World Health Organization (WHO). "Global Guidance on Criteria and Processes for Validation: Elimination of Mother-to-Child Transmission of HIV, Syphilis and Hepatitis B Virus." Diakses Juni 2026.
WHO. “Congenital Syphilis.” Diakses Juni 2026.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Syphilis During Pregnancy.” Diakses Juni 2026.
CDC. “Congenital Syphilis.” Diakses Juni 2026.
Jennifer S. Lin, Michelle L. Eder, and Sarah I. Bean, “Screening for Syphilis Infection in Pregnant Women,” JAMA 320, no. 9 (September 4, 2018): 918, https://doi.org/10.1001/jama.2018.7769.
Gabriela B Gomez et al., “Untreated Maternal Syphilis and Adverse Outcomes of Pregnancy: A Systematic Review and Meta-analysis,” Bulletin of the World Health Organization 91, no. 3 (January 17, 2013): 217–26, https://doi.org/10.2471/blt.12.107623.
Eline L. Korenromp et al., “Global Burden of Maternal and Congenital Syphilis and Associated Adverse Birth outcomes—Estimates for 2016 and Progress Since 2012,” PLoS ONE 14, no. 2 (February 27, 2019): e0211720, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0211720.
American College of Obstetricians and Gynecologists. “Screening for Syphilis in Pregnancy.” Diakses Juni 2026.
Lori Newman et al., “Global Estimates of Syphilis in Pregnancy and Associated Adverse Outcomes: Analysis of Multinational Antenatal Surveillance Data,” PLoS Medicine 10, no. 2 (February 26, 2013): e1001396, https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001396.
WHO. "WHO Guidelines for the Treatment of Treponema pallidum (Syphilis)." Diakses Juni 2026.
Kenapa Ibu Hamil Perlu Skrining Sifilis?

- Sifilis dapat menular dari ibu ke janin melalui plasenta dan menyebabkan komplikasi serius seperti keguguran, lahir mati, serta sifilis kongenital yang berdampak jangka panjang pada bayi.
- Skrining sifilis penting dilakukan sejak awal kehamilan karena infeksi sering tanpa gejala, sehingga hanya tes darah yang bisa memastikan kondisi ibu dan mencegah penularan ke janin.
- Penisilin menjadi terapi utama yang efektif bila diberikan dini, sementara skrining universal bagi semua ibu hamil direkomendasikan WHO untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat sifilis kongenital.
Banyak pemeriksaan rutin yang diperlukan saat hamil. Mulai dari mengukur tekanan darah, memantau pertumbuhan janin, hingga melakukan tes darah. Di antara banyak pemeriksaan tersebut, ada satu tes yang sering kurang mendapat perhatian, padahal dampaknya sangat besar. Tes yang dimaksud adalah skrining sifilis.
Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini sudah dikenal selama ratusan tahun, tetapi hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global. Yang membuat sifilis berbahaya pada kehamilan adalah kemampuannya menular dari ibu ke janin melalui plasenta.
Banyak orang menganggap sifilis hanya memengaruhi orang dewasa yang terinfeksi. Padahal, ketika infeksi terjadi selama kehamilan dan tidak terdeteksi, dampaknya bisa dirasakan oleh bayi bahkan sebelum ia lahir.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sifilis pada kehamilan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itulah skrining sifilis direkomendasikan untuk semua ibu hamil, terlepas dari ada atau tidaknya gejala.
Table of Content
Sifilis sering tidak menimbulkan gejala
Salah satu alasan utama skrining sifilis sangat penting adalah karena banyak penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi.
Pada tahap awal, sifilis dapat menimbulkan luka kecil yang tidak nyeri pada area genital, mulut, atau bagian tubuh lain. Luka ini sering sembuh sendiri sehingga banyak orang mengira tidak terjadi apa-apa.
Setelah itu, gejala bisa menghilang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Padahal, bakteri masih berada di dalam tubuh dan tetap dapat menimbulkan komplikasi maupun ditularkan ke orang lain.
Pada ibu hamil, kondisi ini menjadi berbahaya. Seorang ibu bisa merasa sehat, menjalani kehamilan tanpa keluhan khusus, tetapi tanpa disadari membawa infeksi yang berpotensi membahayakan janinnya.
Inilah sebabnya para ahli merekomendasikan skrining universal bagi semua ibu hamil, bukan hanya mereka yang dianggap berisiko tinggi.
Bagaimana sifilis bisa menulari janin?
Bakteri penyebab sifilis mampu menembus plasenta dan masuk ke aliran darah janin selama kehamilan.
Penularan dapat terjadi pada hampir semua tahap kehamilan. Risiko terbesar biasanya ditemukan pada ibu yang mengalami infeksi sifilis primer atau sekunder karena jumlah bakteri dalam tubuh sedang tinggi. (Catatan: Perbedaan utama sifilis primer ditandai oleh satu atau beberapa chancre (luka pahit/tidak nyeri) di lokasi inokulasi, sementara sifilis sekunder muncul beberapa minggu kemudian dengan ruam kulit (sering di telapak tangan/soling kaki) dan gejala sistemik).
Ketika infeksi mencapai janin, konsekuensinya bisa sangat serius. Bayi dapat mengalami gangguan pertumbuhan, kerusakan organ, anemia berat, gangguan tulang, hingga kelainan sistem saraf.
Dalam banyak kasus, dampaknya bahkan terjadi sebelum bayi lahir. Sifilis yang tidak diobati selama kehamilan berhubungan dengan tingginya risiko keguguran, lahir mati (stillbirth), kematian neonatal, dan kelahiran prematur.
Jadi, skrining sifilis tidak cuma melindungi kesehatan ibu hamil, tetapi juga janin.
Apa itu sifilis kongenital?

