Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Gejala Influenza dan Sinusitis yang Wajib Kamu Ketahui

5 min read
5 Perbedaan Gejala Influenza dan Sinusitis yang Wajib Kamu Ketahui
ilustrasi sinusitis (magnific.com/gpointstudio)
  • Influenza merupakan infeksi virus saluran pernapasan yang biasanya muncul mendadak dengan demam, pegal otot, lemas, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.
  • Sinusitis adalah peradangan rongga sinus yang lebih sering memicu hidung tersumbat, lendir menetap, serta nyeri atau tekanan di pipi, dahi, pangkal hidung, dan sekitar mata.
  • Influenza umumnya membaik dalam beberapa hari hingga sekitar seminggu, sedangkan sinusitis dapat berlangsung berminggu-minggu; gejala menetap, memburuk kembali, atau mengganggu perlu dikonsultasikan ke tenaga medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hidung tersumbat, kepala terasa berat, dan tubuh mulai lemas sering kali bikin kita langsung berpikir sedang terkena flu. Namun, tunggu dulu, gejala-gejala tersebut juga bisa muncul saat sinusitis kambuh, lho. Meski sekilas mirip, influenza dan sinusitis sebenarnya merupakan dua kondisi berbeda yang punya penyebab serta ciri khas masing-masing.

Influenza biasanya muncul akibat infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, sementara sinusitis terjadi saat rongga sinus mengalami peradangan. Meski penyebabnya berbeda, keduanya sama-sama bisa bikin badan terasa gak nyaman dan aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Nah, biar gak keliru membedakan keduanya, yuk, simak 5 perbedaan gejala influenza dan sinusitis yang perlu kamu ketahui!

  1. 1. Influenza sering disertai demam dan badan pegal

    ilustrasi demam dan flu
    ilustrasi demam dan flu (freepik.com/benzoix)

    Pernah merasa badan tiba-tiba meriang, kepala terasa berat, lalu otot-otot ikut pegal padahal sebelumnya masih beraktivitas seperti biasa? Kejadian seperti ini bisa menandakan adanya influenza, terutama jika gejalanya muncul secara tiba-tiba dan membuat kamu merasa lemas. Di samping demam dan nyeri otot, influenza juga biasanya diiringi dengan batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan rasa lelah yang membuat kamu ingin berbaring sepanjang hari.

    Sementara itu, sinusitis tidak selalu disertai gejala demam atau nyeri pada seluruh tubuh seperti pada influenza. Gejala yang lebih terasa adalah di sekitar hidung, pipi, dahi, atau dekat mata akibat peradangan pada rongga sinus. Jadi, kalau kamu merasakan meriang sekaligus pegal-pegal, perhatikan juga gejala lain yang muncul, karena demam saja belum cukup untuk memastikan penyebabnya.

  2. 2. Sinusitis sering membuat wajah nyeri dan tertekan

    ilustrasi wajah
    ilustrasi wajah (magnific.com/katemangostar)

    Ketika hidung tersumbat, beberapa orang mungkin hanya merasa susah bernapas dengan nyaman, tetapi sinusitis dapat menyebabkan sensasi yang berbeda. Rasa nyeri dan tekanan bisa muncul di area pipi, dahi, pangkal hidung, atau di sekitar mata, terutama saat membungkuk. Rasa tidak nyaman ini dapat mengganggu aktivitas sederhana, seperti menunduk untuk mengambil sesuatu, menjadi lebih sulit dari biasanya.

    Dalam kasus influenza, sakit kepala memang mungkin terjadi, tetapi nyeri yang terpusat di sekitar wajah bukanlah tanda yang paling umum. Sinusitis muncul ketika rongga sinus mengalami peradangan, yang bisa menghambat aliran lendir dan menyebabkan rasa tertekan di area itu. Jadi, jika hidung tersumbat disertai tekanan atau rasa sakit di wajah, jangan langsung menganggapnya sebagai flu biasa, ya, karena mungkin saja sinusitis yang menjadi penyebabnya.

