485.

Gregory D. Hussey and Max Klein, “A Randomized, Controlled Trial of Vitamin a in Children With Severe Measles,” New England Journal of Medicine 323, no. 3 (July 19, 1990): 160–64, https://doi.org/10.1056/nejm199007193230304.

Moss, William J. “Measles.” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

Editorial Team