Sifilis kongenital adalah sifilis yang ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan atau saat persalinan.
Sifilis kongenital merupakan salah satu bentuk infeksi bawaan yang paling serius. Sebagian bayi mungkin tampak sehat saat lahir, tetapi gejalanya baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian.
Manifestasinya dapat sangat beragam. Bayi dapat mengalami ruam kulit, gangguan hati, pembesaran limpa, anemia, gangguan pendengaran, kelainan tulang, hingga kerusakan neurologis permanen.
Tanpa diagnosis dan pengobatan yang tepat, sifilis kongenital dapat menyebabkan kecacatan jangka panjang bahkan kematian.
Skrining sifilis adalah pemeriksaan yang cepat dan sederhana
Skrining sifilis biasanya dilakukan melalui tes darah. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi antibodi yang dibentuk tubuh sebagai respons terhadap infeksi T. pallidum. Hasilnya umumnya cepat.
WHO merekomendasikan agar setiap ibu hamil menjalani tes sifilis sedini mungkin pada kunjungan antenatal pertama. Pada kelompok dengan risiko tinggi atau wilayah dengan angka sifilis yang tinggi, pemeriksaan dapat diulang pada trimester ketiga dan menjelang persalinan.
Karena tesnya relatif sederhana dan biayanya jauh lebih rendah dibanding biaya penanganan komplikasi, skrining sifilis dianggap sebagai salah satu intervensi kesehatan ibu dan anak yang paling hemat biaya.
Kabar baiknya, sifilis bisa diobati
Penisilin tetap menjadi terapi utama dan paling efektif untuk sifilis selama kehamilan.
Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan yang diberikan cukup dini selama kehamilan dapat secara signifikan menurunkan risiko sifilis kongenital, kelahiran prematur, lahir mati, dan kematian neonatal.
Makin cepat infeksi ditemukan, makin besar peluang untuk mencegah komplikasi. Sebaliknya, jika diagnosis baru ditegakkan menjelang persalinan atau setelah bayi lahir, sebagian kerusakan mungkin sudah terjadi. Jadi, jangan menunda skrining hanya karena ibu hamil merasa sehat atau tidak memiliki keluhan.
Siapa yang perlu menjalani skrining?

Semua ibu hamil perlu skrining sifilis. Rekomendasi ini berlaku bahkan pada perempuan yang tidak memiliki gejala dan merasa tidak berisiko.
Pendekatan universal dipilih karena banyak kasus sifilis tidak terdeteksi bila hanya mengandalkan faktor risiko atau gejala klinis.
Selain pada awal kehamilan, beberapa negara juga merekomendasikan pemeriksaan ulang pada trimester ketiga bagi ibu dengan risiko tinggi, misalnya memiliki pasangan yang terinfeksi sifilis, riwayat infeksi menular seksual, atau tinggal di wilayah dengan angka sifilis yang tinggi.
Tujuannya adalah memastikan infeksi yang muncul selama kehamilan tidak terlewatkan.
Tes sifilis pada ibu hamil dapat membantu mencegah keguguran, kelahiran prematur, lahir mati, kematian bayi, serta berbagai komplikasi jangka panjang akibat sifilis kongenital.
Karena sifilis sering tidak menimbulkan gejala, skrining menjadi satu-satunya cara untuk memastikan infeksi tidak luput dari perhatian. Bagi ibu hamil, menjalani tes ini bukan sekadar melindungi diri sendiri, tetapi juga memberi bayi peluang terbaik untuk lahir sehat.
Referensi


![[QUIZ] Cek Kebutuhan Air Harian Berdasarkan Gaya Hidup Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260526/tips-efektif-minum-air-untuk-detoks-pasca-idul-adha_968e84b8-5723-485e-b544-dde813648a5c.jpeg)

![[QUIZ] Dari Cara Kamu Menyikapi Rasa Haus, Ini Kebutuhan Cairan Tubuhmu](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-maumascaro-907865-98578fc533dc034ea3dc70254c5ffc9d-6806676fc951453ca0eb738eb04487e0.jpg)
![[QUIZ] Dari Olahan Daging Favoritmu, Ini Penyakit yang Mengintai](https://image.idntimes.com/post/20260505/resep-daging-panggang-ala-maroko_57a5c686-b9fa-44df-856c-249f30b1b27a.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Capek atau Mulai Stres](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)





![[QUIZ] Cara Kamu Menenangkan Diri saat Cemas Mirip Siapa di 'Upin & Ipin'?](https://image.idntimes.com/post/20260505/screenshot_20260505-172134_youtube_e14e3aa1-93bd-4770-8b32-75b302d13c59.jpeg)




![[QUIZ] Apakah Kamu Memiliki Ciri Kepribadian Dark Triad? Yuk Cek!](https://image.idntimes.com/post/20211021/narcis-b8768c1a247cae07da8ed069165b5df3.jpg)