Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Penyebab Selangkangan Kiri Nyeri pada Laki-laki
ilustrasi nyeri selangkangan (magnific.com/cookie_studio)
  • Nyeri selangkangan kiri pada laki-laki bisa disebabkan berbagai faktor seperti cedera otot aduktor, hernia inguinalis, infeksi testis, torsio testis, batu ginjal, hingga masalah sendi panggul.

  • Tiap penyebab memiliki gejala khas, mulai dari nyeri saat bergerak atau buang air kecil hingga munculnya benjolan atau pembengkakan di area selangkangan dan testis.

  • Segera periksa ke dokter bila nyeri mendadak berat, disertai bengkak skrotum, mual, demam, darah dalam urine, atau benjolan yang tidak bisa masuk kembali.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Area selangkangan adalah titik pertemuan banyak struktur, seperti otot paha dalam, tendon, saraf, sendi panggul, saluran kemih, usus, pembuluh darah, dan organ reproduksi. Karena itu, nyeri di area ini tidak selalu berasal dari satu tempat.

Masalah di testis bisa terasa sampai selangkangan. Batu ginjal bisa menjalar ke perut bawah atau pangkal paha. Hernia bisa muncul sebagai rasa berat atau benjolan. Jadi, kamu harus memperhatikan bagaimana nyeri muncul, apakah ada benjolan, apakah nyeri menjalar ke testis, dan apakah disertai gejala lain.

1. Cedera otot paha dalam atau adductor strain

Salah satu penyebab paling umum adalah cedera otot aduktor, yaitu kelompok otot paha bagian dalam yang membantu menarik kaki ke arah tengah tubuh.

Cedera ini sering terjadi saat olahraga yang melibatkan sprint, tendangan, perubahan arah cepat, atau gerakan membuka kaki mendadak. Adductor strain merupakan penyebab umum nyeri paha bagian dalam dan selangkangan, terutama pada atlet.

Nyeri biasanya terasa saat berjalan cepat, naik tangga, membuka kaki, menendang, atau menekan paha ke arah dalam. Pada cedera ringan, nyeri bisa membaik dengan istirahat, kompres dingin pada fase awal, dan latihan penguatan bertahap. Namun, jika nyeri tajam, muncul memar besar, sulit berjalan, atau tidak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya temui dokter.

2. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan dari dalam perut menonjol melalui area lemah di dinding perut bagian bawah, dekat selangkangan.

Gejalanya bisa berupa benjolan di selangkangan, rasa tidak nyaman, nyeri, berat, atau sensasi terbakar. Keluhan bisa memburuk saat mengejan, mengangkat beban, batuk, atau berdiri lama, lalu membaik saat berbaring.

Pada laki-laki, hernia bisa juga turun ke skrotum dan menimbulkan rasa nyeri atau berat. Hernia inguinalis dapat menyebabkan nyeri, rasa tidak nyaman, atau tekanan di selangkangan, terutama saat membungkuk, batuk, atau mengangkat beban.

Segera cari pertolongan medis jika benjolan menjadi sangat nyeri, keras, tidak bisa didorong masuk, disertai mual, muntah, perut kembung, atau tidak bisa buang angin atau buang air besar. Ini bisa mengarah ke hernia terpuntir atau strangulasi.

3. Epididimitis atau infeksi pada area testis

ilustrasi nyeri selangkangan pada laki-laki (freepik.com/benzoix)

Nyeri selangkangan kiri juga bisa berasal dari testis atau epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma.

Epididimitis akut biasanya ditandai nyeri dan nyeri tekan pada satu sisi testis, kadang disertai pembengkakan epididimis atau hidrokel.

Penyebabnya sering berupa infeksi bakteri. Pada laki-laki yang aktif secara seksual, epididimitis dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual seperti klamidia atau gonore, sementara pada usia lebih tua, bisa berkaitan dengan bakteri dari saluran kemih.

Epididimitis paling sering disebabkan infeksi bakteri, termasuk IMS seperti gonore atau klamidia.

Tanda-tanda yang perlu diperhatikan di antaranya nyeri testis bertahap, bengkak, nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, keluar cairan dari penis, demam, atau nyeri saat ejakulasi. Kondisi ini perlu evaluasi dokter.

4. Torsio testis

Torsio testis terjadi ketika testis berputar dan memelintir pembuluh darahnya. Ini kondisi darurat karena aliran darah ke testis dapat terhenti. Torsio testis merupakan kegawatdaruratan vaskular yang butuh prosedur bedah secepat mungkin.

Nyeri biasanya muncul mendadak, sangat berat, bisa disertai mual, muntah, testis tampak lebih tinggi, bengkak, atau skrotum kemerahan.

Nyeri testis mendadak dan berat perlu perawatan segera karena torsio testis dapat membuat testis kehilangan suplai darah.

