Jangan menunggu kulit menguning atau tubuh terasa sakit. Banyak infeksi hepatitis B tidak menimbulkan gejala, sehingga tes darah menjadi satu-satunya cara untuk mengetahuinya.
Langkah-langkah yang dapat kamu lakukan:
Pertolongan setelah paparan paling efektif jika dilakukan secepat mungkin. Tenaga kesehatan akan menilai jenis paparan, status HBsAg sumber, riwayat vaksinasi, dan hasil antibodi orang yang terpapar.
Pemeriksaan awal dapat menggunakan triple panel yang terdiri dari HBsAg untuk melihat infeksi yang sedang berlangsung; anti-HBs, untuk menilai kekebalan; dan total anti-HBc, untuk mengetahui apakah tubuh pernah berhadapan dengan virus.
Kombinasi ketiganya membantu membedakan infeksi aktif, infeksi lama yang telah pulih, kekebalan akibat vaksinasi, dan kondisi yang masih rentan.
Paparan yang sangat baru mungkin belum terdeteksi pada pemeriksaan pertama. Dokter dapat menentukan apakah tes perlu diulang.
Orang dewasa yang belum terinfeksi dan belum memiliki kekebalan masih bisa mendapatkan vaksin hepatitis B.
Vaksin mencegah infeksi baru, tetapi tidak mengobati hepatitis B yang sudah terjadi. Orang dengan HBsAg reaktif perlu pemeriksaan lanjutan untuk menilai jumlah virus dan kondisi hati.
Hepatitis B disebabkan oleh HBV, bukan oleh makanan tertentu, kelelahan, atau kebiasaan makan bersama. Virus menular terutama melalui persalinan, hubungan seksual, jarum atau alat yang tercemar darah, prosedur yang tidak steril, serta kontak langsung dengan darah.
Mengetahui jalur penularan membantu menentukan tindakan yang tepat tanpa menyalahkan atau mengucilkan orang yang terinfeksi. Vaksinasi, tes darah, pemeriksaan ibu hamil, dan penanganan segera setelah paparan dapat menghentikan banyak infeksi sebelum berkembang menjadi penyakit hati kronis.
Referensi
World Health Organization, “Hepatitis B,” diakses Juli 2026.
Man-Fung Yuen et al., “Hepatitis B,” The Lancet 401, no. 10381 (2023): 1039–1052, https://doi.org/10.1016/S0140-6736(22)01468-4.
Centers for Disease Control and Prevention, “Hepatitis B Basics,” diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Hepatitis B Prevention and Control,” diakses Juli 2026.
Calvin Q. Pan et al., “Tenofovir to Prevent Hepatitis B Transmission in Mothers with High Viral Load,” New England Journal of Medicine 374, no. 24 (2016): 2324–2334, https://doi.org/10.1056/NEJMoa1508660.
World Health Organization, “Hepatitis: Preventing Mother-to-Child Transmission of the Hepatitis B Virus,” diakses Juli 2026.
World Health Organization, "Guidelines for the Prevention, Diagnosis, Care and Treatment for People with Chronic Hepatitis B Infection," diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Viral Hepatitis: Hepatitis B,” STI Treatment Guidelines, diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Responding to HBV Exposures in Health Care Settings,” diakses Juli 2026.
World Health Organization, "Consolidated Guidance on Hepatitis B and C Prevention, Testing, Treatment, Service Delivery and Monitoring: An Implementation Handbook for a Public Health Approach," diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Viral Hepatitis: Hepatitis B,” diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Testing for Hepatitis B,” diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Testing and Diagnosis for Hepatitis B,” diakses Juli 2026.
Erin E. Conners et al., “Screening and Testing for Hepatitis B Virus Infection: CDC Recommendations—United States, 2023,” MMWR Recommendations and Reports 72, no. 1 (2023): 1–25, https://doi.org/10.15585/mmwr.rr7201a1.
Centers for Disease Control and Prevention, “Hepatitis B Vaccine,” diakses Juli 2026.