Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Mata Lebih Mudah Kering saat Musim Kemarau?

Mengapa Mata Lebih Mudah Kering saat Musim Kemarau?
ilustrasi mata kering (magnific.com/user18526052)
Intinya Sih
  • Musim kemarau membuat kelembapan udara menurun dan angin kencang, menyebabkan air mata cepat menguap sehingga mata terasa kering, perih, atau seperti berpasir.
  • Debu, polusi, dan partikel kecil di udara saat kemarau dapat mengiritasi mata serta menurunkan kualitas lapisan air mata yang menjaga kelembapan alami.
  • Mata kering bisa dicegah dengan menjaga hidrasi tubuh, menghindari paparan langsung angin atau AC, menggunakan tetes mata pelumas, serta segera konsultasi ke dokter bila gejala memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musim kemarau identik dengan cuaca panas, kelembapan udara yang rendah, dan angin yang lebih kencang. Selain membuat kulit terasa kering, perubahan kondisi lingkungan ini juga berdampak pada kesehatan mata. Tidak heran jika banyak orang mulai mengeluhkan mata perih, gatal, berair, hingga terasa seperti ada pasir yang mengganjal.

Meski terdengar sepele, mata kering yang dibiarkan terus-menerus bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, dalam jangka panjang kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan permukaan mata. Lantas, mengapa mata lebih mudah kering saat musim kemarau? Ini dia jawabannya!

1. Kelembapan udara yang rendah membuat air mata cepat menguap

Penyebab utama mata lebih mudah kering saat musim kemarau adalah turunnya kelembapan udara. Saat udara menjadi lebih kering, lapisan air mata yang melapisi permukaan mata akan lebih cepat menguap.

Air mata bukan hanya keluar saat menangis. Setiap saat mata menghasilkan lapisan air mata yang berfungsi menjaga kelembapan, membersihkan debu, sekaligus melindungi kornea dari infeksi. Ketika lapisan ini menipis akibat penguapan yang berlebihan, mata mulai terasa kering, panas, hingga seperti berpasir. Kondisi serupa juga sering terjadi ketika seseorang terlalu lama berada di ruangan ber-AC karena kelembapan udaranya ikut menurun.

2. Angin mempercepat hilangnya kelembapan mata

Selain udara yang kering, angin saat musim kemarau juga memperparah kondisi mata. Aliran udara dari angin, kipas angin, maupun pendingin ruangan membuat air mata menguap lebih cepat dibandingkan biasanya.

Akibatnya, mata kehilangan pelindung alaminya dalam waktu yang lebih singkat. Hal inilah yang menyebabkan mata terasa perih atau tidak nyaman setelah berkendara, beraktivitas di luar ruangan, atau duduk tepat di depan kipas angin.

3. Debu dan polusi lebih mudah mengiritasi mata

Pria mengenakan kemeja biru dan kaus putih sedang mengucek matanya sambil memegang kacamata, menggambarkan gejala mata kering.
ilustrasi mata kering (vecteezy.com/Thanasak Wongsuk)

Musim kemarau biasanya juga diikuti meningkatnya debu, asap, dan partikel kecil di udara. Bagi sebagian orang, jumlah serbuk sari juga meningkat pada musim tertentu.

Partikel-partikel tersebut dapat mengiritasi permukaan mata dan memicu peradangan ringan. Saat mata mengalami iritasi, kualitas lapisan air mata ikut menurun sehingga mata menjadi makin mudah kering. Tak jarang, seseorang justru mengalami mata berair saat mata sedang kering. Air mata yang keluar sebagai respons terhadap iritasi ini umumnya tidak mampu melapisi mata dengan baik sehingga rasa kering tetap muncul.

4. Kualitas air mata juga bisa menurun

Air mata terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan minyak (lipid), air, dan mukus. Ketiganya bekerja sama menjaga permukaan mata tetap lembap dan nyaman.

Pada sebagian orang, terutama yang mengalami gangguan pada kelenjar meibom, lapisan minyak yang berfungsi menghambat penguapan tidak diproduksi dengan baik. Akibatnya, air mata lebih cepat pecah dan menguap sehingga mata lebih mudah kering, terutama saat musim kemarau.

Risiko ini umumnya lebih tinggi pada lansia, pengguna lensa kontak, penderita blefaritis, orang dengan penyakit autoimun seperti sindrom Sjogren, maupun mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin atau beberapa obat tekanan darah.

5. Cara mencegah mata kering saat musim kemarau

Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga mata tetap nyaman selama musim kemarau:

  • Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Hindari paparan langsung dari kipas angin atau AC ke arah wajah.
  • Gunakan humidifier jika udara di dalam ruangan terasa sangat kering.
  • Terapkan aturan 20-20-20 saat bekerja di depan layar, yaitu setiap 20 menit alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik.
  • Biasakan berkedip secara penuh agar lapisan air mata tersebar merata.
  • Kompres hangat kelopak mata selama 5–10 menit untuk membantu menjaga fungsi kelenjar minyak pada mata.
  • Gunakan tetes mata pelumas (air mata artifisial), terutama yang bebas pengawet jika digunakan berkali-kali dalam sehari.
  • Kenakan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan debu dan angin.

6. Kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?

Seorang dokter spesialis mata memeriksa pasien menggunakan alat pemeriksa mata di ruang periksa dengan dinding berwarna biru.
ilustrasi memeriksa ke dokter spesialis mata (pexels.com/Anna Shvets)

Mata kering umumnya dapat membaik dengan perubahan kebiasaan dan penggunaan tetes mata pelumas. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus, disertai nyeri hebat, mata sangat merah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan tiba-tiba menjadi kabur, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Dokter dapat mencari penyebab yang mendasari, termasuk gangguan pada produksi air mata atau fungsi kelenjar meibom, kemudian memberikan terapi yang sesuai agar kondisi tidak semakin memburuk.

Kesimpulannya, musim kemarau membuat mata lebih mudah kering karena kelembapan udara menurun, air mata lebih cepat menguap, serta meningkatnya paparan angin, debu, dan polusi. Kebiasaan menatap layar terlalu lama juga dapat memperparah kondisi tersebut.

Untungnya, mata kering dapat dicegah dengan menjaga kelembapan lingkungan, cukup minum, rutin berkedip, serta menggunakan tetes mata pelumas bila diperlukan.

Jika gejalanya tidak kunjung membaik atau justru semakin berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata.

Referensi

Exphar. Diakses pada Juni 2026. "Dry Season And Dust: Why are Your Eyes More Irritated?"

Remagin. Diakses pada Juni 2026. "What Are the Best Ways to Handle Dry Eye Through Seasonal Changes?"

The Eye Foundation. Diakses pada Juni 2026. "Dry Eyes In Summer: Causes, Symptoms, And Treatment."

The Eye Lab Melbourne. Diakses pada Juni 2026. "How Weather Affects Dry Eyes and What You Can Do About It."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More