Ducray Dermatological Laboratories. Diakses pada April 2026. "Relieve Nighttime Itching."
Health. Diakses pada April 2026. Why Do Mosquito Bites Itch?
Healthline. Diakses pada April 2026. Itchy Skin at Night? "Why It Happens and What You Can Do About It."
Water’s Edge Dermatology. Diakses pada April 2026. "What Causes Itchy Skin at Night?"
Mengapa Rasa Gatal Memburuk di Malam Hari?

- Rasa gatal cenderung memburuk di malam hari karena kadar hormon kortisol menurun, sehingga tubuh kurang mampu meredam peradangan yang memicu sensasi gatal.
- Ritme sirkadian menyebabkan suhu dan aliran darah ke kulit meningkat di malam hari, disertai pelepasan sitokin yang memperkuat peradangan serta menurunnya produksi kortikosteroid alami.
- Kulit kehilangan lebih banyak air saat malam, membuatnya kering dan mudah gatal; kondisi tenang tanpa distraksi juga membuat sensasi tersebut terasa lebih intens.
Pernah merasa gatal di kulit justru makin terasa saat malam hari?
Kalau gatalnya siang hari mungkin masih bisa kamu abaikan karena kesibukan. Namun, jika terjadi pada malam hari saat mulai beristirahat, sensasi gatal itu seolah lebih mengganggu. Bahkan, tidak sedikit orang yang akhirnya kesulitan tidur karena gatal yang makin menjalar dan makin parah.
Kalau kamu pernah mengalaminya, ternyata ada berbagai faktor biologis dan lingkungan yang berperan, mulai dari perubahan suhu tubuh, ritme sirkadian, hingga kulit yang cenderung lebih kering di malam hari.
Ditambah lagi, suasana yang lebih tenang membuat kamu lebih peka terhadap sensasi di tubuh, termasuk rasa gatal yang sebelumnya terasa ringan.
Table of Content
1. Kortisol
Kortisol adalah hormon yang berperan meredakan peradangan. Saat terjadi gigitan nyamuk, hormon ini membantu menekan reaksi peradangan yang memicu rasa gatal. Namun, ketika kadar kortisol menurun, kemampuan tubuh untuk meredam peradangan ikut berkurang sehingga sensasi gatal terasa lebih kuat. Itulah sebabnya banyak orang merasa gatal lebih intens di malam hari.
Secara alami, kadar kortisol cenderung lebih tinggi di pagi hari dan menurun saat malam. Ditambah lagi, kondisi yang lebih tenang dan minim distraksi saat beristirahat membuat kamu lebih fokus pada sensasi di tubuh, sehingga rasa gatal pun terasa makin mengganggu.
2. Ritme sirkadian
Fungsi kulit ini berubah di malam hari. Misalnya, suhu tubuh dan aliran darah ke kulit meningkat di malam hari, yang membuat kulit jadi lebih hangat. Peningkatan suhu kulit dapat membuat kamu merasa gatal.
Pelepasan zat-zat tertentu oleh tubuh juga bervariasi menurut waktu dalam sehari. Di malam hari, kamu melepaskan lebih banyak sitokin, yang meningkatkan peradangan. Sementara itu, produksi kortikosteroid, yaitu hormon yang mengurangi peradangan, melambat.
3. Hidrasi

Kulit juga kehilangan lebih banyak air di malam hari. Kamu sendiri mungkin memperhatikan, saat cuaca dingin, kulit jadi kering dan terasa lebih gatal.
Ketika rasa gatal menyerang di siang hari, pekerjaan dan aktivitas lain mengalihkan perhatian dari sensasi yang mengganggu tersebut. Di malam hari, gangguan lebih sedikit, yang dapat membuat rasa gatal terasa lebih intens.
4. Peradangan
Peradangan juga dapat berperan. Di malam hari, tubuh melepaskan lebih banyak sitokin, yaitu protein sistem kekebalan yang menyebabkan peradangan. Hal ini dapat menyebabkan gatal atau memperburuk rasa gatal.
Pada saat yang sama, produksi kortikosteroid tubuh, yang meredakan peradangan, menurun.
5. Kecemasan atau depresi
Orang yang sering mengalami kesulitan tidur cenderung lebih rentan terhadap kecemasan atau depresi. Kondisi kesehatan mental ini dapat membuat sensasi gatal terasa lebih intens dari yang sebenarnya.
Selain itu, kecemasan dan depresi juga bisa membuat seseorang tetap terjaga lebih lama pada malam hari, sehingga keinginan untuk menggaruk pun menjadi lebih sulit dikendalikan.
6. Perubahan hormon

Selain kortisol, tubuh juga menghasilkan hormon lain, seperti kortikosteroid antiinflamasi yang membantu memperbaiki jaringan di siang hari. Sama seperti kortisol, kadar hormon-hormon ini ikut berfluktuasi saat kamu tidur.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi cara tubuh merespons rangsangan pada kulit, termasuk membuat rasa gatal terasa berbeda atau bahkan lebih intens di malam hari.
7. Infeksi kulit seperti jamur atau kudis
Pada kasus kudis, rasa gatal biasanya terasa lebih hebat di malam hari karena tungau betina aktif membuat terowongan di kulit sambil bertelur, terutama saat malam. Aktivitas inilah yang memicu iritasi dan memperparah sensasi gatal saat tubuh sedang beristirahat.
Sebaliknya, pada infestasi kutu kasur, gatal justru lebih terasa di pagi hari. Hal ini terjadi karena gigitan berlangsung saat malam ketika kita tidur, lalu reaksi kulit baru muncul beberapa waktu setelahnya sehingga terasa lebih mengganggu saat bangun.
Dengan memahami penyebab gatal yang memburuk di malam hari, kamu bisa mengambil langkah yang tepat untuk meredakannya dan menjaga kualitas tidur tetap optimal.
Referensi









![[QUIZ] Berapa Usia Otak Kamu, Berani Tes?](https://image.idntimes.com/post/20251001/milad-fakurian-58z17lnvs4u-unsplash_371012b9-b4c4-4084-93f2-e0f7a69a46ee.jpg)


![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kekuatan Mental Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260411/1000012672_bbfcd170-37c9-41b8-aa62-c0d01a522a5e.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Penyebab Stres yang Kamu Alami](https://image.idntimes.com/post/20250529/screenshot-20250530-053909-youtube-07692f3ede1ec4b723353630ccf77f5a.jpg)



![[QUIZ] Dari Genre Film Favoritmu, Ini Tipe Overthinking Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251219/2147894400_fea19e48-814b-4860-81de-e256dce996c7.jpg)
