Comscore Tracker

Suntik Hormon Testosteron, Apa Manfaatnya?

Juga bisa digunakan untuk kondisi disforia gender

Testosteron adalah hormon seks yang secara alami diproduksi di testis pria. Namun, sejumlah kecil hormon ini juga diproduksi di ovarium perempuan sistem adrenal.

Injeksi atau suntik hormon testosteron bisa digunakan pada anak laki-laki dan pria dewasa untuk mengobati kondisi yang disebabkan oleh kekurangan hormon ini, seperti pubertas atau pertumbuhan yang tertunda.

Suntik testosteron hanya direkomendasikan untuk pria dengan kondisi medis seperti kelainan genetik, masalah dengan struktur otak tertentu (hipotalamus dan hipofisis), atau kemoterapi sebelumnya.

Perempuan juga bisa mendapatkan suntik testosteron untuk mengobati beberapa jenis kanker payudara yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh (metastasis), seperti dijelaskan dalam laman Drugs.com.

Suntik hormon testosteron juga digunakan "off-label" (obat di luar indikasi yang tertera dalam label atau di luar persetujuan oleh lembaga izin edar, seperti BPOM) untuk kondisi disforia gender.

Injeksi testosteron tidak boleh digunakan untuk meningkatkan kinerja atletik atau untuk mengobati penuaan yang normal pada pria.

1. Kapan suntik hormon testosteron diperlukan?

Kadar testosteron normal adalah antara 300 dan 1.000 ng/dL, menurut laporan dalam Reviews in Urology tahun 2004. Apabila tes darah menunjukkan kadar testosteron kamu di bawah normal, dokter mungkin merekomendasikan suntik testosteron. Ini merupakan bentuk pengobatan yang disebut terapi penggantian testosteron.

Suntikan ini dilakukan oleh dokter, biasanya di otot gluteal di bokong. Namun, dokter mungkin mengizinkan pasien untuk menyuntik sendiri, biasanya di otot paha.

Pria secara alami mulai kehilangan sebagian testosteron pada usia 30-an atau 40-an. Penurunan yang lebih cepat dapat menandakan masalah testosteron rendah. Gejala umumnya meliputi:

  • Jumlah sperma berkurang.
  • Perubahan gairah seks.
  • Disfungsi ereksi.
  • Kecemasan atau depresi.
  • Penambahan berat badan.
  • Hot flash.
  • Beberapa pria mungkin juga mengalami perubahan ukuran penis dan testis, dan beberapa lainnya mungkin mengalami pembengkakan payudara.

2. Jenis

Suntik Hormon Testosteron, Apa Manfaatnya?ilustrasi suntik testosteron (pexels.com/Thirdman)

Dilansir Medical News Today, ada tiga jenis injeksi testosteron, meliputi:

  • Testosterone cypionate (Depo-Testosterone).
  • Testosterone enanthate (Xyosted dan juga tersedia dalam bentuk generik).
  • Testosterone undecanoate (Aveed, diserap perlahan setelah diberikan dan mempertahankan efeknya dalam jangka waktu yang lama atau long-acting).

3. Peringatan

Jangan menggunakan obat ini apabila kamu sedang hamil atau mungkin hamil. Selain itu, jangan mendapatkan testosteron jika kamu memiliki kanker prostat, kanker payudara pria, kondisi jantung serius, atau penyakit hati atau penyakit ginjal parah.

Penyalahgunaan testosteron dapat menyebabkan efek berbahaya atau ireversibel. Suntikan hanya boleh diberikan oleh profesional medis. Testosteron dapat menyebabkan masalah serius dengan jantung, otak, hati, endokrin, dan sistem kesehatan mental. Menghentikan testosteron juga dapat menyebabkan gejala putus obat yang tidak menyenangkan.

Suntik testosteron juga dikaitkan dengan kondisi yang disebut pulmonary oil microembolism (POME), atau gumpalan darah di paru-paru yang bisa berakibat fatal. Segera cari bantuan medis untuk gejala seperti nyeri dada, pusing, kesulitan bernapas, desakan untuk batuk, tenggorokan sesak, dan pingsan.

Suntik testosteron mungkin aman bagi banyak orang jika digunakan sesuai instruksi dokter. Namun, penelitian juga telah mengaitkan terapi testosteron dengan beberapa efek samping dan kemungkinan komplikasi. 

Baca Juga: Kadar Testosteron Pengaruhi Kesehatan Tulang, Ini Faktanya

4. Penggunaan

Suntik Hormon Testosteron, Apa Manfaatnya?ilustrasi suntik testosteron (pexels.com/Tara Winstead)

Dilansir National Library of Medicine, injeksi testosterone cypionate, testosterone enanthate, dan testosterone undecanoate diberikan dalam bentuk cairan untuk disuntikkan ke otot dan sebagai implan (pellet) untuk dimasukkan ke bagian bawah kulit oleh dokter atau perawat di klinik atau rumah sakit. Injeksi testosterone enanthate (Xyosted) dalam bentuk cairan disuntikkan secara subkutan (di bawah kulit) seminggu sekali oleh penggunanya sendiri atau pengasuh.