Kalau nyeri selangkangan kiri disertai nyeri testis mendadak, jangan tunggu membaik, jangan dipijat, dan jangan hanya minum obat nyeri. Segera ke IGD.

5. Batu ginjal atau batu saluran kemih

Batu ginjal tidak selalu terasa di pinggang. Ketika batu bergerak turun melalui ureter, nyeri bisa menjalar ke perut bawah, selangkangan, atau testis.

Gejala batu ginjal dapat berupa nyeri tajam di punggung, sisi tubuh, perut bawah, atau selangkangan, serta urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat karena darah.

Gejala lain yang mungkin muncul adalah sering ingin buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, urine keruh atau berbau, mual, muntah, dan gelisah karena nyeri sulit dicari posisi nyamannya.

Jika disertai demam, menggigil, tidak bisa buang air kecil, atau nyeri sangat berat, segera periksa karena bisa jadi ada sumbatan atau infeksi.

6. Masalah sendi panggul

ilustrasi masalah sendi panggul (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Sendi panggul ternyata dapat “mengirim” nyeri ke area selangkangan. Nyeri panggul akibat osteoartritis paling sering terasa di selangkangan atau paha, dan dapat menjalar ke bokong atau lutut.

Pada orang yang aktif olahraga, nyeri selangkangan juga bisa berkaitan dengan hip impingement atau robekan labrum panggul. Robekan labrum panggul dapat menyebabkan nyeri di pinggul atau selangkangan, sering memburuk saat berdiri lama, duduk lama, berjalan, atau aktivitas atletik.

Gejala lain bisa berupa sensasi mengunci, clicking (bunyi "klik"), atau catching (sensasi seperti ada yang tersangkut atau terjebak) di sendi panggul.

Penyebab ini lebih mungkin jika nyeri muncul saat squat, lunge, lari, duduk lama, atau memutar pinggul. Jika nyeri menetap lebih dari beberapa minggu, terasa mengunci, atau membatasi gerak, evaluasi dokter atau fisioterapis bisa membantu.

7. Sports hernia atau athletic pubalgia

Sports hernia atau athletic pubalgia adalah cedera jaringan lunak yang nyeri di area selangkangan, paling sering terjadi pada olahraga yang membutuhkan perubahan arah mendadak atau gerakan memutar intens.

Nyeri biasanya membaik saat istirahat, tetapi kambuh saat kembali berolahraga, terutama saat sprint, cutting (perubahan arah cepat dan tajam saat berlari), menendang, sit-up, atau batuk.

Tinjauan klinis juga menggambarkan athletic pubalgia sebagai nyeri perut bawah dan area aduktor yang berhubungan dengan aktivitas pada atlet.

Kondisi ini sering butuh penilaian yang teliti karena gejalanya bisa mirip cedera otot aduktor, hernia inguinalis, atau masalah sendi panggul.

Kapan harus menemui dokter?

Segera cari bantuan medis jika nyeri selangkangan kiri disertai nyeri testis mendadak dan berat, bengkak skrotum, mual/muntah, demam, menggigil, darah dalam urine, sulit buang air kecil, benjolan selangkangan yang sangat nyeri atau tidak bisa masuk kembali, atau nyeri setelah cedera berat.

Jika nyerinya ringan dan jelas muncul setelah olahraga, kamu bisa istirahat, hindari gerakan pemicu, kompres dingin 10–15 menit beberapa kali sehari pada 24–48 jam pertama, dan kembali bergerak bertahap. Namun, jika nyeri tidak membaik dalam 1–2 minggu, sering kambuh, menjalar ke testis, atau mengganggu berjalan, sebaiknya temui dokter.

Referensi

Kiel, John, and Kimberly Kaiser. “Adductor Strain.” StatPearls. Treasure Island, FL: StatPearls Publishing, updated 2023.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Inguinal Hernia.” Diakses Juli 2026.

Mayo Clinic. “Inguinal Hernia: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Epididymitis.” Diakses Juli 2026.

Mayo Clinic. “Epididymitis: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.

American Urological Association. “Medical Student Curriculum: Acute Scrotum.” Diakses Juli 2026.

Mayo Clinic. “Testicle Pain: When to See a Doctor.” Diakses Juli 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Symptoms & Causes of Kidney Stones.” Diakses Juli 2026.

American Academy of Orthopaedic Surgeons. “Osteoarthritis of the Hip.” Diakses Juli 2026.

Mayo Clinic. “Hip Labral Tear: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.

American Academy of Orthopaedic Surgeons. “Sports Hernia (Athletic Pubalgia).” Diakses Juli 2026.

Larson, Christopher M. “Sports Hernia/Athletic Pubalgia: Evaluation and Management.” Sports Health 6, no. 2 (2014): 139–144.

Editorial Team

Related Article