- Otot tidak menghasilkan kekuatan awal yang cukup saat memulai gerakan.
- Kecepatan gerakan tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.
- Otot membutuhkan waktu lebih lama untuk rileks setelah berkontraksi.
Mengapa Gerakan Pasien Penyakit Parkinson Menjadi Lambat?

- Penyakit Parkinson menyebabkan bradikinesia karena berkurangnya dopamin di otak, mengganggu koordinasi antara basal ganglia dan korteks motorik sehingga gerakan tubuh menjadi lambat dan sulit dikendalikan.
- Kerusakan pada sirkuit saraf pengendali gerakan membuat sinyal otak melemah, menyebabkan otot sulit memulai atau mempertahankan kecepatan gerak meski tenaga yang dikeluarkan lebih besar.
- Hilangnya kemampuan melakukan gerakan otomatis membuat penderita harus berpikir sadar untuk setiap aktivitas, namun terapi obat, stimulasi otak dalam, dan olahraga dapat membantu memperbaiki keluwesan gerak.
Penyakit Parkinson merupakan gangguan saraf progresif yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk bergerak secara normal. Salah satu gejala paling khas dari kondisi ini adalah bradikinesia, yaitu gerakan tubuh yang menjadi lebih lambat dari biasanya.
Bagi orang dengan penyakit Parkinson, aktivitas sederhana seperti berjalan, menulis, atau mengancingkan baju bisa jauh lebih sulit dan perlu usaha ekstra. Kondisi ini terjadi bukan karena otot melemah, melainkan karena adanya gangguan pada sistem saraf yang mengatur gerakan tubuh. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan gerakan orang dengan penyakit Parkinson menjadi lambat?
Table of Content
1. Kekurangan dopamin di otak
Penyebab utama bradikinesia adalah berkurangnya sel saraf yang memproduksi dopamin di bagian otak bernama substantia nigra. Dopamin merupakan neurotransmiter yang berperan penting dalam mengirimkan sinyal antarbagian otak yang mengatur gerakan tubuh.
Dalam kondisi normal, dopamin membantu koordinasi antara basal ganglia dan korteks motorik, sehingga gerakan bisa dimulai dan dilakukan dengan lancar. Namun, pada orang dengan penyakit Parkinson, sel penghasil dopamin secara bertahap rusak dan mati.
Ketika kadar dopamin menurun drastis, otak kesulitan mengoordinasikan aktivasi otot. Akibatnya, gerakan menjadi lebih lambat, langkah kaki mengecil, dan aktivitas sederhana seperti mengetukkan jari terasa lebih berat. Kekurangan dopamin juga mengganggu keseimbangan jalur saraf di basal ganglia.
Normalnya, dopamin memperkuat jalur yang mendorong gerakan dan menekan jalur yang menghambat gerakan. Pada penyakit Parkinson, keseimbangan ini terganggu sehingga sinyal untuk bergerak menjadi lebih lemah dan terlambat sampai ke otot.
2. Gangguan sirkuit saraf pengendali gerakan
Gerakan tubuh manusia diatur oleh jaringan saraf kompleks yang dikenal sebagai sirkuit basal ganglia–talamus–korteks. Sirkuit ini bertugas mempersiapkan dan mengeksekusi gerakan dengan efisien.
Pada orang dengan penyakit Parkinson, sistem ini tidak lagi bekerja secara optimal. Sinyal saraf yang seharusnya memperkuat gerakan menjadi melemah. Akibatnya, beberapa hal dapat terjadi, seperti:
Misalnya, ketika melakukan gerakan berulang seperti mengetuk meja dengan jari. Pada orang dengan penyakit Parkinson, gerakan biasanya dimulai dengan lambat lalu makin lama makin kecil dan makin lambat.
Selain itu, gejala lain seperti kekakuan otot dan tremor juga meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Walaupun orang dengan penyakit Parkinson mengeluarkan lebih banyak usaha untuk bergerak, tetapi gerakan tetap terasa lambat.
3. Hilangnya gerakan otomatis