  3. 3. Hidung meler bisa terjadi pada keduanya, tetapi polanya berbeda

    ilustrasi hidung meler
    ilustrasi hidung meler (magnific.com/gpointstudio)

    Hidung meler sering kali menjadi salah satu ciri yang membuat sulit untuk membedakan antara influenza dan sinusitis. Dalam kasus influenza, pilek biasanya muncul bersamaan dengan gejala lainnya, seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, atau badan terasa lemas. Gejala ini biasanya berkembang dengan cepat, sehingga kamu mungkin merasa kondisi tubuh menurun dalam waktu yang singkat.

    Di sisi lain, sinusitis dapat menyebabkan hidung terus mengeluarkan lendir atau terasa terhambat, bahkan kalau gejala lainnya sudah mulai mereda. Lendir yang muncul bisa tampak kental dan berwarna kuning atau hijau, namun hanya dengan melihat warna lendir tidak cukup untuk memastikan adanya infeksi bakteri. Maka, perhatikan berapa lama pilek berlangsung dan apakah ada rasa sakit di bagian wajah, karena pola gejala secara keseluruhan lebih memberikan informasi daripada hanya melihat warna ingus.

  4. 4. Influenza biasanya membaik dalam beberapa hari, sedangkan sinusitis bisa lebih lama

    ilustrasi influenza
    ilustrasi influenza (magnific.com/magnific)

    Saat mengalami influenza, kamu mungkin merasakan rasa tidak nyaman dalam beberapa hari pertama, terutama karena demam, pegal-pegal, dan rasa lelah. Kebanyakan orang mulai merasa lebih baik dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu, meskipun batuk atau rasa lemas kadang-kadang bisa bertahan lebih lama. Oleh karena itu, jangan kaget jika demam sudah berkurang, tetapi tubuh masih belum sepenuhnya pulih.

    Berbeda dengan influenza, sinusitis dapat bertahan lebih lama, tergantung pada penyebab dan kondisi yang dialami. Sinusitis akut sering kali membaik dalam beberapa minggu, sementara gejala yang berlangsung selama 12 minggu atau lebih bisa menjadi indikasi sinusitis kronis. Kalau gejala tidak kunjung membaik, reda kemudian kembali memburuk, atau semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis agar penyebabnya bisa diketahui dengan tepat.

  5. 5. Batuk bisa muncul pada keduannya, tetapi gejala penyertaanya perlu diperhatikan

    ilustrasi batuk
    ilustrasi batuk (magnific.com/8photo)

    Batuk tidak selalu berarti kamu sedang terkena influenza, sebab sinusitis juga bisa memicu keluhan serupa. Pada influenza, batuk umumnya muncul bersama gejala infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot. Kombinasi gejala tersebut bisa membuat tubuh terasa tidak enak secara keseluruhan, bahkan ketika kamu hanya ingin beristirahat.

    Pada sinusitis, batuk bisa muncul karena lendir dari hidung mengalir ke bagian belakang tenggorokan, terutama saat kamu berbaring atau tidur malam. Kondisi ini bikin tenggorokan terasa mengganjal dan batuk jadi lebih sering muncul, bahkan ketika kamu sudah siap beristirahat. Nah, kalau batuk disertai hidung tersumbat dan rasa tertekan di area wajah, sinusitis bisa menjadi salah satu penyebabnya, meski pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikannya.

    Influenza dan sinusitis memang punya beberapa gejala yang mirip, mulai dari hidung tersumbat hingga batuk, tetapi keduanya bisa dibedakan lewat keluhan yang menyertai dan lamanya gejala berlangsung. Dengan mengenali perbedaannya, kamu bisa lebih memahami kondisi tubuh dan tahu kapan perlu mencari bantuan medis. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan sendiri, ya, karena tubuh yang terasa kurang nyaman tetap perlu diperhatikan dengan baik!

    Referensi

    “Accuracy of Individual Signs and Symptoms and Case Definitions for the Diagnosis of Influenza in Different Age Groups: A Systematic Review with Meta-analysis.” BMJ Open. Diakses Oktober 2026.

    “Diagnosis and Management of Acute Rhinosinusitis.” Proceedings of the American Thoracic Society. Diakses Oktober 2026.

    “Rhinosinusitis: Evidence and Experience – 2024.” Brazilian Journal of Otorhinolaryngology. Diakses Oktober 2026.

    “Influenza (seasonal).” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More