Mayo Clinic Staff, “Amnesia: Symptoms and Causes,” diakses September 2026.
Cleveland Clinic, “Amnesia,” diakses September 2026.
Mayo Clinic Staff, “Transient Global Amnesia: Symptoms & Causes,” diakses September 2026.
John Baker et al., “The Syndrome of Transient Epileptic Amnesia: A Combined Series of 115 Cases and Literature Review,” Brain Communications 3, no. 2 (2021): fcab038, https://doi.org/10.1093/braincomms/fcab038.
David Spiegel, “Dissociative Amnesia,” MSD Manual Professional Edition, diakses September 2026.
6 Jenis Amnesia, Tidak Semuanya Menghapus Ingatan Masa Lalu

Amnesia dapat mengganggu ingatan lama, pembentukan ingatan baru, atau keduanya.
Jenis amnesia dibedakan berdasarkan pola gangguan, penyebab, atau durasinya sehingga dapat saling tumpang tindih.
Kehilangan ingatan mendadak perlu segera diperiksa, meskipun orang tersebut masih mengenali dirinya.
Seseorang masih mengenali keluarganya dan dapat menceritakan masa kecilnya, tetapi tidak ingat percakapan beberapa menit sebelumnya. Gambaran seperti ini dapat terjadi pada amnesia. Dalam kehidupan nyata, orang dengan amnesia umumnya tetap mengetahui siapa dirinya.
Amnesia merupakan gangguan ingatan yang dapat memengaruhi kemampuan mengingat pengalaman lama atau menyimpan informasi baru. Istilahnya dibedakan berdasarkan pola kehilangan ingatan, penyebab, maupun perjalanan gejalanya. Karena itu, beberapa jenis berikut bisa terjadi bersamaan.
Table of Content
1. Amnesia retrograd: sulit mengingat kejadian sebelum gangguan
Amnesia retrograd memengaruhi ingatan yang terbentuk sebelum amnesia terjadi. Seseorang dapat kehilangan ingatan tentang peristiwa menjelang cedera atau sakit, sementara sebagian pengalaman yang lebih lama masih diingat. Luasnya kehilangan ingatan berbeda-beda pada setiap orang.
Misalnya, seseorang masih mengenali keluarganya, tetapi tidak dapat mengingat kegiatan sebelum kecelakaan. Kondisi ini tidak selalu berarti seluruh riwayat hidupnya terhapus.
2. Amnesia anterograd: sulit membentuk ingatan baru
Pada amnesia anterograd, seseorang kesulitan membentuk atau menyimpan ingatan baru setelah gangguan muncul. Ia mungkin dapat berbicara dengan orang lain, lalu tidak mengingat percakapan tersebut beberapa saat kemudian. Ingatan sebelum gangguan bisa tetap tersimpan.
Gangguan ingatan juga tidak otomatis menghilangkan kemampuan berbahasa atau keterampilan yang sudah dipelajari, seperti bermain alat musik.
3. Amnesia pascatrauma: muncul setelah cedera kepala

ilustrasi seseorang mengalami amnesia (pexels.com/Towfiqu barbhuiya) Amnesia pascatrauma berkaitan dengan cedera kepala dan dapat mencakup gangguan mengingat kejadian lama maupun informasi baru. Pada masa awal pemulihan, seseorang juga bisa tampak bingung.
Kehilangan ingatan setelah benturan tetap membutuhkan pemeriksaan, meskipun orang tersebut tidak sempat pingsan.
4. Transient global amnesia: mendadak dan berlangsung singkat
Transient global amnesia (TGA) menyebabkan kesulitan mendadak membentuk ingatan baru, kadang disertai hilangnya ingatan tentang kejadian sebelumnya. Orang tersebut tetap sadar dan mengenali dirinya, tetapi bisa berulang kali bertanya karena tidak mengingat jawaban yang baru diberikan.
Episode biasanya membaik dalam beberapa jam dan berlangsung tidak lebih dari 24 jam. Namun, jangan menunggu di rumah untuk memastikan gejalanya hilang. Dokter perlu menyingkirkan penyebab lain, termasuk stroke atau kejang.
5. Amnesia epileptik sementara: episode berulang terkait epilepsi
Transient epileptic amnesia merupakan bentuk epilepsi yang menimbulkan episode kehilangan ingatan berulang. Penelitian dalam jurnal Brain Communications pada 2021, yang membahas gabungan 115 kasus, menggambarkan episode yang umumnya berlangsung sekitar 15–30 menit dan sering terjadi saat bangun tidur.
Pola tersebut dapat membantu dokter mengenali kemungkinan penyebabnya.
6. Amnesia disosiatif: sulit mengingat informasi pribadi penting

ilustrasi perempuan mengalami amnesia (pexels.com/Andrea Piacquadio) Amnesia disosiatif melibatkan kehilangan ingatan pribadi yang melampaui lupa biasa, biasanya berkaitan dengan trauma psikologis atau stres berat. Ingatan yang hilang dapat mencakup satu periode tertentu, sebagian kejadian, atau—lebih jarang—identitas dan riwayat hidup secara luas.
Diagnosis memerlukan pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti cedera otak, kejang, atau pengaruh obat.
Amnesia juga berbeda dari demensia, yang melibatkan penurunan kemampuan berpikir lain dan fungsi sehari-hari. Apabila seseorang mendadak kehilangan ingatan atau tampak bingung, bantu ia mendapatkan pertolongan medis segera.
Referensi











![[QUIZ] Dari Karaktermu saat Stres, Ini Tipe Stress Language Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)










