Pengobatan kejang pada pasien tumor otak dapat sangat kompleks dan sulit karena efek tambahan yang ditimbulkan oleh tumor otak. Pengobatannya meliputi:
Obat antiepilepsi.
Bedah saraf.
Terapi komplementer.
Tergantung pada diagnosis, beberapa pengobatan kejang mungkin tidak cocok untuk pasien atau pasien mungkin harus mencoba beberapa pengobatan sebelum menemukan yang terbaik.
Tumor otak dapat menyebabkan kejang karena mengganggu aktivitas listrik normal di dalam otak, meski tidak semua penderitanya akan mengalami gejala ini.
Jika kejang muncul untuk pertama kalinya tanpa penyebab yang jelas, terutama disertai gejala neurologis lain seperti sakit kepala berat, gangguan penglihatan, atau kelemahan pada anggota tubuh, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Deteksi dan penanganan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.
Referensi
Englot, D. J., Chang, E. F., & Vecht, C. J. (2016). "Epilepsy and brain tumors." Handbook of Clinical Neurology, 134, 267–285. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-802997-8.00016-5.
National Brain Tumor Society. Diakses pada Juni 2026. "Let’s Talk About Seizures Caused by Brain Tumors."
The Brain Tumour Charity. Diakses pada Juni 2026. "Brain Tumour Seizures and Epilepsy."
The Preston Robert Tisch Brain Tumor Center. Diakses pada Juni 2026. "Seizures Explained: Their Role and Impact During Brain Tumor Treatment."