Banyak gerakan sehari-hari sebenarnya dilakukan secara otomatis oleh otak tanpa disadari, seperti berjalan, mengayunkan tangan, atau menjaga keseimbangan tubuh. Pada orang dengan penyakit Parkinson, kemampuan otomatis ini perlahan menghilang. Akibatnya, seseorang harus secara sadar memikirkan setiap gerakan yang ingin dilakukan.
Hal ini membuat aktivitas yang sebelumnya terasa alami menjadi lebih melelahkan secara mental. Sistem saraf yang melibatkan beberapa bagian otak, seperti subthalamic nucleus, globus pallidus, dan pedunculopontine nucleus tidak lagi bekerja secara harmonis.
Dalam kasus yang lebih berat, kondisi ini dapat menyebabkan freezing of gait, yaitu keadaan ketika penderita tiba-tiba tidak mampu melangkah meskipun ingin berjalan.
4. Dampak dalam kehidupan sehari-hari
Bradikinesia dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan orang dengan penyakit Parkinson. Beberapa tanda yang sering terlihat antara lain:
- Cara berjalan menjadi menyeret atau langkahnya kecil.
- Ayunan tangan saat berjalan berkurang.
- Tulisan tangan menjadi sangat kecil (mikrografia).
- Kesulitan melakukan aktivitas halus, seperti membuka kancing atau memegang alat makan.
Menariknya, pada kondisi ini kekuatan otot sebenarnya masih cukup baik. Penderita masih bisa menggenggam benda dengan kuat, tetapi mengalami kesulitan saat harus melakukan gerakan yang cepat atau berulang. Gejala juga sering memburuk saat seseorang sedang stres atau melakukan banyak hal sekaligus.
5. Pengobatan untuk membantu mengatasi gerakan lambat
Pengobatan utama penyakit Parkinson biasanya menggunakan levodopa, obat yang membantu meningkatkan kadar dopamin di otak. Dengan meningkatnya dopamin, keseimbangan jalur saraf yang mengatur gerakan dapat membaik sehingga kecepatan dan keluwesan gerakan meningkat.
Selain obat, terapi lain seperti deep brain stimulation (DBS) juga dapat membantu. Prosedur ini bekerja dengan menstimulasi bagian tertentu di otak untuk menstabilkan aktivitas saraf yang terganggu. Olahraga dan terapi fisik juga memiliki peran penting karena dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh serta merangsang kemampuan adaptasi otak.
Gerakan yang melambat pada orang dengan penyakit Parkinson terutama disebabkan oleh hilangnya dopamin di otak yang mengganggu sistem saraf pengendali gerakan. Gangguan ini memengaruhi sirkuit basal ganglia, mengurangi gerakan otomatis, dan membuat orang dengan penyakit Parkinson harus mengeluarkan usaha lebih besar untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Meski penyakit ini bersifat progresif, tetapi pengobatan yang tepat, terapi fisik, serta aktivitas olahraga dapat membantu mempertahankan kemampuan bergerak dan meningkatkan kualitas hidup.
Referensi
"Bradykinesia is One of The Most Disabling Features of PD." American Parkinson Disease Association. Diakses pada April 2026.
"Bradykinesia." Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.
"Bradykinesia (slowness)." Parkinson's Australia. Diakses pada April 2026.
"Trouble Moving or Walking." Parkinson's Foundation. Diakses pada April 2026.

![[QUIZ] Pilih Masakan Babi Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250125/1000037421-899b59f0f65acad798d392c407f4ab92-7b768b6afd3aa4142ecd82a0a24e844d.jpg)
![[QUIZ] Dari Reaksi Tubuhmu saat Olahraga, Ini Daya Tahan Fisikmu](https://image.idntimes.com/post/20250603/pexels-julia-larson-6455835-8be4251b4142166ea02145b04bdac5f9-dc1b9aa001bf891562bf34f994f37fad.jpg)











![[QUIZ] Pilih Jenis Lari Favorit Kamu, Kami Tebak Kepribadian Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260327/side-view-man-training-outdoors_23-2150828873_09337711-e762-477c-bfeb-fef172d4355e.jpg)


