Segera cari bantuan medis jika setelah minum ibuprofen muncul nyeri perut berat, muntah darah, muntah seperti ampas kopi, tinja hitam seperti aspal, pusing berat, lemas, sesak, atau tampak pucat.
Hentikan penggunaan ibuprofen dan hubungi dokter jika muncul nyeri lambung, heartburn, muntah berdarah, darah pada tinja, atau tinja hitam.
Kesimpulannya, ibuprofen dapat mengiritasi lambung karena obat ini menekan prostaglandin, zat yang tidak hanya terlibat dalam nyeri dan peradangan, tetapi juga menjaga pelindung alami lambung.
Ibuprofen tetap bermanfaat apabila digunakan dengan tepat. Namun, obat ini sebaiknya tidak diminum sembarangan, apalagi dalam dosis tinggi atau berulang tanpa evaluasi. Agar aman buat lambung, minum obat dengan air, setelah makan, gunakan seperlunya, dan perhatikan tanda bahaya.
Referensi
Takeuchi, Koji. “Pathogenesis of NSAID-Induced Gastric Damage.” Journal of Physiology and Pharmacology 63, no. 1 (2012): 7–14.
Wallace, John L. “Pathogenesis of NSAID-Induced Gastroduodenal Mucosal Injury.” Best Practice & Research Clinical Gastroenterology 15, no. 5 (2001): 691–703.
Tai, F. W. D., and A. McAlindon. “Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs and the Gastrointestinal Tract.” Clinical Medicine 21, no. 2 (2021): 131–134.
MedlinePlus. “Ibuprofen.” Diakses Juli 2026.
National Health Service. “Ibuprofen for Adults.” Diakses Juli 2026.
Joo, Min Kyu, et al. “Clinical Guidelines for Drug-Related Peptic Ulcer, 2020 Revised Edition.” Gut and Liver 14, no. 6 (2020): 707–726.