Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Andreas Willianto, Sp.An-TI. (IDN Times/Misrohatun)
Pada tindakan bedah saraf perifer atau saraf tepi tertentu yang relatif tidak kompleks dan membutuhkan komunikasi serta umpan balik dari pasien selama operasi, salah satu teknik yang dapat digunakan adalah conscious sedation.
Dengan teknik ini, pasien berada dalam kondisi rileks dan nyaman, tetap dapat berkomunikasi dengan baik, serta mendapatkan pengendalian nyeri yang optimal selama prosedur.
Selama prosedur, kondisi pasien dipantau secara menyeluruh dan berkesinambungan, termasuk kedalaman sedasi, fungsi motorik, serta tanda-tanda vital, menggunakan perangkat monitoring yang lengkap dan sesuai standar keselamatan pasien.
“Selain memastikan keamanan selama operasi, kami juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan nyeri setelah operasi. Untuk penanganan nyeri, ada berbagai modalitas yang dapat diberikan sesuai kebutuhan pasien, termasuk patient-controlled analgesia (PCA), peripheral nerve block, dan berbagai pendekatan multimodal lainnya,” dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Andreas Willianto, Sp.An-TI mengatakan.
Penanganan nyeri yang optimal diharapkan dapat membantu pasien bergerak lebih dini, mempercepat proses pemulihan dan memungkinkan mereka kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Siloam Hospitals TB Simatupang memiliki acute pain service (APS) yang terstruktur, terdiri dari dokter spesialis anestesi dan perawat yang terlatih dalam penatalaksanaan nyeri akut, serta didukung oleh pelayanan yang tersedia 24/7.