ilustrasi bahan kimia obat (pexels.com/Suzy Hazelwood)
Aturan paling aman adalah memakai ibuprofen dengan dosis terkecil yang masih efektif dan dalam waktu sesingkat mungkin. NHS menyarankan ibuprofen ditelan dengan air, idealnya bersama makanan atau setelah makan, agar lebih ramah bagi lambung. Efek samping serius yang perlu diwaspadai termasuk tukak lambung atau perdarahan di lambung.
Hindari menggabungkan ibuprofen dengan NSAID lain seperti aspirin dosis nyeri, naproxen, atau diclofenac tanpa arahan dokter. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko efek samping. Hindari juga minum ibuprofen bersama alkohol, terutama bila kamu punya riwayat masalah lambung.
Jika kamu sering membutuhkan ibuprofen, misalnya hampir setiap hari, itu tanda bahwa penyebab nyerinya perlu dievaluasi. Dokter mungkin akan mempertimbangkan obat pelindung lambung, pilihan obat nyeri lain, atau pemeriksaan lebih lanjut sesuai kondisi.
Kapan harus segera mencari bantuan medis?
Segera cari bantuan medis bila setelah minum ibuprofen muncul nyeri perut berat, muntah darah, muntah seperti ampas kopi, tinja hitam seperti aspal, pusing berat, lemas, sesak, atau tampak pucat. MedlinePlus menyarankan menghentikan ibuprofen dan menghubungi dokter bila muncul nyeri lambung, heartburn, muntah berdarah, darah pada tinja, atau tinja hitam.
Kesimpulannya, ibuprofen dapat mengiritasi lambung karena obat ini menekan prostaglandin, zat yang tidak hanya terlibat dalam nyeri dan peradangan, tetapi juga menjaga pelindung alami lambung. Ibuprofen tetap bermanfaat bila digunakan dengan tepat. Namun, obat ini sebaiknya tidak diminum sembarangan, apalagi dalam dosis tinggi atau berulang tanpa evaluasi. Untuk lambung yang lebih aman, minum dengan air, setelah makan, gunakan seperlunya, dan perhatikan tanda bahaya.