Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tumor Otak Primer dan Sekunder, Apa Bedanya?
ilustrasi MRI scan otak (pexels.com/cottonbro studio)
  • Tumor otak dibagi menjadi dua jenis utama: primer yang berasal dari jaringan otak sendiri, dan sekunder yang merupakan hasil penyebaran kanker dari organ lain.
  • Tumor otak primer bisa bersifat jinak atau ganas, sedangkan tumor sekunder selalu ganas karena berasal dari sel kanker yang bermetastasis melalui aliran darah.
  • Penanganan tumor otak bergantung pada asalnya; tumor primer difokuskan pada pengendalian di otak, sementara tumor sekunder juga memerlukan terapi terhadap kanker asalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar diagnosis tumor otak sudah pasti membuat siapa pun merasa khawatir. Namun, tidak semua tumor otak memiliki asal-usul yang sama.

Dalam dunia medis, tumor otak dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu tumor otak primer dan tumor otak sekunder (metastatik). Perbedaannya bukan cuma lokasi tumor, tetapi juga cara penanganan, prognosis, hingga peluang kesembuhannya.

Memahami perbedaan antara tumor otak primer dan sekunder sangat penting, terutama bagi pasien maupun keluarga yang sedang menghadapi kondisi ini.

1. Tumor otak primer

Tumor otak primer adalah tumor yang berasal dari jaringan otak itu sendiri atau struktur di sekitarnya. Tumor ini dapat tumbuh dari sel-sel otak, selaput otak (meninges), kelenjar pituitari, hingga saraf kranial. Artinya, tumor pertama kali muncul di otak.

Tumor otak primer bisa berkembang di berbagai bagian otak maupun sumsum tulang belakang. Tingkat pertumbuhannya pun bervariasi. Ada yang tumbuh sangat lambat selama bertahun-tahun, tetapi ada juga yang berkembang cepat dan bersifat agresif.

Tumor otak primer tidak selalu bersifat kanker. Sebagian tumor bersifat jinak, sedangkan sebagian lainnya ganas. Kendati jinak, tumor tetap bisa berbahaya apabila ukurannya membesar dan menekan jaringan otak.

2. Tumor otak sekunder

Beda dengan tumor primer, tumor otak sekunder merupakan kanker yang berasal dari organ lain, kemudian menyebar ke otak. Kondisi ini juga dikenal sebagai metastasis otak.

Penyebaran terjadi saat sel kanker melepaskan diri dari tumor asal, masuk ke aliran darah, lalu mencapai otak dan membentuk tumor baru. Kendati tumbuh di otak, jenis sel kankernya tetap sama dengan kanker asalnya.

Sebagai contoh, jika kanker paru-paru menyebar ke otak, maka tumor yang terbentuk bukan disebut kanker otak, melainkan kanker paru yang bermetastasis ke otak. Ini penting karena pengobatannya tetap mengacu pada jenis kanker asal. Tidak seperti tumor primer, tumor otak sekunder selalu bersifat ganas karena berasal dari kanker yang telah menyebar.

3. Perbedaan tumor otak primer dan sekunder

ilustrasi sakit kepala (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Meski sama-sama menyerang otak, tetapi tumor otak primer dan sekunder memiliki sejumlah perbedaan penting:

  • Asal tumor: Tumor otak primer berasal langsung dari jaringan otak atau struktur di sekitarnya, seperti selaput otak, saraf kranial, maupun kelenjar pituitari. Sementara itu, tumor otak sekunder berasal dari kanker di organ lain yang telah menyebar ke otak melalui aliran darah.

  • Sifat tumor: Tumor otak primer dapat bersifat jinak maupun ganas. Sebaliknya, tumor otak sekunder selalu bersifat ganas karena merupakan hasil penyebaran kanker (metastasis).

  • Jenis sel penyusunnya: Sel pada tumor otak primer berasal dari sel-sel otak atau jaringan pendukungnya. Adapun tumor otak sekunder memiliki jenis sel yang sama dengan kanker asalnya. Misalnya, jika kanker paru menyebar ke otak, maka sel tumornya tetap merupakan sel kanker paru, bukan sel kanker otak.

  • Cara pertumbuhan dan penyebaran: Tumor otak primer umumnya tumbuh secara lokal di dalam otak dan jarang menyebar ke organ lain. Sebaliknya, tumor otak sekunder terbentuk karena sel kanker dari organ lain menyebar melalui aliran darah hingga mencapai otak.

  • Penanganan: Pengobatan tumor otak primer berfokus pada pengangkatan atau pengendalian tumor yang berada di otak, misalnya melalui operasi, radioterapi, atau kemoterapi. Sementara itu, penanganan tumor otak sekunder tidak hanya ditujukan pada tumor di otak, tetapi juga harus mengobati kanker asal yang menjadi sumber penyebarannya.

4. Tumor otak sekunder lebih sering terjadi pada orang dewasa

Pada orang dewasa, tumor otak sekunder termasuk kasus yang cukup sering dijumpai. Beberapa jenis kanker memang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menyebar ke otak. Beberapa kanker yang paling sering menyebabkan metastasis ke otak, meliputi:

  • Kanker paru-paru.

  • Kanker payudara.

  • Kanker ginjal.

  • Kanker kolorektal.

  • Melanoma atau kanker kulit.

Meski demikian, sekitar 10 persen kasus tumor otak sekunder tidak diketahui secara pasti dari mana kanker asalnya berasal.

5. Jenis tumor otak primer yang paling umum

Tumor otak primer terdiri dari banyak jenis. Beberapa yang paling sering ditemukan antara lain:

  • Glioblastoma, yaitu tumor otak ganas yang paling umum sekaligus paling agresif pada orang dewasa.

  • Meningioma, tumor yang berasal dari selaput otak dan merupakan tumor otak primer jinak yang paling sering ditemukan.

  • Astrositoma, yang berkembang dari sel astrosit di otak dengan tingkat keganasan yang beragam.

  • Oligodendroglioma, tumor yang berasal dari sel oligodendrosit yang membantu melindungi serabut saraf.

  • Schwannoma, yaitu tumor yang tumbuh dari sel Schwann pada saraf tepi, termasuk saraf pendengaran.

Setiap jenis memiliki karakteristik, tingkat pertumbuhan, serta pilihan terapi yang berbeda-beda.

Jadi, tumor otak primer dan tumor otak sekunder sama-sama menyerang otak, tetapi asal-usulnya berbeda. Tumor otak primer muncul langsung dari jaringan otak dan bisa bersifat jinak maupun ganas. Sebaliknya, tumor otak sekunder selalu merupakan kanker yang menyebar dari organ lain, seperti paru-paru, payudara, atau ginjal.

Memahami perbedaan keduanya penting karena menentukan pilihan terapi, peluang keberhasilan pengobatan, hingga prognosis pasien. Oleh sebab itu, pemeriksaan yang akurat sejak awal menjadi langkah penting agar pasien mendapatkan penanganan yang paling sesuai.

Referensi

American Cancer Society. Diakses pada Juni 2026. "Types of Brain and Spinal Cord Tumors in Adults."

Amethyst Radiotherapy. Diakses pada Juni 2026. "Understanding Primary and Secondary Brain Tumours."

Cancer Research UK. Diakses pada Juni 2026. "Primary and Secondary Brain Tumours."

WebMD. Diakses pada Juni 2026. "Types of Brain Cancer."

Editorial Team

Related Article