National Health Service, “Tooth Decay,” diakses September 2026.
American Academy of Pediatric Dentistry, “Pediatric Restorative Dentistry,” in The Reference Manual of Pediatric Dentistry (Chicago: American Academy of Pediatric Dentistry, 2025), 473–86, diakses September 2026.
American Dental Association, “Baby Teeth,” diakses September 2026.
N. P. Innes et al., “Child Caries Management: A Randomized Controlled Trial in Dental Practice,” Journal of Dental Research 99, no. 1 (2020): 36–43, https://doi.org/10.1177/0022034519888882.
National Health Service, “Dental Abscess,” diakses September 2026.
Gigi Susu Berlubang Akan Tanggal Juga, Tetap Harus Ditambal?

Gigi susu membantu anak mengunyah, berbicara, dan menjaga ruang bagi gigi permanen.
Gigi susu berlubang perlu diperiksa, tetapi tidak semuanya harus ditambal.
Pilihan perawatan bergantung pada kerusakan, kondisi gigi, dan perkiraan waktu tanggalnya.
Lubang kecil terlihat ketika anak membuka mulut saat disikat giginya. Ia belum mengeluh sakit, sehingga orang tua mungkin memilih menunggu karena berpikir toh gigi itu akan tanggal dan berganti.
amun, kerusakan gigi bisa berkembang tanpa keluhan pada awalnya. Ketika memburuk, anak dapat mengalami nyeri atau infeksi. Karena itu, gigi susu berlubang tetap perlu diperiksa dokter gigi, walaupun belum terasa sakit.
Apakah harus ditambal? Tidak selalu. Dokter gigi perlu menilai kerusakan dan menentukan perawatan yang sesuai.
Table of Content
1. Gigi susu masih punya tugas sebelum tanggal
Gigi susu membantu anak mengunyah makanan dan berbicara dengan jelas. Gigi ini juga menjaga ruang agar gigi permanen dapat tumbuh pada posisi yang sesuai. Kehilangan gigi susu terlalu dini akibat kerusakan dapat mengganggu pengaturan ruang tersebut.
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) menyebut perkiraan waktu sampai gigi tanggal sebagai salah satu pertimbangan sebelum melakukan penambalan.
2. Tambalan diperlukan sesuai kondisi kerusakannya

ilustrasi pemeriksaan gigi anak yang berlubang (pexels.com/Pixabay) Pada karies tahap awal, ketika permukaan gigi belum berlubang, perawatan fluorida dapat membantu mengembalikan mineral yang hilang. Jika sudah terbentuk lubang, tambalan sering diperlukan untuk memperbaiki bagian gigi yang rusak.
Dokter gigi mempertimbangkan kedalaman dan perkembangan kerusakan serta risiko karies anak. Pada kondisi tertentu, pilihannya dapat berupa mahkota pelindung gigi.
Kerusakan yang mencapai jaringan lunak di dalam gigi mungkin memerlukan perawatan pulpa, yaitu jaringan yang mengandung saraf dan pembuluh darah, atau pencabutan.
Tidak semua lesi karies membutuhkan tambalan. Namun, pilihan tanpa tambalan tetap melibatkan pencegahan dan pemantauan aktif oleh dokter gigi.
3. Perawatan yang disesuaikan
Uji klinis dalam Journal of Dental Research melibatkan 1.144 anak usia 3–7 tahun dengan karies pada geraham susu. Peneliti membandingkan tambalan konvensional disertai pencegahan, penutupan jaringan karies disertai pencegahan, serta pencegahan saja.
Selama pemantauan dengan median hampir 3 tahun, tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam kejadian nyeri atau infeksi di antara kelompok. Namun, hasil ini bukan bukti bahwa gigi berlubang boleh diabaikan. Kelompok pencegahan tetap mendapat pengaturan pola makan, pembersihan plak, fluorida, dan tindakan pencegahan lain dalam layanan dokter gigi.
4. Jangan menunggu sampai bengkak
Nyeri hebat, gusi bernanah, wajah membengkak, atau demam perlu segera diperiksakan. Jika anak sulit bernapas atau menelan, segera ke IGD. Abses gigi, yaitu kumpulan nanah akibat infeksi, tidak sembuh sendiri.
Setelah perawatan, bantu anak menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida. Gunakan sebesar butir beras untuk anak di bawah 3 tahun dan sebesar kacang polong pada usia 3–6 tahun. Batasi makanan serta minuman manis dan lakukan kontrol sesuai arahan dokter gigi.
Tambalan memperbaiki bagian gigi yang rusak, tetapi kebiasaan sehari-hari dan pemantauan tetap diperlukan untuk mengendalikan karies.
Referensi



![[QUIZ] Cek Tipe Badan Kamu dengan Menjawab Pertanyaan Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250623/upload_c358c3b5c0548839d937561a2a6930a9_27991bc6-f41c-411c-ac6b-b6627c2b3104.jpg)

















