ilustrasi vaksinasi campak (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Karena hubungan yang erat antara gizi dan campak, pendekatan pencegahan tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga pada perbaikan status gizi anak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian vitamin A pada anak sakit campak untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian.
Program suplementasi vitamin A telah menjadi bagian penting dari strategi kesehatan anak di banyak negara.
Selain itu, vaksinasi tetap menjadi perlindungan paling efektif. Vaksin campak dapat mencegah sebagian besar infeksi dan secara signifikan mengurangi risiko wabah.
Campak dapat menjadi penyakit yang jauh lebih berbahaya bagi anak dengan gizi buruk. Kekurangan nutrisi melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga anak lebih sulit melawan virus dan lebih rentan mengalami komplikasi serius seperti pneumonia dan diare.
Hubungan antara campak dan gizi buruk juga bersifat timbal balik. Infeksi campak dapat memperburuk kondisi gizi anak, menciptakan siklus penyakit dan malnutrisi yang saling memperkuat. Karena itu, upaya pencegahan perlu memastikan anak mendapatkan vaksinasi yang lengkap sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi penting buat anak.
Referensi
World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Complications.” Diakses Maret 2026.
UNICEF. “Child Nutrition.” Diakses Maret 2026.
Michael J. Mina et al., “Measles Virus Infection Diminishes Preexisting Antibodies That Offer Protection From Other Pathogens,” Science 366, no. 6465 (October 31, 2019): 599–606, https://doi.org/10.1126/science.aay6485.
Gregory D. Hussey and Max Klein, “A Randomized, Controlled Trial of Vitamin a in Children With Severe Measles,” New England Journal of Medicine 323, no. 3 (July 19, 1990): 160–64, https://doi.org/10.1056/nejm199007193230304.
Moss, William J. “Measles.” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.