Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Ibuprofen dapat Mengiritasi Lambung? 
ilustrasi kotak penyimpanan obat (pexels.com/Towfiqu Barbhuiya)
  • Ibuprofen termasuk OAINS atau NSAID, yaitu obat nyeri antiinflamasi yang bekerja dengan menekan prostaglandin.

  • Prostaglandin memang terlibat dalam nyeri dan radang, tetapi juga membantu melindungi lambung lewat mukus, bikarbonat, dan aliran darah ke dinding lambung.

  • Risiko iritasi, tukak, dan perdarahan lambung lebih tinggi bila ibuprofen diminum dosis tinggi, terlalu sering, lama, saat perut kosong, atau pada orang dengan riwayat tukak lambung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada berbagai obat antinyeri yang tersedia dengan berbagai pilihan merek. Salah satunya adalah ibuprofen, yang sering dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri otot, atau demam. Namun, efek sampingnya sering diabaikan, seperti perut perih, mual, begah, atau nyeri ulu hati.

Secara kerja, ibuprofen termasuk obat inflamasi nonsteroid (OAINS atau NSAID) yang menghambat enzim COX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin. Itu membantu meredakan nyeri dan peradangan, tetapi juga melemahkan lapisan pelindung lambung. Ketika lapisan pelindung ini melemah, asam lambung jadi lebih mudah mengiritasi dinding lambung dan dapat menyebabkan kerusakan.

1. Ibuprofen melemahkan pelindung alami lambung

Setiap harinya, lambung sebenarnya hidup berdampingan dengan asam. Supaya tidak terluka, dinding lambung dilindungi oleh mukus, bikarbonat, aliran darah yang baik, dan proses perbaikan sel yang terus berjalan. Prostaglandin membantu menjaga sistem perlindungan ini.

Ketika ibuprofen menekan produksi prostaglandin, nyeri memang bisa berkurang, tetapi perlindungan terhadap lambung ikut menurun. Artikel tinjauan dalam jurnal Best Practice & Research Clinical Gastroenterology menjelaskan bahwa kerusakan akibat OAINS terutama terjadi karena obat ini menghambat sintesis prostaglandin, sehingga beberapa komponen pertahanan mukosa lambung ikut terganggu.

Itulah alasan beberapa orang merasa mual, panas di ulu hati, atau perih setelah minum ibuprofen, terutama jika obat diminum saat perut kosong.

2. Iritasi bisa berkembang menjadi tukak atau perdarahan

ilustrasi ibuprofen, obat antinyeri (pexels.com/Polina Tankilevitch)

OAINS seperti ibuprofen bisa menyebabkan iritasi lambung, yang dalam kasus tertentu dapat berkembang menjadi gastritis, tukak, perdarahan, atau perforasi.

Masalah ini dapat muncul kapan saja dan kadang tanpa gejala peringatan. Risiko lebih tinggi pada penggunaan jangka panjang, usia lanjut, kondisi kesehatan buruk, perokok, atau peminum alkohol berat.

Para ahli memperingatkan kemungkinan tukak, perdarahan, atau lubang pada esofagus, lambung, atau usus, dan tinjauan klinis mencatat komplikasi serius kadang terjadi tanpa gejala sebelumnya. Pada penggunaan OAINS jangka panjang, kelainan pada endoskopi bisa ditemukan meski hanya sebagian kecil pasien mengeluhkan dispepsia.

3. Risiko lebih tinggi pada orang tertentu

Tidak semua orang yang minum ibuprofen akan mengalami masalah lambung jika pemakaiannya singkat dan pada dosis rendah.

Namun, risikonya meningkat pada usia lanjut, riwayat tukak atau perdarahan, penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi, serta jika dipakai bersamaan dengan aspirin, antikoagulan, steroid, atau pada penyakit ginjal.

Konsultasikan ke dokter sebelum rutin menggunakannya.

4. Cara minum ibuprofen agar lebih aman untuk lambung

Ilustrasi stok obat-obatan dan suplemen (pexels.com/Atlantic Ambience)

Aturan paling aman adalah memakai ibuprofen dengan dosis terkecil yang masih efektif dan dalam waktu sesingkat mungkin.

Telan dengan air, idealnya bersama makanan atau setelah makan, agar lebih ramah bagi lambung.

Efek samping serius yang perlu diwaspadai termasuk tukak lambung atau perdarahan di lambung.

Hindari menggabungkan ibuprofen dengan OAINS lain seperti aspirin dosis nyeri, naproxen, atau diclofenac tanpa arahan dokter. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko efek samping.

Hindari juga minum ibuprofen bersama alkohol, terutama jika kamu punya riwayat masalah lambung.

Kalau kamu sering membutuhkan ibuprofen, misalnya hampir setiap hari, itu tanda bahwa penyebab nyerinya perlu dievaluasi. Dokter mungkin akan mempertimbangkan obat pelindung lambung, pilihan obat nyeri lain, atau pemeriksaan lebih lanjut sesuai kondisi.

5. Kapan harus segera mencari bantuan medis?

Segera cari bantuan medis jika setelah minum ibuprofen muncul nyeri perut berat, muntah darah, muntah seperti ampas kopi, tinja hitam seperti aspal, pusing berat, lemas, sesak, atau tampak pucat.

Hentikan penggunaan ibuprofen dan hubungi dokter jika muncul nyeri lambung, heartburn, muntah berdarah, darah pada tinja, atau tinja hitam.

Kesimpulannya, ibuprofen dapat mengiritasi lambung karena obat ini menekan prostaglandin, zat yang tidak hanya terlibat dalam nyeri dan peradangan, tetapi juga menjaga pelindung alami lambung.

Ibuprofen tetap bermanfaat apabila digunakan dengan tepat. Namun, obat ini sebaiknya tidak diminum sembarangan, apalagi dalam dosis tinggi atau berulang tanpa evaluasi. Agar aman buat lambung, minum obat dengan air, setelah makan, gunakan seperlunya, dan perhatikan tanda bahaya.

Referensi

Takeuchi, Koji. “Pathogenesis of NSAID-Induced Gastric Damage.” Journal of Physiology and Pharmacology 63, no. 1 (2012): 7–14.

Wallace, John L. “Pathogenesis of NSAID-Induced Gastroduodenal Mucosal Injury.” Best Practice & Research Clinical Gastroenterology 15, no. 5 (2001): 691–703.

Tai, F. W. D., and A. McAlindon. “Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs and the Gastrointestinal Tract.” Clinical Medicine 21, no. 2 (2021): 131–134.

MedlinePlus. “Ibuprofen.” Diakses Juli 2026.

National Health Service. “Ibuprofen for Adults.” Diakses Juli 2026.

Joo, Min Kyu, et al. “Clinical Guidelines for Drug-Related Peptic Ulcer, 2020 Revised Edition.” Gut and Liver 14, no. 6 (2020): 707–726.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article