“Tindakan caesar mengurangi mikrobiota khusus bayi. Pada saat bayi atau janin lahir secara normal, secara tidak langsung, ia melalui jalan lahir ibunya. Di jalan lahir ibunya itu banyak kuman-kuman bayi yang akan masuk ke dalam mulut bayi dan berkembang khusus,” ujarnya dalam acara peluncuran ‘Gut and Immunity Council (GIC)’ di Jakarta, pada Rabu (9/9).
Mikrobiota Usus antara Bayi yang Lahir Caesar dan Pervaginam Berbeda

Angka persalinan caesar di Indonesia disebut meningkat, dari 9,7 persen menjadi 17,6 persen dan diproyeksikan mencapai 25 persen pada 2025.
Bayi lahir caesar memiliki pola kolonisasi mikrobiota usus berbeda karena tidak terpapar mikroba jalan lahir, sehingga dikaitkan dengan risiko disbiosis usus.
Tiga tahun pertama krusial bagi mikrobiota, pencernaan, dan imun anak; nutrisi ibu, ASI, serta biotik dapat mendukung keseimbangan mikrobiota.
Kelahiran merupakan proses yang menandakan dimulainya kehidupan baru, baik bagi anak maupun orang tua. Baik melalui persalinan pervaginam maupun persalinan caesar, setiap proses kelahiran memiliki makna yang berharga bagi setiap ibu dan keluarga.
Angka dari tindakan caesar saat ini sangat tinggi. Riset Kesehatan Dasar (2013) menemukan angkanya 9,7 persen periode 2018, kemudian naik menjadi 17,6 persen dan 25 persen pada 2025. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat pada dekade mendatang.
Table of Content
Anak yang lahir caesar berisiko alami disbiosis usus
Seiring dengan meningkatnya angka persalinan caesar di Indonesia, perhatian terhadap faktor-faktor yang mendukung kesehatan anak sejak awal kehidupan menjadi semakin penting, termasuk kesehatan saluran cerna dan perkembangan mikrobiota usus yang berperan dalam mendukung sistem imun dan tumbuh kembang anak.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm menjelaskan bahwa tindakan caesar dilakukan jika ada indikasi, baik karena ibu maupun anak.
Berbeda saat tindakan caesar di mana kuman berubah menjadi patogen yang berasal dari kulit ibu. Anak tersebut memiliki kolonisasi mikrobiota usus yang berbeda karena tidak melalui proses paparan yang sama selama persalinan.
Perbedaan pola kolonisasi ini dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus pada awal kehidupan dan dikaitkan dengan meningkatnya risiko terjadinya disbiosis usus.
Ketahui periode penting perkembangan mikrobiota usus

ilustrasi ibu hamil (IDN Times/Novaya Siantita) Di balik pertumbuhan bayi yang terlihat dari bertambahnya berat dan panjang badan, ada perkembangan lain yang berlangsung di dalam ususnya. Komunitas mikroorganisme yang disebut mikrobiota usus ikut berperan dalam kesehatan pencernaan dan perkembangan daya tahan tubuh. Upaya mendukung proses ini berkaitan erat dengan kesehatan dan asupan gizi ibu, sehingga perhatian terhadapnya perlu dimulai sejak masa kehamilan.
“Perkembangan mikrobiota usus sudah menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sejak masa kehamilan hingga setelah bayi lahir. Nutrisi ibu selama kehamilan, proses persalinan, pemberian ASI, serta pemenuhan nutrisi setelah melahirkan merupakan rangkaian faktor yang saling berkaitan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak,” kata dr. Febriansyah.
Pada tiga tahun pertama kehidupan menjadi periode penting bagi perkembangan mikrobiota usus, pematangan saluran cerna, dan perkembangan sistem imun. Keseimbangan mikrobiota pada periode ini perlu diperhatikan karena gangguan keseimbangan mikrobiota usus atau disbiosis usus dapat berdampak pada kesehatan saluran cerna dan perkembangan sistem imun.
Peran penting saluran cerna
Menjaga keseimbangan dan keragaman mikrobiota usus sejak awal kehidupan merupakan bagian penting dari upaya mendukung pematangan saluran cerna, perkembangan sistem imun dan tumbuh kembang anak.
Para ahli kesehatan telah sepakat bahwa saluran cerna tidak hanya berperan dalam proses pencernaan, tetapi juga dalam penyerapan nutrisi yang optimal sehingga dapat mendukung tumbuh kembang optimal dan fondasi imunitas anak.
Saluran cerna juga merupakan ekosistem yang kompleks, dihuni oleh sekitar 40 triliun mikrobiota. Mikrobiota usus berperan dalam berbagai fungsi penting tubuh, termasuk menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung regulasi sistem imun.
Sekitar 70 persen sel imun tubuh berada di saluran cerna sehingga interaksi antara mikrobiota usus dan sistem imun berperan penting dalam proses pematangan serta fungsi daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiota usus menjadi salah satu faktor yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Berbagai fungsi tubuh ikut terpengaruh

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K) (IDN Times/Misrohatun) Pemberian biotik, seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus sehingga mendukung kesehatan saluran cerna dan penyerapan nutrisi anak yang optimal.
"Intervensi nutrisi berbasis sains, termasuk sinbiotik, dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik dapat membantu memulihkan disbiosis usus pada anak yang lahir secara caesar," imbuh dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K).
Selain berperan penting dalam mendukung perkembangan sistem imun, saluran cerna juga sering dikaitkan dengan konsep gut-brain axis (GBA), yaitu sistem komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak. Melalui mekanisme ini, kondisi saluran cerna, termasuk mikrobiota usus, dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk regulasi emosi, perilaku, dan fungsi kognitif.
Sebaliknya, kondisi psikologis dan fungsi otak juga dapat memengaruhi fungsi saluran cerna. Hubungan yang kompleks ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna tidak hanya penting bagi kesehatan fisik, tetapi juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.





![[QUIZ] Dari Kebiasaan Olahragamu, Kami Tebak Kamu Sudah Siap Ikut HYROX atau Belum](https://image.idntimes.com/post/20260711/3b12b7e9-1964-4f46-987d-335389a347c0_813eb20e-af68-4319-a7b7-f6b7b9c50718.jpeg)





![[QUIZ] Seberapa Siap Kamu Ikut Race Lari Pertamamu?](https://image.idntimes.com/post/20250917/pexels-olly-3764538_deef61cd-03cb-4fa4-b8c3-7902219ff32d.jpg)









