ilustrasi batuk (magnific.com/8photo)
Batuk tidak selalu berarti kamu sedang terkena influenza, sebab sinusitis juga bisa memicu keluhan serupa. Pada influenza, batuk umumnya muncul bersama gejala infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot. Kombinasi gejala tersebut bisa membuat tubuh terasa tidak enak secara keseluruhan, bahkan ketika kamu hanya ingin beristirahat.
Pada sinusitis, batuk bisa muncul karena lendir dari hidung mengalir ke bagian belakang tenggorokan, terutama saat kamu berbaring atau tidur malam. Kondisi ini bikin tenggorokan terasa mengganjal dan batuk jadi lebih sering muncul, bahkan ketika kamu sudah siap beristirahat. Nah, kalau batuk disertai hidung tersumbat dan rasa tertekan di area wajah, sinusitis bisa menjadi salah satu penyebabnya, meski pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikannya.
Influenza dan sinusitis memang punya beberapa gejala yang mirip, mulai dari hidung tersumbat hingga batuk, tetapi keduanya bisa dibedakan lewat keluhan yang menyertai dan lamanya gejala berlangsung. Dengan mengenali perbedaannya, kamu bisa lebih memahami kondisi tubuh dan tahu kapan perlu mencari bantuan medis. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan sendiri, ya, karena tubuh yang terasa kurang nyaman tetap perlu diperhatikan dengan baik!
Referensi
“Accuracy of Individual Signs and Symptoms and Case Definitions for the Diagnosis of Influenza in Different Age Groups: A Systematic Review with Meta-analysis.” BMJ Open. Diakses Oktober 2026.
“Diagnosis and Management of Acute Rhinosinusitis.” Proceedings of the American Thoracic Society. Diakses Oktober 2026.
“Rhinosinusitis: Evidence and Experience – 2024.” Brazilian Journal of Otorhinolaryngology. Diakses Oktober 2026.
“Influenza (seasonal).” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.