Penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat memastikan bahwa SSB secara langsung menyebabkan kanker lambung.
Informasi H. pylori juga hanya tersedia pada sebagian kecil peserta. Peneliti tidak memiliki informasi lengkap mengenai lokasi anatomis kanker lambung, riwayat kanker lambung dalam keluarga, maupun riwayat endoskopi.
Selain itu, sebagian besar peserta berkulit putih dan merupakan tenaga kesehatan, sehingga hasilnya belum tentu berlaku sama pada populasi lain.
Penulis menyebut penelitian ini sebagai studi pertama yang menunjukkan hubungan antara konsumsi SSB dan kejadian kanker lambung, sementara penelitian sebelumnya menghasilkan temuan yang belum konsisten. Karena itu, hasilnya perlu dikonfirmasi dalam populasi dan penelitian lain sebelum minuman berpemanis gula dapat disebut sebagai penyebab kanker lambung.
Meski demikian, memperhatikan seberapa sering minuman manis menjadi bagian dari keseharian tetap disarankan. Panduan umumnya pada orang sehat, batas anjuran konsumsi gula harian adalah 50 gram per hari atau setara dengan 4 sendok makan per orang per hari.
Referensi
Tae-Geun Gweon, Jane Ha, Hanseul Kim, Mengxi Du, Mingyang Song, and Andrew T. Chan, “Association between Sugar-Sweetened and Artificially Sweetened Beverage Intake and Gastric Cancer Incidence,” Gastro Hep Advances (2026), https://doi.org/10.1016/j.gastha.2026.101097.
National Cancer Institute, “Stomach Cancer Causes and Risk Factors,” diakses Agustus 2026.
National Cancer Institute, “Helicobacter pylori (H. pylori) and Cancer,” diakses Agustus 2026.