Suntik testosteron dapat mengontrol gejala, tetapi tidak akan menyembuhkan kondisi. Dokter mungkin menyesuaikan dosis testosteron tergantung jumlah testosteron dalam darah selama perawatan dan reaksi terhadap obat.

Selalu cek larutan testosterone enanthate (Xyosted) sebelum menyuntikkannya. Warnanya harus jernih hingga kuning muda dan bebas dari partikel yang terlihat. Jangan gunakan jika larutan tampak keruh, terdapat partikel yang terlihat, atau jika sudah kedaluwarsa.

Injeksi testosterone enanthate (Xyosted) bisa dilakukan di sisi kiri atau kanan perut, kecuali pusar dan area 2 inci di sekitarnya. Jangan menyuntikkan ke area di mana kulit lembut, memar, merah, atau keras atau saat kamu memiliki bekas luka, tato, atau stretch mark.

Penyedia layanan kesehatan akan menunjukkan cara menggunakan injeksi testosterone enanthate (Xyosted). Pahami semua petunjuknya dan tanyakan hal apa pun yang menurutmu masih belum jelas. Mintalah apoteker atau dokter untuk salinan informasi produsen untuk pasien.

 

5. Potensi manfaat

Tujuan dari suntik testosteron adalah mengatur kadar hormon pria untuk membantu mengatasi masalah yang berkaitan dengan testosteron rendah. Bagi pria dengan testosteron rendah, manfaat suntikan ini dapat meliputi:

  • Peningkatan dorongan seks.
  • Perbaikan gejala disfungsi ereksi.
  • Lebih berenergi.
  • Peningkatan suasana hati.
  • Peningkatan jumlah sperma.

6. Efek samping

Suntik Hormon Testosteron, Apa Manfaatnya?ilustrasi suntik testosteron (pexels.com/olia danilevich)

Suntik testosteron dapat menyebabkan efek samping. Beri tahu dokter gejala di bawah ini parah atau tidak kunjung hilang:

  • Jerawat.
  • Pembesaran atau nyeri payudara.
  • Suara serak.
  • Suara menjadi dalam.
  • Nyeri, kemerahan, memar, pendarahan, atau pengerasan di area suntikan.
  • Kelelahan.
  • Sulit tertidur atau mempertahankan tidur.
  • Perubahan suasana hati.
  • Berat badan naik.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri punggung.
  • Nyeri sendi.

Beberapa efek samping bisa serius. Jika kamu mengalami gejala-gejala di bawah ini, segera hubungi dokter:

  • Bengkak, nyeri, hangat, atau kemerahan di kaki bagian bawah.
  • Mual atau muntah.
  • Pembengkakan di tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah.
  • Sulit bernapas, terutama saat tidur.
  • Ereksi terlalu sering atau berlangsung terlalu lama.
  • Sulit kencing, aliran urine lemah, sering kencing, dan urgensi ingin buang air kecil tiba-tiba.
  • Darah dalam urine.
  • Kulit atau mata menjadi kuning.
  • Nyeri pada bagian kanan atas perut.
  • Perubahan suasana hati, termasuk kecemasan, depresi, atau memiliki pikiran bunuh diri.

Suntikan testosteron dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi. Tanyakan kepada dokter tentang risiko penggunaan suntik testosteron jika kamu seorang pria dan ingin memiliki anak.

Testosteron dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Bicarakan juga dengan dokter tentang risiko ini. 

Suntikan testosteron dapat menyebabkan tulang menjadi matang lebih cepat dari biasanya pada anak-anak. Artinya, anak-anak mungkin berhenti tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan dan mungkin memiliki tinggi badan orang dewasa yang lebih pendek dari yang diharapkan.

Injeksi testosteron dapat menyebabkan efek samping lain. Hubungi dokter jika memiliki masalah yang tidak biasa saat menerima terapi testosteron.

7. Interaksi obat

Ada beberapa obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan testosteron. Ini dapat meliputi:

  • Pengencer darah (warfarin, Coumadin, Jantoven).
  • Obat antiinflamasi, seperti oxyphenbutazone.

Obat resep dan obat bebas, vitamin, dan produk herbal lainnya juga dapat bereaksi dengan testosteron. Beri tahukan ke dokter tentang semua obat yang sedang kamu gunakan sekarang atau obat apa pun yang baru mulai digunakan atau baru dihentikan penggunaannya.

Dokter mungkin meresepkan suntik testosteron untuk mengobati testosteron rendah karena kondisi medis tertentu pada pria. Ini tidak menyembuhkan kondisi yang mendasarinya, tetapi dapat membantu meringankan beberapa gejala.

Selain itu, suntik testosteron juga bisa digunakan untuk mengobati disfungsi seksual akibat perubahan suhu tubuh setelah menopause atau sebagai bagian dari terapi hormon maskulinisasi.

Kemungkinan komplikasi serius dari penggunaan suntik testosteron baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang harus diketahui. Dokter harus melakukan evaluasi menyeluruh dan, jika terapi penggantian testosteron adalah pilihan, diskusikan manfaat dan risikonya dengan pasien sebelum meresepkannya. Penting harus mengikuti instruksi dokter setiap saat untuk mengurangi risiko apa pun.

Baca Juga: 12 Efek Samping Testosteron Rendah pada Pria

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya