Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Penyebab Kanker Ginjal? Ini Faktor Risikonya

Apa Penyebab Kanker Ginjal? Ini Faktor Risikonya
ilustrasi ginjal (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Kanker ginjal terjadi ketika sel ginjal tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor.

  • Faktor seperti merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, dan genetika dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.

  • Memahami faktor risiko membantu upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kanker ginjal berkembang di jaringan ginjal, organ yang berperan penting dalam menyaring darah dan membuang limbah melalui urine. Penyakit ini sering berkembang secara perlahan dan pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas.

Jenis kanker ginjal yang paling umum adalah renal cell carcinoma, yang berasal dari sel-sel kecil di dalam ginjal yang berfungsi menyaring darah. Ketika sel-sel ini mengalami perubahan genetik, mereka dapat tumbuh tak terkendali dan membentuk tumor.

Meski penyebab pasti kanker ginjal belum sepenuhnya dipahami, tetapi para peneliti telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Berikut beberapa penyebab dan faktor risiko kanker ginjal yang paling sering ditemukan.

Table of Content

1. Merokok

1. Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk kanker ginjal.

Zat kimia berbahaya dalam rokok dapat masuk ke aliran darah dan disaring oleh ginjal. Paparan jangka panjang terhadap zat karsinogenik ini dapat merusak DNA sel ginjal.

Menurut penelitian, perokok memiliki risiko kanker ginjal sekitar dua kali lebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok.

2. Obesitas

Seorang laki-laki mengalami obesitas.
ilustrasi obesitas (IDN Times/NRF)

Kelebihan berat badan juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ginjal.

Menurut penelitian, obesitas dapat memengaruhi keseimbangan hormon serta meningkatkan peradangan kronis dalam tubuh, yang dapat mendorong pertumbuhan sel abnormal.

Selain itu, obesitas dapat memengaruhi metabolisme insulin dan hormon pertumbuhan yang berperan dalam proliferasi sel.

3. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko penting lainnya.

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal dan mengganggu fungsi normal organ tersebut. Kerusakan kronis ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perubahan sel yang mengarah pada kanker.

4. Faktor genetik dan riwayat keluarga

Ilustrasi makan malam keluarga.
ilustrasi makan malam keluarga (pexels.com/cottonbro studio)

Beberapa kasus kanker ginjal berkaitan dengan faktor keturunan.

Penelitian menunjukkan bahwa mutasi pada gen tertentu dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Salah satu contoh adalah mutasi pada gen VHL (Von Hippel-Lindau) yang berperan dalam mengatur pertumbuhan sel.

Menurut studi, perubahan genetik ini dapat menyebabkan sel ginjal terus tumbuh tanpa kontrol normal.

5. Paparan bahan kimia tertentu

Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia industri tertentu juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ginjal.

Beberapa bahan yang sering disebut dalam penelitian meliputi:

  • Trikloroetilen (pelarut industri).
  • Logam berat.
  • Bahan kimia dalam proses manufaktur.

Menurut penelitian epidemiologi, pekerja yang terpapar bahan kimia tertentu dalam jangka panjang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker ginjal.

6. Penyakit ginjal kronis

Ilustrasi kanker ginjal.
ilustrasi kanker ginjal (IDN Times/NRF)

Orang yang memiliki penyakit ginjal kronis atau menjalani dialisis jangka panjang juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker ginjal.

Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan struktur jaringan ginjal serta meningkatkan kemungkinan mutasi sel.

7. Usia dan jenis kelamin

Faktor usia juga berperan penting dalam perkembangan kanker ginjal.

Menurut data dari National Cancer Institute, sebagian besar kasus kanker ginjal terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Selain itu, laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan kombinasi faktor hormonal, gaya hidup, dan paparan lingkungan.

Pentingnya memahami faktor risiko kanker ginjal

Ilustrasi berhenti merokok.
ilustrasi berhenti merokok (IDN Times/NRF)

Meskipun tidak semua faktor risiko kanker ginjal dapat dihindari, tetapi beberapa berkaitan dengan gaya hidup yang bisa diubah.

Berhenti merokok, menjaga berat badan sehat, serta mengontrol tekanan darah merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko kanker ginjal.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Meski penyebab pasti kanker ginjal belum sepenuhnya diketahui, tetapi berbagai faktor telah diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Memahami faktor-faktor tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan cek kesehatan secara berkala, risiko kanker ginjal dapat dikurangi dan deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat.

Referensi

National Cancer Institute. “Kidney Cancer (Renal Cell Cancer).” Diakses Maret 2026.

Hsieh, James J., Mark P. Purdue, Sabina Signoretti, Charles Swanton, Laurence Albiges, Manuela Schmidinger, Daniel Y. Heng, James Larkin, and Vincenzo Ficarra. “Renal Cell Carcinoma.” Nature Reviews Disease Primers 3, no. 1 (March 9, 2017): 17009. https://doi.org/10.1038/nrdp.2017.9.

Renehan, Andrew G, Margaret Tyson, Matthias Egger, Richard F Heller, and Marcel Zwahlen. “Body-mass Index and Incidence of Cancer: A Systematic Review and Meta-analysis of Prospective Observational Studies.” The Lancet 371, no. 9612 (February 1, 2008): 569–78. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(08)60269-x.

American Cancer Society. “Kidney Cancer Risk Factors.” Diakses Maret 2026.

W.Marston Linehan and Berton Zbar, “Focus on Kidney Cancer,” Cancer Cell 6, no. 3 (September 1, 2004): 223–28, https://doi.org/10.1016/j.ccr.2004.09.006.

Karami, Sara, Qing Lan, Nathaniel Rothman, Patricia A Stewart, Kyoung-Mu Lee, Roel Vermeulen, and Lee E Moore. “Occupational Trichloroethylene Exposure and Kidney Cancer Risk: A Meta-analysis.” Occupational and Environmental Medicine 69, no. 12 (September 21, 2012): 858–67. https://doi.org/10.1136/oemed-2012-100932.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Siantita Novaya
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More