Banyak orang mengaitkan influenza dengan musim hujan, suhu yang lebih dingin, atau udara yang lembap. Karena itu, meningkatnya kasus flu saat cuaca sedang panas dan jarang hujan sering memicu pertanyaan.
Sebetulnya ini bukan pola langka di. Sebagai negara tropis, Indonesia tidak memiliki musim influenza yang jelas seperti negara-negara beriklim sedang. Virus influenza dapat beredar sepanjang tahun, dengan jumlah kasus yang sesekali meningkat, termasuk pada periode kemarau.
Dalam seminar media Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dilakukan secara daring pada Jumat (18/9), Prof. Dr. Anggraini Alam, dr., Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K) dari UKK Infeksi Penyakit Tropis IDAI menyampaikan bahwa jumlah pasien influenza memang mengalami peningkatan di rumah sakit tempatnya bekerja. Namun, ia mengingatkan bahwa data dari satu rumah sakit tidak dapat langsung digunakan untuk menggambarkan situasi influenza di tingkat nasional.
“Kalau di rumah sakit saya memang ada peningkatan. Yang namanya data rumah sakit, sangat mungkin rumah sakit tipe referral dengan rumah sakit misalnya RSUD sangat mungkin berbeda,” jelas Prof. Anggraini.
Menurutnya, tren influenza perlu dinilai berdasarkan kumpulan data yang lebih luas agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi di masyarakat secara keseluruhan.
