Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penyebab Leher dan Bahu Paling Pegal saat Mudik

Penyebab Leher dan Bahu Paling Pegal saat Mudik
ilustrasi nyeri bahu (vecteezy.com/dao_kp20226443)
Intinya Sih
  • Duduk lama membuat otot leher dan bahu bekerja tanpa jeda.

  • Posisi kepala yang condong meningkatkan beban pada leher.

  • Sirkulasi darah yang terganggu memperparah rasa pegal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat perjalanan mudik, biasanya kamu duduk berjam-jam minim gerak. Dalam kondisi seperti itu, tubuh kamu dipaksa bertahan dalam posisi statis yang tidak ideal. Akibatnya, perlahan muncul pegal, terutama di area leher dan bahu.

Keluhan ini bukan cuma capek biasa. Ternyata, ada penjelasan kenapa area leher dan bahu paling rentan pegal. Mulai dari beban kepala, kerja otot, hingga aliran darah, semuanya berperan.

Table of Content

1. Kepala terasa “lebih berat” saat posisi tidak ideal

1. Kepala terasa “lebih berat” saat posisi tidak ideal

Secara anatomi, berat kepala manusia sekitar 4,5–5,5 kg. Namun, saat kepala condong ke depan, misalnya saat main gadget, beban pada leher meningkat berkali-kali lipat.

Penelitian menunjukkan bahwa makin menunduk posisi kepala, makin besar tekanan pada tulang belakang leher dan otot di sekitarnya.

2. Otot leher dan bahu bekerja terus tanpa istirahat

Ilustrasi leher sakit.
ilustrasi sakit leher (freepik.com/msgrowth)

Saat duduk lama, otot tidak benar-benar “diam”. Mereka tetap berkontraksi untuk menjaga posisi kepala dan tubuh tetap stabil.

Kontraksi otot yang berlangsung lama tanpa relaksasi dapat memicu ketegangan, nyeri, dan kekakuan, terutama di leher dan bahu.

3. Kurangnya gerakan menghambat aliran darah

Tubuh yang jarang bergerak membuat sirkulasi darah ke otot tidak optimal. Padahal, darah membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan otot untuk bekerja.

Ketika aliran darah melambat, zat sisa metabolisme menumpuk dan memicu sensasi pegal. Studi telah mengaitkan imobilitas berkepanjangan dengan peningkatan nyeri muskuloskeletal.

4. Kursi tidak selalu menopang tubuh dengan baik

Seorang perempuan tidur di bus saat mudik.
ilustrasi seorang perempuan tidur di bus saat mudik (pexels.com/Thirdman)

Tidak semua kursi kendaraan dirancang ergonomis. Banyak yang tidak mendukung lekuk alami tulang belakang, terutama di area punggung dan leher.

Akibatnya, otot bahu dan leher harus bekerja ekstra untuk menjaga postur tetap stabil. Ini membuat otot lebih cepat lelah, terutama dalam perjalanan panjang.

5. Kebiasaan kecil yang memperparah kondisi

Tanpa disadari, kebiasaan selama mudik bisa memperburuk kondisi, seperti:

  • Menunduk terlalu lama melihat gadget.
  • Tidur dengan posisi leher tertekuk.
  • Membawa beban di satu sisi bahu.
  • Jarang melakukan peregangan.

Kombinasi kebiasaan ini membuat tekanan pada otot semakin besar dan mempercepat munculnya pegal.

Rasa pegal di leher dan bahu saat mudik dapat menjadi hasil dari posisi tubuh yang tidak ideal, kerja otot yang terus-menerus, dan sirkulasi darah yang kurang lancar. Ketiga faktor ini membuat area leher dan bahu menjadi titik paling rentan.

Supaya mudik nyaman, cobalah sesering mungkin bergerak. Peregangan ringan, memperbaiki posisi duduk, dan menggunakan penopang leher bisa membantu mengurangi beban otot. Jadi, ketika kamu sampai ke kampung halaman atau kembali ke rumah dari mudik, kamu tidak akan membawa "oleh-oleh" bahu dan leher pegal.

Referensi

“Assessment of Stresses in the Cervical Spine Caused by Posture and Position of the Head,” PubMed, November 1, 2014, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25393825/.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). “Neck Pain.” Diakses Maret 2026.

Angela Maria Lis et al., “Association Between Sitting and Occupational LBP,” European Spine Journal 16, no. 2 (May 30, 2006): 283–98, https://doi.org/10.1007/s00586-006-0143-7.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More