ilustrasi pembalut (unsplash.com/The Female Company)
Mengganti pembalut secara teratur dan membersihkan area genital dengan air bersih dapat membantu mengurangi aroma yang muncul akibat darah, keringat, dan kelembapan. Bagian luar vagina atau vulva bisa dibersihkan secara lembut, lalu dikeringkan sebelum memakai pembalut atau pakaian dalam kembali. Hindari penggunaan sabun berpewangi, cairan pembersih vagina, atau praktik douching karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dan justru meningkatkan risiko iritasi.
Pakaian dalam berbahan yang nyaman dan mampu menyerap keringat juga bisa membantu menjaga area genital tetap kering. Pembalut yang sudah lembap atau penuh sebaiknya segera diganti, sedangkan penggunaan tampon perlu mengikuti batas waktu yang tertera pada kemasan. Kebersihan selama menstruasi bukan berarti vagina harus dibuat steril karena bakteri alami tetap dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di dalamnya.
Jika bau tidak biasa terus muncul atau disertai gejala lain, pemeriksaan ke dokter atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Dokter mungkin akan menanyakan perubahan keputihan, riwayat menstruasi, aktivitas seksual, serta keluhan lain sebelum menentukan pemeriksaan yang diperlukan. Penanganan pun akan disesuaikan dengan penyebabnya, sehingga penggunaan obat atau cairan pembersih tanpa mengetahui sumber masalah sebaiknya dihindari.
Bau darah menstruasi memang bisa berubah sepanjang siklus dan tidak selalu menunjukkan adanya infeksi. Perbedaan aroma perlu diperhatikan terutama ketika terasa sangat menyengat, menetap, atau muncul bersama keluhan lain. Mengenali penyebab bau darah menstruasi berubah dapat membantu kondisi pada area kewanitaan diperiksa lebih awal.
Referensi
“Why Does My Period Smell?” Healthline. Diakses pada November 2026.
“Why Your Period Smells and What to Do About It.” Verywell Health. Diakses pada November 2026.